Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Harapan Caca


__ADS_3

Waktu terus berlalu tetapi Caca benar-benar tak ada kabar sama sekali, Sedangkan Daniel sudah hampir di buat gila karena memikirkan keadaan Caca di luar sana. Dia pun mulai merasa hidupnya terasa hampa, karena akhirnya Daniel pun menyadari kehadiran Caca di dalam hidupnya membawa setitik cahaya setelah kepergian Gio untuk selamanya


"Masih belum ada kabar?"


"Maaf pak tapi kami belum mendapatkan kabar sama sekali," menundukkan kepalanya


Daniel pun langsung menghempaskan seluruh barang yang berada di atas meja kerjanya dan menatap tajam ke arah Abian


"Apa mencari satu orang aja pekerjaan yang sulit bagi kalian?" penuh penekanan


"Saya sudah menyebarkan lebih banyak orang pak dan saya sudah mulai memerintakan mereka untuk mencari di luar kota pak," dengan tenang


"Sebenarnya kamu ada di mana? apa semua yang udah kita lalui ga ada artinya sama sekali di mata kamu? kenapa kamu menghilang gitu aja? kamu bahkan ga mau menghubungi aku sama sekali"


Hari itu seluruh hati dan pikiran Daniel hanya di penuhi oleh bayangan Caca, senyuman manis dan kelembutan yang selalu Caca berikan terus terbayang di dalam benak Daniel


Seusai pulang kantor dia pun memutuskan untuk bergabung bersama Rico di tempat mereka sering berkumpul, kehadiran Daniel di sana membuat suasana di tempat itu menjadi sedikit tegang


Tak ada satu pun orang yang berani bercanda ringan seperti biasanya atau memanggil para wanita untuk menemani mereka, karena setiap mereka melemparkan candaan Daniel langsung melepaskan tatapan membunuhnya kepada orang tersebut. Dan saat dia baru saja tiba di sana dia langsung memerintahkan semua para wanita yang menemani mereka semua untuk pergi


Malam pun semakin larut, entah sudah berapa banyak minuman beralkohol yang Daniel habiskan pada malam itu. Daniel yang mulai dalam keadaan mabuk pun akhirnya semakin memikirkan tentang Caca, hatinya benar-benar terasa sakit mengingat akan tatapan mata Caca sebelum dia menghilang entah ke mana


Daniel yang mulai gontai pun tiba-tiba saja bangkit dari duduknya dan membuat semua mata langsung tertuju ke arah dirinya, melihat keadaan Daniel yang mulai mabuk Rico pun bangkit dari duduknya dan memegang tangan Daniel untuk menghentikan dirinya


"Lu mau ke mana?"

__ADS_1


"Bukan urusan lu!!" tersenyum sinis sambil menepis tangan Rico


Rico kembali memegang tangan Daniel


"Sekarang lu udah mabuk, kalau lu memang mau pulang biar gw antar"


"Gw mau pulang sendiri," menepis tangan Rico


Emosi Rico pun akhirnya berhasil terpancing oleh sikap Daniel yang seperti itu, sedari awal Daniel tiba di tempat itu dia selalu memberikan serangan kepada Rico baik lewat ucapan maupun tatapan matanya. Sedari awal Rico tetap diam karena dia tau bahwa keadaan Daniel sedang tidak baik-baik saja


"Apa lu udah gila? lu itu sekarang pemimpin keluarga Perkasa!! apa pantas seorang pemimpin keluarga Perkasa terlihat lemah kayak gini cuma karena seorang perempuan!!"


Daniel melepaskan senyuman dingin dan tiba-tiba saja bugh... Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah Rico dan berhasil membuat dia tersungkur di atas lantai, Rico yang merasa tak terima pun langsung bangkit dan akan membalas perbuatan Daniel. Secara spontan semua orang yang berada di sana pun langsung mencoba menghentikan mereka


Rico yang sedang berusaha meronta untuk melepaskan diri pun langsung terdiam


"Apa lu pernah tau apa aja yang harus gw lalui untuk menjadi seperti sekarang? apa lu tau gimana rasanya gw tersiksa setiap malam karena kehilangan Gio? gw memang lemah karena ternyata dia berhasil merubah semuanya dengan mudah"


"Gw..."


"Diam adalah hal terbaik saat lu ga tau apapun tentang hidup gw!!"


Daniel pun mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu


"Seandainya malam itu lu ga lakuin hal itu, mungkin sekarang gw masih bisa lihat senyum dia. Asal lu tau bahkan gw udah berniat untuk melepaskan dia, karena gw sadar gw ga bisa menghancurkan senyuman dia"

__ADS_1


Rico yang awalnya sempat terbakar emosi melihat Daniel yang terlihat tak berdaya hanya karena seorang wanita menjadi tak bisa berkata-kata lagi, dia tau dengan pasti bagaimana cara keluarga besar Perkasa mendidik Daniel sejak kecil saat dia sudah di tunjuk menjadi sang penerus


Rico pun tau dengan pasti bahwa kehilangan seorang Gio adalah hal terberat di sepanjang perjalanan hidup seorang Daniel Putra Perkasa


FLASH BACK


Daniel adalah anak pertama dari sang pemimpin keluarga Perkasa saat itu, sedari awal Daniel pun sudah di tunjuk untuk sebagai penerus pemimpin keluarga Perkasa yang selanjutnya. Hal tersebut membuat Daniel yang masih berumur belia harus menjalani berbagai macam pendidikan yang sudah di tentukan


Di umur yang masih sangat kecil seorang Daniel sudah harus mengikuti semua yang telah di tentukan, Daniel yang saat itu masih terbilang anak-anak pun terkadang merasa lelah dan terbebani oleh itu semua. Tetapi siapa sangka bila Gio kecil selalu punya cara untuk membuat sang kakak merasakan kebahagiaan sebagai seorang anak kecil


Dan di umur yang masih belia Daniel sudah di haruskan mengemban tugas sebagai sang pemimpin keluarga Perkasa karena sang papa harus pergi dari sisi mereka untuk selamanya


Kehidupan Daniel pun akhirnya hanya di penuhi oleh satu kata yaitu bekerja dan bekerja, tetapi di saat itu sosok Gio tetap tak pernah berubah sama sekali karena Gio tak pernah kehabisan akal untuk membuat Daniel tersenyum bahagia


Daniel pun memberikan kebebasan untuk Gio menjalani hidup nya sesuai dengan yang dia inginkan, dia tak ingin Gio merasakan beban hidup seperti yang dia rasakan. Dengan cara mereka akhirnya mereka pun bisa saling melengkapi


Kepergian Gio untuk selamanya membuat Daniel benar-benar terpukul, karena kini tak ada lagi sosok periang yang selalu berhasil membuat dia tersenyum di saat dia merasa lelah


FLASH OFF


Di tempat nan jauh di sana Caca toko bunga yang Caca kelola membuahkan hasil yang baik, respon orang-orang pun sangat baik. Caca pun akhirnya merekrut seorang wanita untuk membantu dirinya mengelola toko bunga tersebut


Setiap malam tiba sesekali Caca memandang foto Daniel yang berada di ponselnya, hanya dengan cara tersebut Caca bisa selalu mengingatkan hatinya bahwa laki-laki tersebut adalah orang yang paling jahat di dunia ini


"Aku sudah memaafkan semua kesalahan kamu kak, tapi aku juga berharap semoga kita ga akan pernah ketemu lagi di dunia ini. Tapi jika takdir memilih untuk mempertemukan kita lagi suatu saat nanti, aku cuma bisa berharap semoga saat itu kita akan menjadi dua orang yang tak saling mengenal"

__ADS_1


__ADS_2