
Semua anggota keluarga Perdana tak ada yang mau mengalah dan meninggalkan rumah sakit, semua berjaga di sana menanti Faizal membuka kedua bola matanya. Bahkan Sindy yang kini sudah menjadi calon istri dari Rizal pun sudah berada di sana
Antara semua orang yang berada di sana mama Diana lah yang terlihat paling terpukul, bukan hanya karena dia yang membawa anak itu untuk bermain di luar rumah. Tetapi dia merasa ketakutan bila anak tersebut tak mau membuka kedua bola matanya, dia takut bila anak itu akan mengikuti jejak buah hatinya
Caca yang kini sudah merasa menjadi seorang ibu entah mengapa bisa merasakan perasaan mama Diana saat itu, Caca pun mulai mendekati mama Diana dan mendudukkan tubuhnya di samping mama Diana
"Apa ga sebaiknya mama pulang aja sama papa? supaya mama bisa istirahat, aku lihat mama sepertinya sudah lelah"
Mama Diana menatap ke arah Caca dengan sayu
"Tolong izinkan mama tetap ada di sini sampai Ical membuka matanya, mama benar-benar takut." dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca
Caca pun langsung memeluk tubuh mama Diana dengan sangat erat
"Sebenarnya mama kenapa? dokter bilang keadaan Ical sudah membaik mah, kenapa mama kelihatan begini? mama jangan salahkan diri mama untuk kejadian ini mah," dengan suara yang bergetar
Tangisan mama Diana pun pecah di dalam pelukan Caca, dan hal tersebut membuat semua orang yang berada di sana menatap ke arah mereka dengan perasaan bingung
"Mama cuma takut kehilangan Ical seperti mama kehilangan anak kandung mama Ca," dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan
Caca melepaskan pelukannya karena merasa terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar, sedangkan papa Restu langsung berjalan menghampiri mereka dengan wajah serius
"Apa maksud kamu mah? tadi kamu bilang anak kandung kamu? apa maksud semua itu?" penuh penekanan
Mama Diana menatap ke arah suaminya dengan air mata yang mengalir semakin deras sambil menganggukkan sedikit kepalanya
"Anak apa? aku menikah dengan kamu saat kamu masih bersih dan sampai detik ini kamu ga pernah hamil, kenapa kamu bisa bilang seperti tadi?"
Caca yang melihat sang papa sedang terpancing emosi memilih untuk langsung berdiri dan memegang tangan sang papa
__ADS_1
"Sabar pah, kita dengar dulu penjelasan mama. Papa harus jaga emosi papa"
Papa Restu menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi rasa jengkel yang sedang dia rasakan, tetapi tatapan matanya tetap tertuju ke arah satu orang yaitu mama Diana
"Aku pernah hamil pah"
Papa Restu mengerutkan keningnya tanda dia meminta sebuah penjelasan dari sang istri
"Aku juga baru tau kalau saat itu aku sedang hamil bertepatan dengan saat Caca terlibat kasus kecelakaan itu pah," meneteskan air matanya dengan deras
FLASH BACK
Saat mendengar Caca sang buah hati sebagai tersangka utama kasus kecelakaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia, saat itu dunia papa Restu seakan menjadi berantakan
Hampir di setiap harinya papa Restu selalu di sibukkan dengan mencari berbagai cara agar bisa menyelamatkan sang buah hati, dan di suatu pagi mama Diana merasa tak enak badan. Dengan di antar seorang supir mama Diana pergi memeriksa kesehatan nya ke rumah sakit
Ternyata sebuah kabar gembira di dapatkan mama Diana saat itu, dia mendapatkan kabar bahwa sesuatu yang sudah lama mereka tunggu akhirnya datang. Malam itu papa Restu pulang dalam keadaan tak baik-baik saja, karena dia mendengar kabar bahwa pihak korban tak mau di ajak berdamai
"Sebaiknya besok aja aku sampaikan kabar baik ini, sekarang papa kelihatan sedang terpukul. Semoga besok saat aku sampaikan kabar baik ini papa bisa menjadi sedikit bahagia"
Malam itu terlewati begitu saja tanpa pernah ada yang atau apa yang akan terjadi esok hari, saat pagi menyapa mama Diana melihat sang suami sedang duduk di sofa di dalam kamar mereka seperti menanti kabar dari seseorang. Hal tersebut dapat terlihat jelas dari mata papa Restu yang selalu memeriksa ponselnya
Setelah memantapkan hatinya mama Diana mulai melangkahkan kakinya ke arah sang suami dan berdiri tepat di samping sang suami
"Pah ada kabar baik yang harus aku sampaikan ke kamu," dengan lembut
Papa Restu hanya terdiam dan menatap ke arah mama Diana, melihat keadaan papa Restu yang lebih baik mama Diana memutuskan untuk duduk di samping papa Restu dan tiba-tiba saja ponsel papa Restu pun berdering
Gerakan tangan papa Restu yang sangat cepat sedikit mendorong kaki mama Diana, secara spontan gerakan tubuh mama Diana menjadi tak stabil dan membuat mama Diana menjadi jatuh terduduk dengan cukup kuat
__ADS_1
"Kamu ga apa mah?" membantu mama Diana untuk bangkit dan membantu agar duduk di atas sofa
Mama Diana hanya terdiam karena dia mulai merasakan bahwa perutnya terasa sakit, papa Restu segera meraih ponselnya dan menerima panggilan telepon tersebut
"Ya"
"Kakak korban sudah kembali ke kota ini pak, saya sedang berusaha mengatur waktu hari ini agar bapak bisa bertemu dengan kakak korban"
"Terima kasih pak, bagaimana kalau saya ke kantor bapak aja sekarang?"
"Silahkan pak"
Tanpa melihat keadaan mama Diana yang sudah mulai meringis kesakitan papa Restu langsung keluar dari kamar mereka, dan akhirnya mama Diana harus kehilangan sang buah hati yang belum sempat terlahir ke dunia ini untuk selamanya. Itulah kisah mama Diana yang selama ini terpendam akhirnya terungkap semuanya
FLASH OFF
Papa Restu hanya bisa diam membeku mendengar penjelasan dari sang istri, sedangkan Caca yang kini sudah menjadi seorang bisa merasakan perasaan mama Diana saat itu. Caca langsung duduk di samping mama Diana dan memeluk tubuh mama Diana dengan erat
"Maafin Caca ya mah, karena Caca mama harus melalui itu semua." meneteskan air matanya
Mama Diana hanya terdiam dan menangis dengan hebatnya di dalam pelukan Caca, Caca terus memeluk tubuh mama Diana dengan erat hingga mama Diana mulai terlihat tenang. Caca pun menatap jauh ke dalam mata mama Diana agar mereka bisa bicara dari hati ke hati
"Kalau mama ga keberatan, apa mama mau anggap aku sebagai anak kandung mama?mungkin aku ga akan pernah bisa menggantikan posisi anak kandung mama, tapi aku harap kehadiran aku dan Ical bisa membuat hati mama sedikit terhibur." tersenyum dengan tulus
Mama Diana hanya bisa terdiam sambil menatap ke arah Caca dengan perasaan haru
"Aku kehilangan anak aku, dan apa sekarang aku mendapatkan anak sekaligus cucu secara bersamaan?"
"Mama jangan sedih lagi ya mah, ada aku dan Ical yang selalu sayang sama mama." dengan tulus
__ADS_1
"Apa mama masih boleh anggap kamu sebagai anak kandung mama sendiri?" lirih
"Aku selalu anggap mama sama seperti mama kandung aku sendiri kok mah," tersenyum dengan tulus