Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Harapan Daniel


__ADS_3

Daniel kehilangan seluruh kekuatan yang dia miliki dengan keputusan yang Caca ambil saat itu, satu-satunya cahaya yang dia miliki di dalam hatinya seolah padam di hempas kesalahan yang telah dia lakukan di masa lalu. Ingin sekali rasanya saat itu dia memaksa Caca untuk tetap berada di sampingnya, tetapi hatinya menolak untuk menyakiti wanita tersebut lebih jauh


Dengan hati yang hancur Daniel pun meninggalkan ruang rawat Caca, hingga Daniel menghilang dari pandangan mata Caca tetap berpegang pada pilihan yang dia ambil. Caca hanya memandangi punggung Daniel yang dia rasa untuk terakhir kalinya


"Hubungan yang di mulai tanpa di dasari rasa cinta hanya akan saling menyakiti satu sama lain, hati aku benar-benar sakit melihat kamu seperti itu kak. Tapi aku juga ga bisa melakukan kesalahan yang sama dua kali, tolong maafin aku yang sudah berbohong sama kamu kak. Aku harap kita berdua ga akan pernah di pertemukan lagi di masa depan"


Setelah kepergian Daniel satu persatu orang mulai kembali ke ruang rawat Caca, saat itu wajah Caca benar-benar menunjukkan bahwa dia sedang bersedih. Sindy pun langsung mendudukkan tubuhnya di samping Caca dan menggenggam tangan Caca dengan erat


"Apa kamu yakin dengan keputusan yang kamu ambil Ca? masih belum terlambat untuk merubah keputusan kamu Ca? yang mbak lihat saat ini kalian berdua hanya saling menyakiti." dengan lembut


"Aku ga bisa mbak, dia datang ke aku karena perasaan bersalah bukan karena perasaan cinta. Dan saat ini aku ga boleh memikirkan diri aku sendiri mbak," lirih


"Tapi dia juga punya hak Ca dan suatu saat nanti dia pasti tau"


"Biar waktu dan takdir yang menentukan nasib kami berdua mbak," tersenyum getir


FLASH BACK


Hari itu dokter menyatakan bahwa keadaan Caca baik-baik saja karena mereka sudah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh atas perintah seseorang, dan saat sang dokter keluar dari ruangan Caca sang dokter sengaja tak menutup rapat pintu ruang tersebut atas perintah orang yang berada di luar. Orang tersebut adalah yang tak sengaja menabrak Caca


Di dalam ruangan tersebut mereka kembali membahas apa yang dokter sampaikan, bahwa kandungan Caca benar-benar dalam keadaan lemah. Mereka sudah melakukan segala upaya terbaik yang mereka bisa, dan untuk mempertahankan bayi tersebut Caca harus melakukan bed rest


Mereka juga kembali membahas tentang Daniel yang telah beberapa kali datang ke rumah Sindy untuk menanyakan keberadaan Sindy, di saat itu Sindy mengatakan dengan jelas agar Daniel tak mengetahui tentang kehamilan nya. Dan di saat itulah sang pria yang sedari tadi mencuri dengar percakapan mereka masuk ke dalam ruangan tersebut

__ADS_1


"Maaf kalau saya mencuri dengar pembicaraan kalian dari luar, tapi kalau di izinkan saya bisa membantu apa yang kamu inginkan." dengan yakin


Semua mata langsung tertuju ke arah pria muda yang baru saja memasuki ruangan tersebut dan pria muda tersebut bernama Yudha


"Maaf tapi anda siapa?"


"Sebelumnya saya harus memohon maaf kepada kalian semua yang ada di sini, karena saya yang menyebabkan dia bisa ada di sini." menundukkan sedikit kepalanya


Di saat semua orang langsung memasang wajah menahan amarah, lain hal dengan Caca saat itu karena dia lebih merasa tertarik akan ucapan dari pria tersebut


"Apa maksud omongan kamu tadi?"


"Saya bisa membuat seperti yang kamu inginkan," penuh keyakinan


Dokter yang memeriksa Caca memberitahukan kepada pria tersebut bahwa Caca saat itu sedang hamil, dia memerintahkan semua orang untuk tutup mulut tentang kehamilan Caca setelah dia memeriksa data Caca yang masih berstatus lajang


"Kalau kamu mau saya bisa membuat laporan bahwa kamu mengalami keguguran karena kecelakaan tadi"


"Apa ini jalan yang Tuhan berikan? kalau dia benar-benar mencari aku pasti ga akan lama lagi dia bisa menemukan aku, aku harus memastikan terlebih dahulu ini semua hanya sebuah perasaan bersalah atau memang ada aku di hati dia"


"Bagaimana?"


"Apa kamu bisa lakukan itu?" menatap ke arah Yudha dengan serius

__ADS_1


Yudha pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, karena bagaimana pun juga itu bukanlah hal yang sulit bagi dirinya


"Tolong aku," menatap ke arah Yudha penuh harap


Dalam sekejap mata catatan medis tentang Caca pun sudah berubah, hal tersebut langsung di laporkan kepada Abian oleh anak buah mereka berada di sana


FLASH OFF


Sindy pun akhirnya memutuskan untuk menghargai keinginan Caca, karena bagaimana pun juga hanya Caca yang tau persis apa yang dia rasakan di dalam hatinya


Sedangkan keadaan Daniel saat itu menjadi tak menentu, bahkan Daniel yang sedang mengendarai mobilnya tak sadar bila kecepatan mobilnya saat itu sudah di luar batas


"Rasanya aku mau mengerahkan semua yang aku bisa untuk memaksa kamu ada di samping aku selamanya, tapi aku ga bisa lakukan itu. Aku ga punya keberanian sedikit pun untuk menyakiti hati kamu lagi" meneteskan air matanya


"Seandainya ada kehidupan selanjutnya aku harap aku tidak mengenal kamu Ca, supaya aku ga ada kesempatan sama sekali menyakiti hati kamu"


Semakin lama mobil yang di bawa oleh Daniel pun semakin melaju dengan sangat cepat dan sampai pada satu titik Daniel tak lagi bisa mengendalikan mobil tersebut, mobil tersebut akhirnya menghantam pembatasan jalan dengan sangat kuat hingga mobil tersebut terguling beberapa kali


Daniel tak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali karena rasa sakit yang bukan main, Daniel hanya bisa melihat darah segar mengalir di beberapa tempat di bagian tubuhnya


"Apa aku harus berakhir di sini? mungkin ini cara Tuhan membalas kesalahan aku menghancurkan hidup seorang gadis, jika kehidupan berikutnya memang ada aku harap aku ga mengenal kamu atau mengingat kamu sama sekali Ca. Dengan begitu aku ga akan ada kesempatan untuk menyakiti hati kamu"


Secara perlahan Daniel mulai menutup kedua bola matanya dan kesadarannya pun benar-benar menghilang, di tempat yang berbeda entah mengapa Caca merasakan ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya. Secara tiba-tiba dia merasakan dadanya terasa sakit tanpa sebab

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba perasaan aku jadi begini? apa yang sebenarnya udah terjadi? aku ingat banget aku pernah merasakan perasaan seperti ini saat mama menyeberangi jalan, dan itu menjadi saat terakhir aku melihat mama. Aku memang ga tau apa yang terjadi di luar sana, tapi aku memohon kepada Mu Tuhan tolong jaga siapa pun orang di luar sana yang dekat sama aku. Karena aku ga mau kehilangan seseorang yang berharga di dalam hidup aku lagi."


__ADS_2