Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Memberikan Kebahagiaan


__ADS_3

Daniel menggenggam salah satu tangan Caca dengan menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan satunya dia gunakan untuk bekerja. Caca pun tak enak hati karena secara otomatis sudah mengganggu pekerjaan Daniel


"Apa ga sebaiknya kamu lepasin tangan aku kak? kalau begini kamu ga bisa maksimal kerjanya"


Daniel hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya dan kedua bola matanya tetap fokus dengan laptop yang ada di hadapannya, Caca yang sedikit penasaran pun melirik sekilas ke arah laptop Daniel dan ternyata Daniel sedang memeriksa laporan perusahaan


Caca yang merasa tak enak hati pun segera menarik paksa tangannya dan bangkit dari duduknya, secara spontan Daniel pun langsung menatap ke arah Caca dengan tatapan mata bingung


"Aku duduk di sofa aja kak, gimana juga itu rahasia perusahaan kamu. Jadi aku ga boleh lihat itu"


Daniel yang merasa gemas pun menarik tangan Caca hingga Caca jatuh ke pangkuan Daniel


"Kak kamu ngapain sih?" tanya Caca sambil menatap tajam


"Aku cuma mau kamu lihat dan tau apa yang lagi aku kerjain" ucap Daniel dengan santai


"Ya tapi ga usah begini juga kak, gimana kalau sampai ada orang yang tiba-tiba masuk ke sini?"


Daniel menatap ke arah wajah Caca yang saat itu berjarak sangat dekat dengan wajahnya, Caca pun langsung membuang pandangan matanya ke sembarang arah. Dengan lembut Daniel memegang kedua pipi Caca agar pandangan mata mereka bisa saling bertemu


"Pertama ga akan ada satu pun orang berani masuk ruangan ini tanpa izin dari aku, kedua kalau pun ada yang berani lakuin itu memang kenapa? karena kamu adalah calon nyonya besar di tempat ini. Ketiga jangan pernah merasa ga enak hati saat melihat apapun tentang pekerjaan aku Ca, karena bagi aku semua yang aku punya itu punya kamu Ca." ucap Daniel dengan lembut


Caca terlihat mencebik bibirnya tanda dia sedikit tak percaya dengan semua ucapan Daniel


"Kenapa begitu mukanya? kamu ga percaya?"


"Gimana kalau aku sampai bocorin rahasia perusahaan kamu ke lawan bisnis kamu?"


"Aku yakin kamu ga akan lakuin itu sayang, masa kamu mau hancurin masa depan yang lagi aku bangun untuk Ical"


Mendengar ucapan Daniel yang seperti itu membuat Caca langsung memasang wajah datar

__ADS_1


"Apa maksud kamu kak? kenapa kamu bilang ini untuk Ical?"


Tiba-tiba saja Daniel mencium pipi Caca dengan lembut dan hal tersebut berhasil membuat Caca membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna


"Karena saat kamu nanti jadi istri aku berarti Ical akan jadi anak pertama dari Daniel Putra Perkasa, yang secara otomatis dia akan jadi penerus aku selanjutnya sayang." ucap Daniel dengan lembut


Caca pun langsung menatap Daniel dengan tatapan mata curiga, Daniel yang mengetahui hal tersebut langsung membuka suara


"Aku ga mau membuat Ical sedih di masa depan nanti Ca, jadi berapa pun anak yang kita punya setelah kita menikah nanti. Ical tetap akan jadi anak pertama aku dan menjadi penerus aku yang selanjutnya." ucap Daniel penuh keyakinan


Hati Caca langsung merasa luluh akan semua sikap dan ucapan Daniel, hati kecil Caca tak bisa berbohong bila saat itu dia benar-benar merasa bahagia akan pilihan yang dia ambil. Dan Caca pun langsung memeluk tubuh Daniel dengan erat tanpa mengeluarkan suara apapun


"Terima kasih kak, sekarang aku semakin yakin dengan pilihan yang aku ambil. Semoga kamu selamanya bisa membuat aku dan Ical bahagia"


Daniel seperti paham apa yang ada di dalam benak Caca pada saat itu, dia pun membalas pelukan Caca dengan lembut


"Nanti kita jemput Ical buat makan malam di luar ya"


Daniel dan Caca sedang merasakan indahnya kebersamaan mereka, Daniel boleh saja masih berbohong dia sudah mengingat semuanya tetapi tak ada sedikit pun niat Daniel untuk menyakiti hati Caca. Daniel bahkan semakin yakin dengan perasaan yang dia miliki untuk Caca


Sedangkan di luar sana Vivian sedang bertemu dengan seorang pria yang bisa di bilang sudah cukup dewasa dan memiliki aura yang sangat menakutkan


"Lalu apa yang bisa kamu beri ke saya?"


"Saya akan membayar berapa pun nominal yang kamu berikan," ucap Vivian penuh keyakinan


Pria tersebut pun tersenyum jahat sambil menatap ke arah Vivian dengan lekat


"Bagaimana kalau bayaran yang saya mau bukan berupa uang?"


Vivian langsung memahami arah pikiran pria tersebut dan tersenyum dengan sangat manis

__ADS_1


"Mau di lakukan di mana?"


Pria tersebut pun tersenyum dengan sangat puas karena dengan mudahnya Vivian memahami apa yang dia inginkan, tanpa menunda waktu pria tersebut membawa gadis cantik tersebut ke sebuah ruangan yang di jadikan untuk tempat beristirahat


Vivian adalah seorang pemain handal bukan hal yang sulit bagi dirinya memuaskan keinginan pria tersebut, sang pria pun terlihat sangat menikmati semua permainan yang Vivian lakukan. Sedangkan Vivian hanya melakukan itu semua demi mencapai tujuan yang dia inginkan


"Aku akan lakukan apapun untuk membuat kalian berpisah, bila aku ga bisa mendapatkan Daniel maka kamu juga ga boleh mendapatkan dia. Karena belum pernah ada kata kalah di dalam kamus Vivian"


Vivian membiarkan tubuhnya di jamah oleh laki-laki yang baru saja dia kenal hanya demi rasa sakit hati yang dia rasakan, permainan panas terus berlanjut sepanjang hari karena pria tersebut tak ingin apa yang sudah tersaji terbuang sia-sia


Sedangkan di tempat yang berbeda Daniel baru saja tiba di kediaman keluarga Perdana dia langsung di sambut oleh jagoan kecilnya


"Om Daniel"


"Hai jagoan, udah siap?"


Faizal pun menganggukkan kepalanya dengan senyuman bahagia menghiasi bibirnya


"Jalan yuk"


"Ya om"


Mereka bertiga pergi layaknya keluarga kecil yang bahagia, tak ada lagi guratan kesedihan yang Faizal tunjukkan di hadapan Caca dan Daniel. Anak polos itu selalu tersenyum bahagia saat berada di dekat Daniel


Mungkin darah memang selalu akan lebih kental dari pada air, hal tersebut yang membuat Faizal benar-benar merasa nyaman berada di dekat Daniel. Anak polos itu bahkan mulai merasa lebih nyaman bersama Daniel dari pada Yudha yang selama ini dia anggap ayah kandung nya


Malam yang indah sengaja di ciptakan oleh Daniel untuk kedua orang paling berharga di dalam hidupnya tersebut, Daniel membawa mereka makan ke sebuah tempat yang sangat mewah dan menyajikan pemandangan malam dari kota itu. Daniel juga membawa mereka ke sebuah tempat dan di akhiri dengan pesta kembang api yang telah dia siapkan


"Wah mah kembang api," ucap Faizal bersemangat sambil tertawa lepas


Caca hanya bisa tersenyum bahagia melihat buah hatinya terlihat sangat bahagia, Caca bahkan belum pernah melihat buah hatinya seperti itu. Caca pun langsung menatap ke arah Daniel yang saat itu sedang mengajak Faizal berbincang

__ADS_1


"Terima kasih kak, terima kasih karena sudah memberikan kebahagiaan di dalam hidup kami"


__ADS_2