Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Will You Marry Me


__ADS_3

Vivian yang sudah kehabisan akal kembali menemui seseorang yang telah berjanji untuk membantu dirinya dengan bayaran yang tak masuk akal


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya pria itu dengan nada suara yang dingin


"Seharusnya saya yang bertanya sama kamu, kenapa sampai detik ini perempuan itu masih baik-baik saja? padahal saya sudah memberikan apa yang kamu mau." ucap Vivian sambil menatap tajam


"Bilang aja karena kamu sudah gagal membujuk perempuan itu melepaskan Daniel dengan uang, makanya kamu datang lagi ke sini." ucap pria tersebut dengan senyuman sinis


Vivian pun hanya bisa terdiam sambil menatap tajam ke arah pria tersebut


"Kenapa dia bisa tau? berarti selama ini dia ikuti aku atau perempuan itu?"


Pria tersebut seolah memahami apa yang ada di dalam pikiran Vivian pada saat itu, pria tersebut langsung bangkit dari duduknya dan mengambil sebuah amplop coklat di dalam meja kerjanya lalu melemparkan amplop tersebut ke atas meja di dekat Vivian


"Buka"


Vivian pun mulai membuka amplop coklat tersebut, dan mulai memperhatikan foto-foto yang ada di dalam amplop tersebut. Di dalam amplop tersebut terdapat banyak sekali foto Caca yang sedang melakukan banyak hal


"Jadi ternyata dia sedang mengintai perempuan itu" bathin Vivian sambil tersenyum puas


"Apa kamu ga bisa lihat kalau perempuan itu selalu mendapatkan pengawalan yang ketat?"


Vivian hanya terdiam sambil menatap dengan tajam


"Di lihat sepintas pun saya yakin bila para pengawal tersebut adalah orang-orang yang terlatih"


"Jadi kamu menyerah?" tanya Vivian dengan tegas


Pria tersebut pun tersenyum penuh arti

__ADS_1


"Selama hidup saya belum ada sejarahnya saya tidak melakukan apa yang sudah saya janji kan, kamu tinggal tunggu kabar baik dari saya." ucap pria tersebut penuh keyakinan


Vivian pun tersenyum penuh kemenangan dan lagi-lagi pria tersebut meminta bayaran dari Vivian dengan cara yang sama dengan cara yang sebelumnya, Vivian yang sudah gelap mata pun mengikuti semua keinginan pria tersebut hanya demi menghancurkan hidup Caca


Detik demi detik terus berlalu, setelah pertengkaran kecil antara Daniel dan Caca seharian penuh Daniel sama sekali tak menghubungi Caca. Bahkan di hari berikutnya pun Daniel tak menghubungi Caca atau menemui dirinya


Lambat laun hati Caca pun mulai merindukan sosok orang yang belakangan ini selalu membuat dia bahagia dan merasa nyaman, Caca pun sudah mencoba untuk menghubungi Daniel dan panggilan telepon tersebut di abaikan oleh Daniel. Dan hati Caca pun di buat semakin tak menentu


Seharian penuh Caca di buat tak tenang dengan sikap Daniel yang terkesan menghindari dirinya setelah pertengkaran kecil mereka, Caca pun mencoba kembali untuk menghubungi Daniel dan Daniel tetap mengabaikan panggilan telepon dari Caca


"Apa mungkin dia lagi sakit? tapi kalau cuma sakit kenapa ga mau angkat telpon aku? apa dia benar-benar marah sama aku? akh!! kenapa juga aku harus marah-marah cuma karena dia ga melamar aku dengan cara yang romantis?" bathin Caca


Tiba-tiba saja ponsel Caca pun mulai berdering, dengan penuh semangat Caca melihat ponselnya dan berharap panggilan telepon tersebut berasal dari Daniel. Dan Caca pun hanya bisa merasa sedikit kecewa karena panggilan telepon tersebut berasal dari Sindy


"Halo mbak"


"Kamu ada di mana Ca?"


"Nanti malam ikut mbak ya, kita mau bikin acara bridal shower"


"Apa ga salah mbak?" tanya Caca dengan serius


"Kenapa Ca?"


"Acara pernikahan mbak itu tinggal menghitung hari loh"


"Yah mau gimana lagi dong? habis waktunya juga baru kebagian sih, ini juga di siapin sama kak Rizal kok. Jadi kamu harus ikut ya"


"Ya udahlah aku ikut aja, lumayan buat membuang rasa penat"

__ADS_1


"Oke mbak"


Caca memang menerima itu semua tanpa tau apa yang sebenarnya akan terjadi, dia hanya tak ingin membuat Sindy kecewa dan sekaligus membuang rasa penat yang sedang dia rasakan karena ulah Daniel


Saat waktunya tiba Caca di jemput oleh seseorang yang mengatakan bahwa dia adalah orang yang di perintahkan oleh Sindy untuk menjemput Caca, di sepanjang perjalanan orang tersebut hanya diam dan tak banyak bicara dan orang tersebut membawa Caca ke sebuah dermaga


"Maaf pak tapi apa bapak yakin acaranya di sini?"


"Ya bu, itu kapal yang di pakai ibu Sindy untuk acaranya." ucap sang supir sambil menunjuk sebuah kapal pesiar yang sangat mewah


Caca pun turun dari dalam mobil tersebut dengan hati yang semakin tak menentu


"Astaga kak Rizal baik banget sih, cuma untuk acara seperti ini aja sampai menyewa sebuah kapal pesiar segala. Sedangkan kak Daniel habis melamar dengan cara yang ga romantis, sekarang malah menghilang entah kemana" bathin Caca sambil memandang kagum ke arah kapal


Sindy pun terlihat melambaikan tangannya dari atas kapal tersebut dan Caca pun membalas dengan lambaian tangannya dan senyuman tipis, Caca pun mulai naik ke atas kapal tersebut dan melihat beberapa orang yang tidak dia kenal lalu mulai menghampiri Sindy


Kapal itu pun mulai berjalan dan mereka mulai asik dengan rangkaian acara, semua terlihat bahagia dan Caca yang kembali teringat akan Daniel memilih untuk sedikit menjauh dari kerumunan. Caca mulai melangkahkan kakinya ke arah haluan kapal dan menikmati pemandangan laut pada malam itu


"Kamu sebenarnya ada di mana sih kak? apa karena marah kamu jadi menghindar dari aku? aku kangen kamu kak"


Caca pun mulai di kejutkan oleh ledakan kembang api yang menghiasi langit malam itu, melihat kembang api yang menghiasi langit Caca pun semakin teringat dengan Daniel


Tiba-tiba saja kedua bola mata Caca membulat dengan sempurna saat melihat sebuah tulisan di antara kembang api yang lainnya, dan kata-kata yang tertulis adalah I LOVE CA dan WILL YOU MARRY ME


Caca hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena merasa terkejut dengan semua tulisan yang ada, tiba-tiba saja Daniel mulai berlutut tepat di samping Caca sambil membawa sebuah buket bunga mawar dan sebuah kotak yang berisikan sebuah cincin yang sangat indah


"Maaf ya karena waktu itu aku ga paham maksud kamu, apa dengan cara begini kamu bersedia jadi pendamping hidup aku untuk selamanya Ca? aku memang ga bisa janji untuk selalu menemani kamu selama kamu masih bernafas, tapi aku berjanji akan selalu menemani kamu selama aku masih bernafas"


Air mata Caca pun terjatuh dengan sendirinya, dan tiba-tiba saja entah dari mana datangnya sudah banyak sekali orang yang Caca kenal berada di sekitar mereka. Mereka pun mulai berteriak agar Caca menerima lamaran Daniel

__ADS_1


"Aku Daniel Putra Perkasa berjanji selama aku masih bernafas hanya akan mencintai kamu wahai Marisa Putri Perdana, will you marry me?"


Caca pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, Daniel pun memakaikan cincin yang telah dia siapkan di jari manis Caca. Daniel pun mulai bangkit dan memeluk tubuh Caca dengan erat, sedangkan Caca hanya bisa menangis haru di dalam pelukan Daniel


__ADS_2