Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Sandiwara Yang Sempurna


__ADS_3

Siska masih memasang wajah sombongnya tapi lain hal dengan Leo, sebagai sesama pebisnis sudah pasti Leo akan segera mengetahui siapa orang yang sedang menggenggam tangan Caca


"Oh, jadi kamu orang yang habiskan hari kamu sama teman aku?" tersenyum mengejek


Leo pun langsung menatap tajam ke arah Siska


"Diam!! kalau kamu ga kenal siapa dia lebih baik kamu diam," penuh penekanan


"Tapi sayang..."


Leo pun melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Siska dan membuat Siska langsung terdiam tak berdaya, dengan senyuman yang ramah langsung terlihat di wajah Leo dan tanpa rasa malu sama sekali dia pun melangkahkan kakinya ke arah Daniel


"Pak Daniel kenalkan saya Leo dari..." mengulurkan tangannya


"Saya ga perlu kenal sama orang yang tidak penting bagi hidup saya, tapi ingat ajarkan wanita kamu untuk menghargai orang saya. Atau saya akan membuat seluruh keluarga kalian tidak bisa bertahan lagi di kota ini," dengan tegas


Tanpa menunda waktu Daniel langsung melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu dengan tangan yang terus menggenggam tangan Caca, Daniel membawa Caca masuk ke dalam mobilnya dan bodohnya saat itu detak jantung Caca berdebar dengan sangat cepat


"Astaga Ca, kendalikan hati kamu. Pak Daniel melakukan ini cuma karena ga mau bawahan dia di hina orang lain"


Daniel tanpa banyak bicara bergerak seolah akan memeluk tubuh Caca yang kini sudah duduk di sampingnya, hal tersebut membuat detak jantung Caca berdetak semakin cepat lagi


"Terlalu dekat, aduh jantung aku rasanya mau meledak"


Entah sudah semerah apa wajah Caca saat itu dan Daniel pun dapat tersenyum puas di dalam hatinya, karena akhirnya dia mulai bisa mendapatkan hati Caca


"Lain kali kalau naik mobil langsung pakai sabuk pengaman"


"Baik pak, dan terima kasih pak untuk bantuan bapak tadi"


"Kamu memang orang saya, jadi saya ga mau ada orang lain yang menindas kamu seenaknya." tersenyum


"Astaga aku baru sadar kalau pak Daniel yang lagi senyum ternyata ganteng banget"

__ADS_1


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pak"


Daniel pun membalas dengan senyuman yang sangat menawan


"Mungkin bagi bapak itu hal yang biasa, tapi bagi saya itu sesuatu yang tak bisa terbayar dengan apapun pak. Karena aku bisa menatap kedua orang tadi tanpa rasa takut sama sekali"


Sepanjang perjalanan detak jantung Caca benar-benar tak bisa di kendalikan, entah sudah keberapa kalinya Caca coba memastikan kembali alasan jantung nya berdetak dengan sangat cepat dengan cara mencuri pandang ke arah Daniel


"Siapa mereka tadi?"


"Itu pak..."


Caca tampak ragu untuk menjelaskan tetapi Daniel tampak seperti menunggu penjelasan dari Caca, sedangkan sesungguhnya Daniel hanya berpura-pura karena tidak ada satu pun tentang Caca yang tidak dia ketahui


"Sahabat saya dan mantan tunangan saya pak"


Daniel pun melirik sekilas ke arah Caca dan entah mengapa dia bisa merasakan perasaan Caca saat itu


"Ternyata dia ga lebih seorang laki-laki bodoh," dengan santai


"Ya masa dia lepas kamu cuma untuk perempuan kayak tadi" menatap ke arah Caca sambil tersenyum


"Tolong pak jangan buat jantung saya meledak dengan senyuman bapak"


Caca yang tak berani menatap Daniel lebih lama pun memutuskan untuk menundukkan kepalanya dan berusaha keras untuk mengatur detak jantung nya, hingga mereka tiba di kantor pun Caca masih setia dengan posisi yang sama. Daniel pun merasa semakin yakin bahwa Caca sudah mulai tertarik kepada dirinya


"Apa saya ga lebih baik dari laki-laki tadi?" menatap serius ke arah Caca


Pertanyaan yang Daniel lontarkan pun membuat dia harus menatap ke arah Daniel


"Maksud bapak?"


"Apa saya ga lebih baik dari laki-laki tadi? baik dari penampilan ataupun yang lainnya"

__ADS_1


"Menurut saya bapak lebih baik dari segala hal di banding orang itu pak," tersenyum


"Berarti apa saya masih punya kesempatan buat merebut hati kamu dari laki-laki tadi?"


Daniel benar-benar mengucapkan itu semua tanpa rasa ragu sama sekali, hal tersebut membuat Caca benar-benar bingung harus berbuat apa. Walaupun sudah pasti itu semua Daniel lakukan untuk memiliki hati Caca sepenuhnya


"Itu pak.. Saya..."


Daniel pun tersenyum tipis dan meletakkan tangannya di ujung kepala Caca dengan lembut


"Ga usah di jawab sekarang, saya akan tunggu sampai kamu benar-benar siap membuka hati kamu lagi"


Sandiwara yang Daniel mainkan benar-benar sempurna hingga Caca yang pernah meneguhkan hatinya untuk tak mudah percaya dengan laki-laki lain pun mulai menjadi goyah


Hari demi hari terus berlalu Daniel pun semakin gencar menjalankan aksinya untuk mendekati Caca, bahkan Daniel hampir setiap hari akan menjemput dan mengantarkan Caca kembali ke rumah Sindy


Sindy awalnya benar-benar merasa curiga akan sikap seorang Daniel Putra Perkasa yang terkenal sangat sulit untuk di dekati para wanita, tetapi Daniel benar-benar memainkan peran nya dengan sangat baik. Dan Sindy pun hanya bisa merasa ikut bahagia karena Caca bisa melupakan Leo sepenuhnya


Sedangkan di seberang sana ada Rizal yang sedang merasa patah hati karena mendengar kabar kedekatan Caca dan Daniel, kabar tersebut dia dapatkan dari Adel yang mendengar langsung dari mulut Caca. Rizal pun memutuskan untuk tak mengganggu lagi hubungan mereka, dia bahkan berhenti mengirimkan buket bunga mawar kepada Caca


Saat weekend tiba Daniel pun menjemput Caca ke rumah Sindy, dia memutuskan untuk menjadikan Caca kekasihnya pada hari itu. Karena dia harus mulai melanjutkan rencana selanjutnya, sebuah rencana yang akan menyakiti mereka berdua pada akhirnya


Daniel membawa Caca ke sebuah restoran yang sangat ternama di kota itu, Caca pun sudah berhias secantik mungkin dan menggunakan gaun yang telah Daniel sediakan


Saat memasuki tempat itu Caca sedikit bingung karena tak ada satu pun pengunjung di tempat itu selain mereka, mereka pun mulai memesan makan malam sesuai selera mereka masing-masing. Saat mereka selesai menyantap makan malam mereka tiba-tiba saja Daniel menepuk tangannya seperti memberi kode kepada seseorang


Tiba-tiba saja suara denting piano mulai terdengar dan alunan musik pun mulai bermain, di tengah suasana yang sangat romantis itu Daniel membuka sebuah kotak yang berisikan sebuah kalung yang sangat mewah


"Apa kamu mau jadi pacar aku?"


Caca pun tersenyum bahagia dan menganggukkan kepalanya, Daniel mulai bangkit dari duduknya dan memakaikan kalung tersebut kepada Caca. Daniel pun mencium ujung kepala Caca dengan lembut


"Aku harap hati kamu cuma milik aku seutuhnya dan selamanya," dengan lembut

__ADS_1


"Aku harap kamu ga akan pernah menyakiti hati aku kak," berkaca-kaca


__ADS_2