Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Mencuri Hati


__ADS_3

"Aku akan minta pertanggung jawaban dari si perempuan kenapa anak aku bisa lahir tanpa aku tau? dan aku harus bertanggung jawab sebagai seorang ayah dengan baik, walaupun aku ga bisa membesarkan anak itu secara langsung." ucap Daniel penuh keyakinan


"Apa kamu ga ada niat untuk merebut anak itu pak?"


"Jadi itu yang membuat kamu khawatir saat aku bertemu anak kita ya Ca? bagaimana aku bisa sampai hati melukai hati kamu lagi Ca?"


Daniel pun menggelengkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Kenapa pak? bukankah bagi sebuah keluarga besar keturunan langsung pasti sangat berharga"


Daniel pun mengerutkan keningnya sambil menatap tajam ke arah Caca


"Kenapa aku ngerasa seperti tersangka utama nya ya Ca?" ucap Daniel dengan lembut sambil tersenyum


Caca pun langsung tersadar dan memberikan senyuman canggung


"Bukan gitu pak, aku kan mau tanya sesuatu secara detail. Ya kalau bapak keberatan untuk menjawab juga ga jadi masalah"


Caca langsung membuang pandangan matanya ke arah Faizal agar menghindari tatapan mata Daniel saat itu dan Daniel pun tersenyum tipis


"Dari pada mengambil anak itu kalau aku sih lebih memilih untuk mengejar ibunya lagi Ca," dengan lembut


Caca pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna dan langsung menatap ke arah Daniel dengan serius


"Kenapa begitu pak?"


"Coba kamu bayangkan aja Ca, kalau sampai ada anak di antara mereka berdua secara otomatis dulunya ada perasaan yang dalam antara mereka. Dari pada melukai perasaan si ibu dan anaknya lebih baik memiliki keduanya," tersenyum hangat


"Tapi gimana kalau ternyata hubungan awal mereka terjadi karena sebuah alasan pak? bukan karena yang namanya cinta." ucap Caca dengan serius


Kini Daniel yang membuang pandangan matanya ke arah Faizal sambil tersenyum tipis


"Aku ga tau kalau tentang orang lain Ca, tapi kalau kamu tanya ke aku ya aku pasti akan jawab dengan yakin"


Daniel kembali menatap ke arah Caca dan melihat jauh ke dalam mata Caca


"Apapun alasan yang ada di belakang itu semua, kalau aku bisa sampai berhubungan sejauh itu dengan seorang wanita berarti di dalam hati aku ada perempuan itu Ca." ucap Daniel penuh keyakinan


"Apa dulu di hati kamu juga ada aku kak? apa aku pernah jadi seseorang yang penting bagi kamu kak?"


"Apa semua pertanyaan tadi tentang kamu dan anak kamu Ca?"

__ADS_1


"Oh ga pak, itu aku cuma berandai-andai aja." tersenyum canggung


"Kamu tau Ca?"


Caca pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya dan Daniel pun tersenyum hangat


"Cuma laki-laki bodoh yang bisa melepaskan perempuan seperti kamu," ucap Daniel penuh keyakinan


Mama Diana berbasa-basi menawarkan Daniel untuk ikut malam di kediaman mereka, tetapi Daniel tanpa rasa malu dan tanpa rasa ragu menerima tawaran tersebut. Dan hasilnya makan malam di kediaman keluarga Perdana sedikit terasa canggung karena secara kebetulan Sindy serta sang calon suami ikut makan di tempat itu


Calon suami Sindy yang tak lain adalah Rizal terus memberikan tatapan membunuhnya ke arah Daniel yang terus saja memberikan perhatian kepada sang buah hati, Daniel menyadari tatapan mata Rizal sedari awal mereka bertemu tetapi Daniel memilih untuk seolah tak mengenal sosok Rizal sama sekali


Selepas makan malam Daniel pun berpamitan untuk pulang dan Rizal secara diam-diam mengikuti Daniel keluar dari kediaman keluarga Perdana


"Hei.."


Daniel pun segera menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Rizal yang semakin mendekat ke arah dirinya


"Kamu panggil saya?"


Rizal mulai menghentikan langsung kakinya saat berada tepat di hadapan Daniel


"Saya perlu bicara serius sama kamu," ucap Rizal dengan penuh penekanan


"Ada apa?"


"Apa kamu kenal saya?" ucap Rizal dengan serius


"Ya sama seperti kamu pasti mengenal saya, gimana juga kita momok besar di kota ini." ucap Daniel dengan santai


"Apa tujuan kamu mendekati orang-orang di rumah ini?"


"Saya ada kerja sama dengan Caca"


Wajah Rizal sudah mulai memerah menahan rasa amarahnya, tetapi dia juga tetap harus memilih kata-kata yang harus dia ucapkan. Dia hanya tak ingin Daniel tau akan masa lalu Daniel dan Caca, walaupun susah pasti itu semua hanya ada di dalam pikiran Rizal semata


"Kamu tau kan sebentar lagi saya akan menjadi bagian dari keluarga ini, jadi saya harap kamu ga punya niat buruk dengan salah satu anggota keluarga ini." ucap Rizal dengan tegas


"Walaupun menghancurkan kamu bukanlah hal yang mudah, tapi saya bersumpah saya akan membalas apapun niat buruk yang akan kamu lakukan dengan keluarga ini"


Daniel pun tersenyum tipis

__ADS_1


"Terima kasih karena selama ini kamu susah menggantikan saya menjaga mereka"


"Saya serius dengan ucapan saya!!"


Rizal merasa sedikit tersinggung karena Daniel malah tersenyum mendengar ancaman dari dirinya


"Kamu tenang aja saya ga ada niat buruk apapun dengan keluarga ini, bahkan saya akan menjadi orang yang berdiri paling depan saat ada yang berniat buruk dengan keluarga ini." ucap Daniel penuh keyakinan


"Maksud kamu?"


"Karena saya sedang berencana mencuri sesuatu dari keluarga ini, jadi saya ga akan izinkan orang lain berniat buruk dengan keluarga ini"


Rizal pun mulai mengepalkan kedua tangannya


"Jangan main-main dengan keluarga ini!! sampai kapan pun saya ga akan pernah izinkan kamu berbuat macam-macam dengan keluarga ini!!" penuh penekanan


Daniel pun mulai memasang wajah serius


"Saya ga pernah main-main dengan ucapan saya, saya memang berniat untuk mencuri hati Caca dan Faizal. Karena saya akan menjadikan mereka anggota keluarga saya untuk selamanya," ucap Daniel dengan penuh keyakinan


Tiba-tiba saja amarah Rizal pun menghilang entah kemana, Caca mungkin bisa dengan mudah di tipu oleh Daniel tapi Rizal bukanlah orang yang mudah untuk di tipu orang lain. Saat itu Rizal tak melihat sedikit pun keraguan dari ucapan dan sorot mata Daniel


"Apa kamu..."


"Tolong jangan beritahu apapun ke dia, saya bersedia menjadi sosok yang baru untuk mengobati hati dia yang terluka. Saya akan lakukan apapun untuk menebus semua kesalahan saya di masa lalu"


"Sejak kapan?" Rizal menatap Daniel dengan tajam


"Sejak Faizal mengalami kecelakaan"


Rizal langsung bangkit dari duduknya dan memberikan sebuah bogem mentah kepada Daniel


"Itu hukuman karena kamu menyakiti dia terlalu lama"


Bukannya merasa marah Daniel malah tersenyum


"Terima kasih karena selama ini kalian sudah menjaga dia dan anak kami dengan baik, tolong jadikan ini rahasia kita berdua"


"Mungkin itu memang pilihan terbaik, sampai selama ini Caca tetap tak bersedia membuka hati dia untuk orang yang baru" bathin Rizal


"Saya harap kamu ga akan pernah menyakiti Caca lagi, atau saya bersumpah kamu ga akan pernah bisa melihat Caca dan anak kalian lagi untuk selamanya"

__ADS_1


Daniel pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


__ADS_2