Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Hidup Dan Mati


__ADS_3

Caca pun menghabiskan waktu makan siang bersama Daniel dan Caca mulai terlihat bisa menerima keberadaan Daniel, ada sebuah perasaan yang tak bisa di ungkap dengan kata-kata di dalam lubuk hati Daniel pada saat itu


Saat makan siang mereka datang tiba-tiba saja ponsel Daniel pun mulai berdering, Daniel hanya melihat sekilas ke arah ponselnya dan panggilan telepon tersebut berasal dari Abian


"Kenapa ga di angkat kak?"


"Ga apa cuma Abian kok"


Dan lagi-lagi ponsel Daniel kembali berdering dari orang yang sama


"Angkat aja kak, mungkin aja penting"


Daniel terlihat memasang wajah malas, karena dia yakin Abian hanya akan meminta dirinya kembali ke kantor. Sedangkan dia masih ingin bersama Caca, sedangkan Caca mulai merasa sedikit terganggu karena ponsel Daniel tak berhenti berdering


"Angkat kak"


Dengan berat hati Daniel pun menjawab panggilan telepon dari Abian


"Halo"


"Kamu di mana?"


"Lagi makan siang sama Caca"


"Apa setelah kamu dekat dengan dia semua urusan kantor sudah ga penting lagi?" ucap Abian penuh penekanan


"Selesai makan siang aku balik ke kantor"


Tanpa banyak bicara Abian segera memutuskan sambungan teleponnya, dan tak selang berapa lama kini ponsel Caca yang berdering dan panggilan telepon tersebut berasal dari orang yang sama


"Kenapa kak Abian jadi telepon aku?"


"Halo kak"


"Apa pak Daniel lagi makan bareng kamu Ca?"


"Ya kak"


"Apa aku bisa minta tolong sama kamu Ca?"


"Kamu mau minta tolong apa ya kak?"


"Bawa orang bodoh itu ke kantor sekarang juga, para investor sedang menunggu dia di ruang rapat"


Caca seperti sulit untuk menelan saliva nya sendiri mendengar penjelasan yang Abian katakan


"Astaga aku ga tau kalau dia lagi ada rapat penting, jadi gara-gara aku tadi dia langsung pergi ke sini. Terima kasih ya kak dan sekarang aku semakin yakin dengan perasaan kamu ke aku"


Caca terlihat memanggil pelayanan di tempat itu dan meminta bill pesanan mereka


"Kamu aja belum mulai makan kok udah mau bayar Ca?"

__ADS_1


"Kita mau balik ke kantor kamu sekarang juga"


Daniel pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna


"Kenapa?"


"Karena kamu sekarang lagi ada rapat penting kan"


Daniel pun meletakkan alat makan yang berada di tangannya dan langsung memasang wajah malas, saat pelayan tiba di meja mereka dengan nota pesanan mereka Caca pun segera mencari dompet nya. Tetapi Daniel sudah lebih dulu mengeluarkan salah satu kartu miliknya


"Ayo kak"


Daniel tetap diam dengan ekspresi wajah yang sama


"Ayo kak," ucap Caca dengan tegas


"Apa kamu ingin aku secepatnya pergi dari hadapan kamu Ca? kamu ga tau aku sudah hampir gila, karena ga ada lagi alasan untuk ketemu setiap hari. Tapi sekarang kamu malah cepat-cepat suruh aku pergi"


"Ayo kita balik ke kantor kamu, aku tunggu kamu di sana sampai rapat nya selesai. Baru nanti kita makan siang bareng, gimana?" ucap Caca sambil tersenyum


Daniel yang merasa terkejut malah terlihat bingung dan tak tau harus berbuat apa dengan kejutan yang Caca berikan


"Sekarang apa lagi?" tanya Caca dengan nada suara serius


"Kamu ga lagi bercanda kan? kamu mau ke kantor aku dan tungguin aku sampai selesai"


Caca pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, karena kini dia sudah yakin untuk mulai membuka hatinya kembali kepada orang yang ada di hadapannya tersebut. Di sepanjang perjalanan Daniel terlihat selalu tersenyum dengan sendirinya, hingga Caca pun merasa geli melihat sikap Daniel yang seperti itu


"Aku kenapa Ca?"


"Dari tadi kamu senyum-senyum sendiri terus"


Daniel pun melirik sekilas ke arah Caca sambil tersenyum hangat


"Aku lagi merasa bahagia Ca, aku ga pernah sangka kamu mau datang ke kantor aku dan tungguin aku selesai kerja. Rasanya kayak lagi di temenin kerja sama pasangan aja"


"Kenapa cuma rasanya kak?"


Daniel pun menatap ke arah Caca dengan tatapan mata bingung


"Kenapa cuma rasanya? apa kamu ga mau jadiin aku benar-benar pasangan kamu?" tanya Caca dengan suara yang di buat sedikit manja


Secara spontan Daniel langsung menghentikan laju mobilnya dan menatap serius ke arah Caca


"Bercanda kamu udah sedikit berlebihan Ca"


"Kok bercanda kak? biasanya kamu yang selalu bilang mau jadiin aku istri kamu, apa semua omongan kamu yang kemarin-kemarin itu bohong?"


"Ga aku ga bohong kok Ca, kalau kamu mau sekarang juga aku bawa kamu ke kantor catatan sipil"


Caca pun tertawa lepas melihat ekspresi wajah Daniel saat itu

__ADS_1


"Kok kamu ketawa Ca? kamu ga percaya? ya udah sekarang juga kita ke sana"


Daniel sudah mulai menatap ke arah depan untuk membuktikan apa yang baru saja dia ucapkan, dan tiba-tiba saja Caca mulai memegang tangan Daniel


"Ga perlu buru-buru kak, kita bisa rencanain itu semua pelan-pelan. Kalau sekarang kita harus ke kantor kamu dulu." ucap Caca dengan lembut


"Tapi kamu benar-benar mau terima aku Ca?"


"Aku janji akan mulai pertimbangan masalah itu, tapi dengan catatan kamu bisa membuat orang-orang yang lagi menunggu kamu di sana ga merasa kecewa"


Daniel pun mulai kembali melajukan mobilnya dengan cukup cepat ke arah kantornya


"Jangan ngebut juga dong kak bawa mobilnya"


Daniel yang tersadar pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang biasa


"Maaf, aku bikin kamu takut ya?"


Daniel pun segera mengeluarkan ponselnya dari saku kemeja yang dia gunakan dan menghubungi Abian


"Ya pak"


"Gimana keadaan di sana?"


"Saya sedang menahan mereka sebisa mungkin pak"


"Oke, sebentar lagi saya sampai kantor. Apapun yang terjadi tahan mereka sampai saya datang, karena ini urusan antara hidup dan mati saya"


Abian di seberang sana hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya


"Kamu dengar saya ga?"


"Baik pak"


"Pokoknya tahan mereka sampai saya datang"


"Baik pak"


Daniel pun memutuskan sambungan teleponnya, sedangkan Caca yang berada di samping Daniel hanya bisa menahan tawa nya


"Kamu mau ketawain aku ya?"


"Ya habis kamu lucu kak, masa kamu pakai bilang itu urusan hidup dan mati segala." ucap Caca lalu tertawa lepas


"Kamu salah Ca," ucap Daniel dengan serius


Caca pun menghentikan tawanya dan menatap serius ke arah Daniel


"Kamu bilang tadi kamu akan pertimbangan jadi pendamping hidup aku kalau mereka ga merasa kecewa sama aku, dan masalah kamu menjadi pendamping hidup aku itu sama seperti hidup dan mati aku Ca." ucap Daniel penuh keyakinan


"Kamu yang sekarang benar-benar curang kak, kamu bisa membuat hati aku luluh dengan sangat mudah"

__ADS_1


__ADS_2