
Hari itu pun akhirnya tiba hari di mana Caca kembali ke kota asalnya di dampingi oleh Dira yang kini telah menjadi orang kepercayaan Caca, dan sudah pasti sang jagoan kecil yang bernama Faizal dan juga seorang wanita muda sebagai pengasuh Faizal
Sesampainya di bandara Caca langsung di sambut hangat oleh sang papa, Faizal atau biasa di panggil Ical pun langsung berlari begitu melihat sosok sang kakek dan sang kakek pun langsung menggendong Ical
"Wah cucu kakek sudah semakin besar ya," tersenyum bahagia dan mencium pipi anak tersebut
"Ya dong kek, aku kan selalu makan yang banyak supaya cepat besar. Supaya nanti aku bisa jagain mama dan kakek," tersenyum dengan bangga
"Ini baru namanya cucu kakek," mencium pipi Faizal
Tuan Restu Perdana mengalihkan pandangan matanya ke arah Caca yang sedang tersenyum ke arah dirinya
"Gimana kabar kamu nak?"
"Aku baik pah," tersenyum
FLASH BACK
Setelah kepergian Sindy dari rumah keluarga Perdana Tuan Restu Perdana mulai mencari tau tentang keadaan rumahnya, akhirnya dia mengetahui dari para pelayanan tentang sikap istrinya kepada anaknya selama ini. Sudah pasti Tuan Restu Perdana pun menjadi murka terhadap istri keduanya, dan tanpa ragu beliau memberikan peringatan kerasa kepada sang istri
Dia pun menghubungi Sindy setelah sekian lama mereka tak pernah saling menghubungi
"Halo om"
"Ternyata kamu masih simpan nomor telepon om ya?"
"Ya om"
"Om mau tanya apa kalian sudah dapat kabar tentang Caca? karena sampai sekarang orang yang om kirim belum menemukan apapun tentang dia"
Di seberang sana Sindy terdiam karena dia ragu apa dia harus mengatakan Caca ada di mana, bila dia melakukan hal tersebut sudah pasti sang paman akan mengetahui keadaan Caca saat ini
__ADS_1
"Om tau selama ini om banyak berbuat salah, karena om mulai mengabaikan Caca saat tau tentang kebenaran kecelakaan itu. Tapi bagaimana pun juga Caca adalah anak om, jadi om harus tau keadaan dia saat ini." penuh keyakinan
"Yang om Restu bilang itu benar, bagaimana pun juga om Restu itu orang tua kandung Caca jadi dia berhak untuk tau keadaan Caca saat ini"
"Apa om bisa janji om ga akan merasa kecewa dan marah sama Caca kalau om tau keadaan dia saat ini?"
"Om janji, tapi kenapa kamu tanya begitu ke om?"
Sindy mulai mengatakan posisi Caca saat itu, dia juga menceritakan tentang keadaan Caca saat ini yang sedang berbadan dua. Hati Tuan Restu semakin tak menentu mendengar hal tersebut karena dia benar-benar merasa gagal menjadi sosok ayah yang baik untuk melindungi anaknya
"Jalan apa yang akan dia ambil?"
"Caca bilang dia akan mempertahankan anak itu om"
"Tolong kirim alamat lengkap Caca saat ini, om harus ketemu sama dia"
"Tolong jangan marahi Caca om, saat ini keadaan dia sedang rapuh"
Di seberang sana Sindy mulai berkaca-kaca mendengar ucapan Tuan Restu Perdana, dia merasa bahagia karena orang yang perduli terhadap Caca semakin bertambah
"Terima kasih ya om," dengan suara yang bergetar
"Kamu ga perlu berterima kasih untuk hal itu, karena om rasa ini adalah kewajiban om sebagai orang tua. Dan kamu juga harus tau hal ini juga berlaku untuk kamu, sampai kapan pun kamu akan tetap jadi anak pertama om dan tante kamu." dengan lembut
Sindy benar-benar tak menyangka bila suatu saat dia akan mendengar kata-kata itu terlontar dari bibir Tuan Restu Perdana, hatinya merasakan sebuah kehangatan yang telah lama dia rindukan
"Terima kasih ya om," meneteskan air matanya
Tanpa menunda waktu Tuan Restu Perdana langsung menuju ke tempat Caca berada saat dia mendapatkan alamat lengkap Caca, dan setelah sekian lama akhirnya Caca berani meminta maaf kepada sang papa untuk kesalahan dia di masa lalu yang mengakibatkan sang mama harus pergi untuk selamanya
Itu semua menjadi awal yang baik bagi hubungan Caca dan sang papa, Tuan Restu Perdana meminta Caca untuk kembali ke kediaman mereka. Tetapi saat itu Caca menolak tawaran tersebut karena dia masih butuh waktu untuk menenangkan hatinya
__ADS_1
Tuan Restu Perdana memilih untuk mengalah dan memberikan Caca bantuan secara finansial agar Caca bisa membuka usaha yang lebih baik, dan Caca memilih untuk membuka sebuah event organiser. Caca memilih hal tersebut agar bisa menyempurnakan kebahagiaan bagi orang lain
FLASH OFF
Mereka sudah berada di dalam mobil yang di siapkan Tuan Restu Perdana untuk menjemput Caca dan yang lainnya, Tuan Restu memilih untuk duduk di bangku belakang dan memangku sang cucu
"Apa sekali ini kamu akan menetap sedikit lama di kota ini?" menatap penuh harap ke arah Caca
Saat itu Caca bisa merasakan perasaan yang sedang di rasakan sang papa, bagaimana pun juga Tuan Restu kini sudah tak muda lagi. beberapa kerutan mulai tampak di wajah tegas sang papa
"Rencana nya aku di sini sampai mbak Sindy menikah pah," tersenyum tipis
"Apa kamu masih belum ada niat kembali ke kota ini?" lirih
"Aku paham betul apa yang papa pikirin saat ini, tapi hati aku belum punya keberanian untuk itu pah. Walaupun saat ini dia ga ingat apapun tapi Adel bilang ingatan itu bisa hadir kapan pun, aku ga mau dia tau tentang Ical."
"Papa sekarang sudah tua, apa kamu ga berniat untuk meneruskan perusahaan papa?"
Tanpa rasa ragu sama sekali Caca menggelengkan kepalanya
"kan ada mbak Sindy yang bantu papa," tersenyum tipis
"Ya udah lakukan apapun yang kamu mau, tapi apa kamu ga mau jaga papa yang udah tua ini?" menatap penuh harap
Caca pun menjadi tak tega melihat ekspresi wajah sang papa pada saat itu, dia tampak terdiam cukup lama mempertimbangkan semuanya
"Aku pikirkan dulu ya"
Tuan Restu tersenyum bahagia pada saat itu, Caca memang belum menjanjikan apapun tetapi setidaknya tidak seperti biasanya Caca akan langsung menolak tanpa rasa ragu sama sekali
"Papa harap kamu bisa ada di samping papa di saat terakhir papa nak, papa hanya mau menebus semua kesalahan papa selama ini sama kamu." tersenyum getir
__ADS_1
Entah mengapa saat itu Caca merasakan perasaan kurang nyaman saat melihat tatapan mata dan senyuman getir dari sang papa, Caca seperti merasa ada sesuatu yang di sembunyi kan oleh sang papa. Sang papa yang menyadari hal tersebut pun langsung mengalihkan suasana dengan bercanda dengan sang cucu