
Rico pun segera memutar otak tanpa mengeluarkan ekspresi panik sedikit pun agar tak membuat Caca curiga
"Ya sebenarnya gw bohong sama lu, tapi itu cuma supaya lu ga merasa bersalah aja sama gw." tersenyum tipis
"Maksud kamu?" Caca menatap ke arah Rico dengan tatapan mata bingung
"Sebenarnya gw kebetulan aja lagi mau ke situ soalnya gw lagi janjian di tempat itu juga sama cewe, tapi tiba-tiba gw liat kalian ada di sana. Dan gw lihat sepertinya lu butuh bantuan jadi ya udah kejadian gitu aja." Rico mengucapkan kata-kata berbohong nya dengan penuh keseriusan
Rico hanya mencoba berbohong untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya, tetapi lain hal dengan Caca yang langsung merasa bersalah karena merusak hari Rico
"Ya udah kalau gitu stop di sini aja, nanti aku lanjut ke rumah sakit pakai taksi aja"
Rico pun langsung menatap ke arah Caca
"Mau ngapain?" sambil mengerutkan keningnya
"Ya kasihan dong cewe itu nanti nungguin kamu kelamaan di sana"
Rico pun tersenyum tipis mendengar ucapan Caca yang terdengar seperti seorang gadis yang polos
"Udah gw batalin pertemuan kami waktu keluar dari tempat itu, jadi lu tenang aja ya"
"Kamu ga bohong kan?"
Rico menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis
"Berbahagia lah lu Daniel mengenal perempuan sebaik perempuan ini, setelah semua yang pernah kita lakukan ke dia bahkan gw ga bisa melihat rasa dendam sedikit pun di mata dia"
"Sekali lagi aku ucapan terima kasih ya, setidaknya aku bisa lolos kali ini." Caca menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menundukkan kepalanya
"Sekali ini aku memang bisa lolos, tapi aku yakin mereka akan cari masalah lagi ke depannya sama aku. Mereka ga akan lepasin aku begitu aja setelah tau tentang Ical"
Caca terlihat memasang wajah sedikit bersedih, dan dengan mudahnya Rico mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Caca pada saat itu
"Apa lu punya adik?"
Caca hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Kalau gitu mulai sekarang lu bisa anggap gw sebagai adik lu, jadi kalau kedepannya ada masalah apapun lu bisa minta bantuan gw." dengan penuh keyakinan
Tiba-tiba saja Caca pun tertawa dengan lepas, ucapan Rico yang menawarkan diri sebagai adiknya membuat dia sejenak melupakan semua masalah yang ada di depan matanya. Riko pun menatap sekilas ke arah Caca dengan tatapan mata yang aneh
__ADS_1
"Kenapa kamu ketawa?"
"Ya iyalah, coba deh sekarang kamu lihat ke kaca spion." sambil menahan tawa
Dengan bodoh nya Rico mengikuti ucapan Caca dan melihat ke arah kaca spion, dan dia pun semakin merasa bingung karena tak menemukan apapun yang terlihat lucu sehingga bisa membuat orang tertawa lepas. Dia hanya melihat wajahnya sendiri terlihat di kaca spion
"Ga ada apapun," melirik sekilas ke arah Caca
"Kamu tadi liat apa di kaca itu?"
"Ga ada cuma ada muka aku aja"
"Nah itu dia, liat muka kamu aja orang pasti bisa tau kalau kamu lebih tua dari aku. Jadi gimana ceritanya kamu menawarkan diri jadi adik aku?" Caca kembali tertawa lepas
Rico hanya melirik sekilas ke arah Caca dengan wajah malas
"Ya karena gimana juga lu perempuan yang lagi di kejar Daniel, dan Daniel itu lebih tua dari gw. Kalau gw menawarkan diri jadi kakak lu yang ada gw dapat amukan maut dari manusia satu itu"
"Ya kalau ga mau juga ga masalah sih, yang pasti gw ga akan tolong lu lagi kalau ada masalah kayak tadi." dengan nada sedikit cuek
Dalam sekejap tawa Caca pun berhenti dengan sendirinya, karena dia yakin bila masalah tersebut tidak akan berhenti begitu saja. Dan bagaimana pun juga orang di sebelah nya saat ini adalah orang yang menyelamatkan dia dari situasi tadi
"Tapi kayak nya aku lebih muda dari kamu, jadi lebih pantas kalau kamu jadi kakak aku"
"Apa boleh aku lakuin ini? tapi masa aku harus ngerepotin orang lain di dalam masalah aku"
Rico melirik sekilas ke arah Caca dan dia dapat melihat kalau saat itu Caca sedang merasa ragu di dalam hatinya, dan kini mereka sudah mulai memasuki area parkir rumah sakit. Setelah mobil berhenti Rico pun mulai menatap serius ke arah Caca
"Gimana?"
Caca mulai menatap serius ke arah Rico
"Kenapa kamu berbuat sejauh ini? apa karena kamu yakin suatu saat mereka akan cari masalah lagi sama aku?"
"Anggap aja begitu, jadi lu ga perlu ragu minta bantuan gw untuk hal apapun dan kapan pun itu." penuh keyakinan
"Apa ada adik yang panggil lu gw ke kakak nya sendiri?"
Rico pun tersenyum tipis
"Oke, jadi kamu setuju jadi kakak aku?" tersenyum
__ADS_1
Caca pun langsung memasang wajah yang terlihat sedikit aneh
"Kenapa lagi sekarang?"
"Kok aneh ya dengar kamu pakai bahasa yang baik"
Mereka berdua pun tertawa lepas, saat itu Rico hanya berusaha untuk menebus semua kesalahan yang dia perbuat di masa lalu Caca. Dengan cara itu dia bisa menjadi lebih dekat dengan Caca dan dia berharap suatu saat nanti dia bisa menjadi penghubung antara Daniel dan Caca
"Kamu ga mampir dulu?"
"Lain kali ya, sebentar lagi mau ada pertemuan." melihat ke arah jam tangannya
"Oke, sekali lagi terima kasih ya."
"Jangan bilang itu terus, kalau kamu memang merasa aku tadi udah menyelamatkan kamu gimana kalau kamu bayar aku pakai sesuatu"
"Kamu mau minta apa dari aku?"
"Tolong maafin dan lupain semua kesalahan aku dan Daniel di masa lalu," menatap dengan serius ke arah Caca
Mendengar hal tersebut Caca langsung menundukkan kepalanya, dia sendiri menyadari bahwa hatinya tak memiliki dendam terhadap kedua orang itu. Tetapi untuk melupakan suatu kenangan pahit begitu saja bukan lah hal yang mudah
"Jujur aku udah maafin kalian kok, tapi maaf aku belum bisa lupain semua itu begitu aja." masih dengan posisi menundukkan kepalanya
Rico pun berusaha untuk mengerti perasaan Caca saat itu dia pun mulai meletakkan tangannya di ujung kepala Caca dengan lembut
"Kamu bisa maafin kesalahan kami berdua aja itu rasanya udah luar biasa, aku ga akan minta lebih lagi ke kamu." dengan lembut
Caca pun langsung menatap ke arah Rico dengan tatapan mata yang tajam
"Kenapa?"
"Sepertinya aku harus pikir berulang kali untuk anggap kamu jadi adik aku"
"Kenapa begitu?"
"Karena aku yakin kamu pasti adik paling ga sopan di dunia ini"
Rico sudah menarik tangannya dan menatap serius ke arah Caca
"Kenapa begitu?"
__ADS_1
"Karena ga ada adik yang berani pegang kepala kakak nya sembarangan," tersenyum
Mereka berdua pun akhirnya tertawa lepas