Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Bersikap Curang


__ADS_3

Cukup lama Caca dan Daniel saling melepaskan perasaan yang selama ini sama-sama saling mereka rindukan, hingga tiba-tiba Daniel mulai membuka suara dengan suara yang terdengar tegas


"Tapi gimana juga aku tetap merasa kecewa sama sikap kamu kemarin Ca"


Caca pun mendongak kan kepalanya agar kedua mata mereka bisa saling bertemu


"Ada masalah sebesar itu, kenapa kamu ga bilang ke aku? apa kamu mau bikin calon suami kamu mati ini muda karena terkena serangan jantung?"


"Maaf ya kak," ucap Caca sambil tersenyum tipis


Daniel pun semakin mengeratkan pelukannya


"Kamu ga tau setakut apa saat aku memikirkan hal buruk yang bisa menimpa kamu Ca"


Caca pun hanya bisa membenamkan wajahnya ke dada bidang Daniel sambil membalas pelukan hangat Daniel


"Maaf ya kak, waktu itu aku cuma berpikir harus mengikuti kemauan mereka. Aku ga mau mereka menyakiti anak kita kak"


Daniel melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Caca agar mata mereka dapat saling bertemu


"Tapi apa ga kebayang sama kamu seandainya aku datang terlambat? mungkin aja saat ini kamu..." ucap Daniel dengan suara yang bergetar


Entah bagaimana caranya tetapi saat itu Caca bisa merasakan bila Daniel sedang merasakan perasaan takut yang teramat besar, dia pun memilih untuk langsung memeluk tubuh Daniel dengan erat agar bisa memberikan sedikit ketenangan bagi Daniel


"Tapi kamu juga harus tau kak, bila bagi seorang ibu keselamatan anaknya adalah yang utama. Lagi pula aku sengaja melakukan hal yang di ajarkan pengawal kamu saat ada keadaan yang tak terduga, jadi sampai detik terakhir aku tetap yakin kamu akan datang kak." ucap Caca penuh keyakinan


Daniel pun mencium ujung kepala Caca dengan lembut


"Terima kasih karena perempuan sehebat kamu bersedia kembali ke aku yang penuh kekurangan ini, kamu harus yakin Ca kalau di dalam hati aku cuma ada kamu" bathin Daniel


"Ya udah sekarang kamu bersih-bersih dulu ya, aku pesanin makanan buat kita"


Daniel pun mulai melepaskan pelukannya dan tiba-tiba saja Caca langsung menggenggam tangan Daniel dan membuat pria itu kembali menatap ke arah dirinya


"Kenapa Ca? apa kamu butuh sesuatu?" tanya Daniel sambil menatap serius ke arah Caca


"Terima kasih ya kak," ucap Caca dengan lembut sambil tersenyum hangat


"Buat apa?"


"Karena untuk kedua kalinya kamu sudah menyelamatkan harga diri aku, dan sikap kamu kemarin membuat aku semakin yakin dengan pilihan yang sudah aku ambil kak." tersenyum hangat


Daniel pun memeluk kembali tubuh Caca

__ADS_1


"Kamu itu segalanya bagi aku Ca, aku bahkan rela memberikan semua yang aku punya untuk kebahagiaan kamu dan anak kita Ca." ucap Daniel dengan lembut dan berakhir dengan ciuman di ujung kepala Caca


"Termasuk kalau aku minta jadi istri kamu satu-satunya dan ga boleh ada perempuan lain di dekat kamu lagi"


Daniel pun semakin mengeratkan pelukannya


"Tanpa kamu minta itu sekali pun aku pasti akan lakukan itu Ca"


Caca pun membersihkan dirinya sejenak dan ternyata Daniel pun sudah menyiapkan pakaian ganti untuk Caca, saat Caca sudah keluar dari dalam kamar Daniel sudah menunggu dirinya di ruang tamu dan makanan pun sudah tersaji di atas meja


"Makan dulu Ca"


Caca menganggukkan sedikit kepalanya dan melangkahkan kakinya ke arah Daniel, dia pun mendudukkan tubuhnya tepat di samping Daniel


"Oh ya handphone aku kalian ambil kan kak"


"Kamu mau apa?"


"Aku mau telepon Ical kak, dia sekarang pasti lagi khawatir"


Daniel meletakkan tangannya di ujung kepala Caca dengan lembut sambil tersenyum


"Kamu tenang aja, kita makan dulu habis ini kita jemput anak kita"


"Jemput Ical di mana kak?" tanya Caca sambil mengerutkan keningnya


Caca pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna mendengar hal tersebut


"Kakek kamu kak?"


Daniel pun menjawab dengan anggukkan kepalanya


"Kenapa Ical bisa ada di sana?"


"Ya mau bagaimana lagi? itu permintaan kakek bawa Ical ke sana supaya aman"


"Kok bisa kak?"


"Ya maaf ternyata di pesta kemarin juga ada orang kakek di sana, jadi dia lapor ke kakek keadaan kemarin. Ya kakek paksa bawa Ical ke kediamannya supaya aman"


"Tapi kan kalau begini aku jadi ga enak sama kakek kamu kak"


Daniel pun langsung menatap ke arah Caca yang sudah memasang wajah bingung, dia pun tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Caca saat itu

__ADS_1


"Kenapa harus merasa ga enak hati? Ical kan cucu buyut nya kakek aku juga Ca"


"Tapi kan kakek kamu belum tau...."


Daniel yang mengetahui jalan pikiran Caca saat itu pun langsung memotong ucapan Caca


"Dia udah tau Ca"


Caca pun merasa semakin terkejut dengan kejutan yang Daniel berikan secara beruntun


"Kamu becanda kan kak?" tanya Caca sambil tersenyum canggung


"Sekarang kita makan dulu, nanti aku jelasin semuanya ke kamu di perjalanan kita ke rumah kakek ya"


Caca serasa tak sanggup menelan semua makanan yang sudah tersaji di hadapan dirinya, tetapi Daniel tetap memilih untuk tak membuka suara agar Caca bisa makan terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan acara makan mereka Caca pun meminta Daniel untuk segera membawa dirinya ke rumah sang kakek. Dan Daniel pun menuruti permintaan Caca


"Sejak kapan kakek kamu tau kalau Ical anak kamu kak?" tanya Caca sambil menatap ke arah Daniel


"Waktu aku di minta kakek datang ke rumahnya, waktu itu kakek cuma tau aku membatalkan pertunangan aku dengan Vivian. Jadi aku terpaksa bilang yang sebenarnya sama kakek"


"Apa itu alasan kakek kamu bersikap baik sama Ical di acara ulang tahun perusahaan kamu?"


Daniel hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya


"Kamu sendiri gimana kak?" tanya Caca dengan nada suara yang terdengar serius


Daniel menoleh sekilas ke arah Caca yang sedang menatap ke arah dirinya dengan wajah serius


"Maksud kamu?"


"Kamu sendiri kapan tau semuanya kak?"


"Waktu Ical mengalami kecelakaan Ca"


Caca benar-benar tak menyangka bahwa saat itu Daniel sudah mengingat semua tentang dirinya, dia sampai tak sanggup berkata apapun pada saat itu. Daniel pun langsung menggenggam tangan Caca


"Kamu tau Ca? waktu itu rasanya aku pengen peluk kamu dan ga mau lepas kamu lagi untuk selamanya Ca, tapi aku sadar kesalahan aku di masa lalu sama kamu terlalu banyak. Aku ga mau kamu merasa terbebani ada di dekat aku Ca"


"Itu sebabnya akhirnya kamu bersikap curang kak"


"Aku?"


"Ya kamu berpura-pura ga mengingat aku sama sekali supaya kamu bisa ada di dekat aku"

__ADS_1


Daniel pun mencium punggung tangan Caca dengan lembut


"Maaf ya, karena jujur Ca aku ga bisa hidup tanpa kamu. Bahkan saat pertemuan pertama kita dan aku belum ingat siapa kamu, hati aku langsung memilih kamu." ucap Daniel dengan lembut dan mencium punggung tangan Caca sekali lagi


__ADS_2