
Caca yang sedang berada di meja kerjanya memandangi foto Daniel yang berada di ponselnya, dia mengambil foto Daniel secara diam-diam saat Daniel sedang serius mengendarai mobil
"Aku harap kamu ga akan pernah membuat hati aku kecewa kak, hati aku sudah terlalu rapuh bila harus merasakan perasaan itu lagi." tersenyum tipis
"Dan aku ga bisa bohong perasaan aku ke kamu jauh lebih dalam dari pada perasaan aku ke kak Leo, walaupun kita baru dekat tapi yang aku butuhkan di dunia ini adalah kehangatan dan kelembutan seperti yang kamu berikan kak"
Caca sedang merasakan perasaan bahagia di buai asmara bahkan saat dulu kala dia menjalin hubungan bersama Leo sekali pun dia tidak pernah merasakan perasaan tersebut, Caca yang berawal menganggumi sosok Leo ternyata lupa bahwa itu bukanlah sebuah perasaan cinta
Tetapi Caca tidak mengetahui bahwa senyuman tulus yang dia berikan kepada Daniel di pagi hari berhasil menyelamatkan dirinya dari sebuah rencana jahat, Daniel awalnya berencana untuk berpura-pura akan menghadiri sebuah pesta dan akan membuat sebuah jebakan yang sangat menyakitkan bagi wanita manapun
Daniel berencana untuk merusak kehormatan Caca pada saat itu dengan cara memberikan Caca sebuah obat, tetapi hati Daniel benar-benar telah menjadi luluh walaupun rasa dendam belum bisa sepenuhnya dia lupakan
Abian yang baru saja keluar dari ruangan Daniel pun menatap ke arah Caca dan tersenyum penuh arti
"Setidaknya saya tidak harus melawan seseorang yang telah berjasa di dalam hidup saya untuk kamu, tapi seandainya dia benar-benar akan melakukan itu saya akan menggunakan seribu cara untuk menggagalkan hal tersebut. Dan saya melakukan ini semua demi dia"
Sedangkan Caca yang melihat hal tersebut hanya bisa membalas dengan senyuman canggung
"Jaga diri kamu baik-baik ya"
"Baik pak, terima kasih"
Abian pun pergi meninggalkan meja kerja Caca, sedangkan Caca sudah pasti di buat bingung setengah mati akan sikap dan ucapan Abian. Abian yang baru saja kembali ke ruangan nya pun langsung mendudukkan tubuhnya di bangku kebesarannya
FLASH BACK
Saat Abian membuka kedua bola matanya pikiran nya pun langsung teringat akan Adel
"Dulu dia bilang akan selamanya mengejar aku, tapi sekarang dengan mudah dia bilang dia akan menyerah"
Abian pun mengusap wajahnya dengan kasar, seorang Abian yang selama ini selalu bersikap tenang akhirnya berhasil di buat oleh seorang Adel gadis yang sudah sangat lama mengejar dirinya
Abian meraih ponselnya yang berada atas di nakas dan segera memeriksa ponselnya, dia hanya berharap saat dia sedang terlelap Adel mengirimkan dia sebuah kabar dan ternyata tak ada satu pun kabar yang di kirimkan oleh Adel
__ADS_1
Abian yang merasa sedikit kesal pun langsung bangkit dan segera membersihkan diri, dia ingin segera tiba di kantor untuk membuktikan ucapan Adel di hari sebelumnya
Saat Abian tiba di kantor dengan segala cara dia berusaha mencari keberadaan Adel dan dia tak dapat menemukan sosok orang yang dia cari tersebut, Abian yang mulai tak bisa menahan diri pun segera menghubungi Adel saat dia sudah berada di dalam ruangannya
"Halo.."
"Kamu di mana?"
"Ada di dekat kantor, kenapa kak?"
Abian pun sempat terdiam karena dia sendiri bingung apa yang harus dia jelaskan kepada Adel mengapa dia sampai menghubungi Adel
"Kamu tenang aja kak"
"Maksud kamu?"
"Aku kan udah bilang aku akan menyerah, hari ini aku datang cuma untuk menyerahkan surat pengunduran diri"
"Bagus lah"
"Setidaknya aku pernah baik sama kamu, jadi aku mau minta tolong sesuatu sama kamu kak"
"Apa?"
"Kalau aku udah ga ada di sini, tolong gantiin aku buat jaga Caca"
Abian pun hanya bisa terdiam karena permintaan yang Adel berikan adalah sesuatu yang berat bagi dirinya, karena dia harus melawan seseorang yang paling berjasa dalam hidupnya
"Aku mohon sama kamu kak, karena bagi aku dia seseorang yang penting. Dia orang pertama yang mau berteman dengan tulus sama aku tanpa tau latar belakang aku"
"Oke aku janji sama kamu, sebisa mungkin aku akan jaga dia"
"Terima kasih kak"
__ADS_1
FLASH OFF
Hari itu seorang pria muda yang sangat menawan hadir di kantor Daniel, dan saat pemuda tersebut melihat sosok Caca tanpa sadar pandangan pemuda tersebut benar-benar seperti menyimpan kebencian terhadap Caca. Caca yang tak mengenal siapa orang tersebut dan tak mengerti mengapa pria tersebut bersikap seperti itu pun memilih untuk tak ambil pusing
"Apa lu udah gila?"
Daniel hanya terdiam dan menatap tajam ke arah pria tersebut, pria tersebut adalah Ricardo Perkasa atau biasa di sapa Rico. Pria tersebut adalah sepupu Daniel sekaligus satu-satunya sahabat Daniel
"Perempuan itu yang udah membuat Gio pergi untuk selamanya!!" menaikkan sedikit volume suaranya
"Lu bisa diam ga?" Daniel pun menatap tajam ke arah Riko
"Oke, tapi gw perlu tau alasan lu bikin dia ada di dekat lu? karena kalau bukan karena lu ga mungkin dia bisa ada di sini"
"Gw mau buat dia berikan semua hati dia buat gw dan gw mau hancurin itu semua untuk balas rasa sakit hati gw, puas lu?"
"Apa lu udah berhasil?"
"Sekarang kami menjalin hubungan"
"Satu lagi pertanyaan gw buat lu Daniel, apa lu ga menaruh perasaan apapun sama perempuan itu?"
Rico menatap ke arah Daniel dengan serius, sedangkan Daniel tampak ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut
"Jawab gw!! apa sekarang malah lu yang jatuh hati sama perempuan itu?" penuh penekanan
"Ga, gw juga akan lepas dia di depan semua orang saat acara pesta ulang tahun perusahaan nanti." dengan yakin
"Dasar anak bodoh!! dari dulu lu ga pernah bisa bohong, bahkan sekarang gw bisa liat dengan jelas kalau lu udah ragu sama perasaan lu sendiri. Kalau lu ga sampai hati menyakiti dia biar gw yang balas perempuan itu" tersenyum jahat
"Berarti apapun yang mau gw lakukan ke perempuan itu lu ga boleh ikut campur, dan ingat dia perempuan yang udah membuat kita kehilangan anggota keluarga kita." dengan tegas
Daniel hanya terdiam tanpa berani membantah sama sekali karena dia takut bila dia terlihat melindungi Caca maka akan berdampak buruk bagi Caca, dia tau dengan pasti bahwa Rico adalah orang yang selalu berbuat nekat dan seenaknya di dalam keluarga besar mereka
__ADS_1
Rico terkenal sebagai sosok yang bila dia menginginkan sesuatu maka tak ada satu pun orang di keluarga mereka yang bisa mencegah atau pun melarang Rico, itulah sebab nya keluarga besar keluarga Perkasa menjuluki Rico sebagai si pembuat onar