Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Kabar Baik Dan Buruk


__ADS_3

Secara perlahan akhirnya Caca pun mulai membuka kedua bola matanya dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah Sindy yang sedang menatap ke arah dirinya dengan wajah bersedih


"Mbak..." memaksa untuk tersenyum


"Gimana keadaan kamu? apa ada yang sakit? sebentar mbak panggil dokter dulu ya" tersenyum haru


Sindy yang baru saja mau bangkit dari duduknya langsung di halangi oleh Rizal


"Biar saya aja yang panggil dokter, mbak di sini aja temenin Caca." memegang pundak Sindy


Tiba-tiba saja ekspresi wajah Sindy langsung berubah menjadi sedikit tegang mengingat kejadian antara dirinya dan Rizal sebelumnya, hal tersebut pun dapat di rasakan oleh Caca dengan jelas dan Caca hanya bisa tersenyum tipis melihat hal tersebut


Tak berapa lama kemudian sang dokter yang menangani Caca pun tiba di sana, sang dokter memberitahukan bahwa keadaan Caca saat itu. Setelah kepergian sang dokter mereka pun mulai saling menanyakan kabar mereka masing-masing


"Oh ya Ca, kemarin pak Daniel sempat beberapa kali datang ke rumah." dengan nada suara yang serius


"Buat apa mbak?"


"Dia cari kamu, dia bahkan sampai berlutut di hadapan mbak untuk tanya keberadaan kamu"


Caca pun hanya terdiam dengan wajah yang muram


"Mbak minta maaf sama kamu ya Ca," dengan wajah bersalah


"Minta maaf buat apa ya mbak?" menatap dengan serius


"Waktu mbak tau apa yang terjadi sama kamu mbak langsung temui pak Daniel"


"Buat apa mbak ketemu sama dia?" mengerutkan keningnya


"Gimana juga mbak ga bisa terima gitu aja kamu di perlakukan seperti itu, dan akhirnya mbak jadi bilang yang sebenarnya ke dia tentang kecelakaan itu"


Dapat di lihat dengan jelas bahwa saat itu Caca sedang merasa bingung


"Maafin mbak ya Ca," bersedih karena merasa bersalah


"Ya udah mbak ga usah terlalu di pikirin, ga mungkin juga aku tutupi masalah itu selamanya," tersenyum


Mereka pun kembali melanjutkan percakapan mereka tentang semua hal, tetapi ada sesuatu yang langsung mengganjal di dalam hati Caca pada saat itu

__ADS_1


"Jadi dia sekarang udah tau kebenaran nya, tapi untuk apa lagi dia cari aku? hubungan kami terjadi karena dia hanya mau membalas kesalahan aku, bukan hubungan yang terjadi karena perasaan saling mencintai"


"Kalau kak Rizal aja dengan mudah menemukan aku, bukan hal yang mustahil dia juga akan dengan mudahnya menemukan aku di sini. Apa yang harus aku lakukan sekarang? bagi aku semuanya sudah berakhir"


Wajah Caca saat itu menunjukkan dengan jelas bahwa dia saat itu sedang merasa bingung dengan langkah yang harus dia ambil, dan dengan mudahnya Sindy dapat mengetahui hal tersebut


"Kamu kenapa Ca?"


"Mbak tolong aku mbak," lirih


"Kamu bilang aja sama mbak kamu kenapa? mbak akan lakukan apapun untuk kamu." penuh keyakinan


"Tolong jangan biarin dia tau tentang aku mbak, aku ga mau memiliki berhubungan apapun lagi sama dia mbak. Bagi aku hubungan antara kami sudah berakhir mbak," menatap ke arah Sindy penuh harap


"Tapi Ca..."


Sindy sudah berusaha meyakinkan Caca tetapi Caca tetap pada pendirian nya saat itu, Caca hanya tak ingin memiliki hubungan apapun lagi dengan Daniel. Karena saat itu Caca berpikir bahwa di dalam hati Daniel tak ada tempat bagi dirinya sama sekali, walaupun sudah pasti itu adalah sebuah kesalahan besar


Tanpa satu orang pun menyadari sedari tadi ada seseorang yang sedang mendengarkan percakapan mereka, dia adalah seseorang yang tak sengaja telah menabrak Caca. Dan orang tersebut pun akhirnya masuk ke dalam ruang rawat Caca


"Maaf kalau saya mencuri dengar pembicaraan kalian dari luar, tapi kalau di izinkan saya bisa membantu apa yang kamu inginkan." dengan yakin


Daniel adalah sosok orang yang bertanggung jawab saat sedang melakukan sesuatu, sehingga dia menyerahkan ponselnya kepada sang sekretaris saat dia akan naik ke atas panggung. Sehingga dia belum mengetahui bahwa kini Abian sudah mengetahui posisi Caca


"Tadi pak Abian ada menghubungi bapak," dengan sopan


"Terima kasih," mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Abian


"Selamat siang pak"


"Siang, ada apa?"


"Saya sudah berhasil menemukan keberadaan Caca pak," dengan sopan


Secara spontan senyuman tipis pun langsung menghiasi wajah Daniel mendengar kabar baik tersebut


"Di mana posisi dia?"


"Ada di kota Z pak"

__ADS_1


"Astaga Ca kamu bahkan sampai pergi sejauh itu untuk menghindar dari saya, tapi saya ga akan pernah perduli lagi. Walaupun kamu berada di dalam lubang semut sekali pun saya akan tetap datang menemui kamu"


"Kirim alamat lengkapnya ke saya"


"Baik pak, apa perlu saya antar bapak ke sana?"


"Ga usah saya akan datang menemui dia sendiri," dengan yakin


"Baik kalau begitu pak, saya akan kirim alamat Caca saat ini juga. Tapi ada satu kabar kurang baik yang saya dapat dari orang yang ada di sana pak," dengan nada suara sedikit ragu


"Ada apa?"


"Kata orang kita yang berada di sana Caca baru saja mengalami kecelakaan pak, dan sekarang dia sedang di rawat di rumah sakit"


Hati Daniel menjadi tak menentu mendengar hal tersebut, ada rasa sesak yang dia rasakan di dalam dadanya pada saat itu juga


"Gimana keadaan dia saat ini?"


"Dia baik-baik saja pak dan sudah siuman, tetapi..."


"Tapi apa Abian? jangan buat saya penasaran!!" penuh penekanan


"Kata orang kita yang berada di sana Caca harus kehilangan bayi yang ada di dalam kandungan nya pak"


Dengan berat hati Abian harus menyampaikan sebuah kabar baik dan kabar buruk bagi Daniel secara bersamaan


"Maksud kamu Abian? apa dia sedang hamil?"


Saat itu Abian dapat mendengar dengan jelas bahwa suara Daniel sedikit bergetar, sosok Daniel yang terkenal tegas dan tenang kini sedang di liputi rasa sedih dan takut secara bersamaan


"Ya pak"


"Kirim alamat dia sekarang juga ke saya"


"Baik pak"


Tanpa banyak bicara lagi Daniel segera memutuskan sambungan teleponnya dan bergegas meninggalkan acara tersebut, dia pun langsung melajukan mobilnya secepat yang dia bisa agar bisa segera bertemu dengan Caca


"Apa ini artinya aku ga lebih seorang pria bajingan? dan setelah semua yang aku lakukan ke dia sekarang dia harus menanggung beban itu sendirian, aku sekarang merasa ga lebih baik dari sampah!! karena dendam yang ga beralasan, sekarang aku harus kehilangan anak aku yang belum sempat terlahir ke dunia ini. Dan pasti saat ini dia sedang sedih, apa dia masih bisa memaafkan aku?"

__ADS_1


__ADS_2