Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci
Saling Melengkapi


__ADS_3

Dengan berat hati pria tersebut terpaksa menyebutkan sebuah nama, sedari awal Daniel sudah bisa menduga bila Vivian adalah dalang di balik itu semua. Tetapi Daniel tetap memilih untuk mendengar sebuah kepastian dengan jelas


"Perempuan itu sepertinya sudah kehilangan akal sehat!! apa karena selama ini aku cuma melontarkan ancaman dia menjadi semakin berani? tapi untuk kesalahan dia sekali ini aku ga mungkin lagi berdiam diri." ucap Daniel dalam hati sambil mengeraskan rahangnya


"Bentuk tim untuk menghancurkan keluarga mereka hingga mereka tak bisa lagi bangkit untuk selamanya," ucap Daniel penuh penekanan


Sedangkan di tempat yang berbeda ada Vivian yang memilih untuk bersembunyi di sebuah tempat di mana tak ada satu orang pun tau posisi dirinya pada saat itu, Vivian yang mengetahui bahwa rencana yang dia susun telah berantakan memilih untuk segera melarikan diri secepat mungkin


"Sial!! aku yakin orang itu pasti buka mulut, aku yakin Daniel akan membuat perhitungan sama aku. Sekarang aku lebih baik berdiam diri di tempat ini sampai keadaan aman terlebih dahulu"


Sedangkan kelompok yang telah Daniel buat dengan sangat mudah menghancurkan keluarga besar Vivian, Daniel juga menekankan kepada mereka bahwa dia akan melepaskan mereka dengan syarat menyerahkan Vivian kepada dirinya. Dan kini bukan hanya Daniel bahkan keluarga besar Vivian pun ikut mencari keberadaan Vivian


Daniel yang sudah menyelesaikan segala urusan memilih untuk kembali ke apartemennya dan membersihkan diri, dia pun mengabarkan kepada Caca bahwa dia akan segera menjemput Caca. Tetapi sesaat sebelum dia meninggalkan apartemennya untuk menemui Caca ponselnya pun berdering


"Nomor ini!! ga mungkin dia!!"


Dengan perasaan yang bercampur aduk Daniel pun mengangkat panggilan telepon tersebut, Daniel sengaja berdiam diri untuk mendengarkan suara orang yang berada di seberang sana


"Halo kak, gimana kabar kamu?"


Daniel hanya bisa terdiam dan menggenggam ponselnya semakin erat karena kini dia yakin siapa orang yang menghubungi dirinya


"Bisa ketemu sebentar kak, ada sesuatu yang harus aku sampaikan sama kamu. Dan aku janji aku ga akan memakan banyak waktu kamu"

__ADS_1


Tak butuh waktu yang lama Daniel sudah duduk di hadapan seorang wanita yang masih terbilang muda dan sangat cantik, di samping wanita tersebut ada seorang anak perempuan yang menatap Daniel dengan tatapan mata penuh kerinduan


"Gimana kabar kamu selama ini kak?"


Daniel hanya terdiam dan memasang wajah datar, wanita tersebut pun menunjukkan sebuah senyuman yang terlihat sangat hangat


"Apa kamu masih marah sama aku kak?"


"Apa tujuan kamu saat ini?" tanya Daniel penuh penekanan


Wanita tersebut pun membuang nafasnya dengan kasar dan kembali memperlihatkan senyuman yang hangat


"Maaf karena selama ini aku menghilang dari kamu kak, tapi sekarang aku harus datang ke kamu karena anak kita butuh kamu." ucap wanita tersebut dengan penuh keyakinan


Daniel yang mendengar hal tersebut seperti sulit untuk menelan saliva nya sendiri, kedua bola mata Daniel pun membulat dengan sempurna karena terkejut. Daniel pun langsung menatap ke arah gadis kecil yang berada di samping wanita tersebut dengan seksama, entah mengapa Daniel bisa merasakan sebuah perasaan yang tak dapat dia ungkapkan saat melihat gadis kecil tersebut


"Apa kamu ingat kak dulu kamu selalu bilang kalau kita punya anak perempuan kamu mau kasih nama anak itu Diana? jadi aku kasih nama anak kita Diana sesuai keinginan kamu kak." ucap wanita tersebut dengan lembut


"Ada apa dengan semua ini? kenapa juga dia bisa tiba-tiba aja muncul dan bilang kalau anak itu anak kami? tapi sekarang kan..."


"Kamu ga bisa berbuat sesuka hati kamu, kamu yang dulu pergi dan menghilang dari sisi aku. Dan sekarang aku sudah..."


Ucapan Daniel langsung terpotong karena wanita tersebut langsung membuka suara

__ADS_1


"Tolong dengarkan alasan aku terlebih dahulu kak, setelah itu apapun keputusan yang akan kamu ambil aku akan terima." ucap wanita tersebut penuh keyakinan


Daniel pun langsung terdiam dan wanita tersebut pun mulai memberikan penjelasan tentang keadaan dirinya di masa lalu, Daniel hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasan dari wanita tersebut. Bahkan Daniel sampai mengabaikan panggilan telepon yang berasal dari Caca, Daniel benar-benar tak tau harus berbuat apa saat mengetahui semua kejadian di masa lalu yang menimpa wanita tersebut


Sedangkan di tempat yang berbeda Caca yang tak mengetahui apapun kembali berusaha untuk menghubungi Daniel, tetapi yang dia dapatkan adalah ponsel Daniel sudah berada dalam keadaan tidak aktif


"Kok bisa ga aktif ponselnya padahal tadi masih tersambung, apa terjadi sesuatu dengan kak Daniel? tadi terakhir dia telepon aku bilang udah mau jalan, sebenarnya ada apa? kenapa perasaan aku jadi ga enak begini?"


Caca terus saja menghubungi Daniel karena merasa khawatir tetapi tak membuahkan hasil apapun, dan tanpa terasa waktu pun terus berlalu hingga tanpa terasa jam di dalam kamar Caca sudah menunjukkan tengah malam


"Sebenarnya kamu ada di mana kak? kenapa sampai saat ini handphone kamu masih ga aktif? semua orang di dekat kamu yang aku kenal ga ada yang tau keberadaan kamu saat ini"


Dengan perasaan yang sedang bercampur aduk Caca memutuskan untuk mengganti pakaian yang dia gunakan dengan pakaian rumah, Caca pun memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan berusaha tetap berpikir positif. Hingga tiba-tiba saja ponsel Caca pun mulai berdering dan sudah pasti panggilan telepon tersebut berasal dari Daniel


"Halo kak, kamu ada di mana? kenapa dari tadi handphone kamu ga aktif? aku jadi khawatir kak"


Cukup lama Daniel hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara apapun


"Tolong jangan bikin aku takut kak," ucap Caca dengan suara yang mulai bergetar


"Apa kamu bisa temui aku sekarang Ca? aku ada di depan rumah kamu"


Entah mengapa Caca bisa merasakan bahwa saat itu suara Daniel terdengar seperti sedang menghadapi banyak beban pikiran, tanpa banyak bicara Caca segera keluar dari kamarnya dan menemui Daniel yang sudah menunggu dirinya di depan mobilnya. Hati Caca pun semakin yakin bahwa Daniel tidak baik-baik saja dari guratan wajah Daniel saat itu, tanpa banyak berpikir Caca langsung berlari ke arah Daniel dan memeluk tubuh Daniel dengan erat

__ADS_1


Daniel pun menjatuhkan wajahnya di atas pundak Caca tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, sedangkan Caca hanya bisa semakin mengeratkan pelukannya. Caca hanya ingin Daniel tau bahwa dia ada untuk Daniel


"Aku mungkin memang ga tau masalah apa yang sedang kamu hadapi saat ini kak, tapi kamu harus tau kalau kamu juga bisa mengandalkan aku seperti aku bisa mengandalkan kamu selama ini kak. Karena pasangan itu ada untuk saling melengkapi kak," ucap Caca dengan lembut


__ADS_2