
"Siapa, Mah?" tanya Jesika yang kebetulan baru pulang dari rumah sakit. Merly menoleh ke arah anaknya dan tersenyum.
"Hey, sayang. Baru pulang? Ini tante Maya," jawab Merly seraya menyambut anaknya dengan cipika-cipiki seperti kebiasaan mereka.
"Tante Maya? Terus kenapa Mama marah-marah? Sampe kedengeran dari luar."
"Habis Mama kesel. Dia buat biaya perawatan Qian sampe 45 juta. Kan gila namanya."
"Ya, mungkin karena memang obatnya yang bagus di kasih sama tante Maya. Lagian, Vero kan memang di rawat di kamar paviliun belakang yang bagus itu, Mah. Vero juga kayaknya kemaren parah, Mah. Mungkin aja kan emang segitu," ucap Jesika mencoba untuk meluruskan.
"Kamu itu ya. Mentang-mentang dekat sama Alzam kamu belain Mamanya. Kamu sih nggak tau aja kalo tante kamu itu memang punya kesumat dari dulu. Dia itu pasti lagi balas dendam, dan malah Qian yang jadi korbannya. Obsesi sekali dia mau buat pembuktian," terang Merly yang membuat Jesika mengernyitkan keningnya bingung.
"Maksud Mama apa?" tanya Jesika. Merly mulai membenahi duduknya. Jesika mulai merasa firasat buruk. Ibunya pasti akan melakukan hal aneh jika sudah begini.
"Gini, biar Mama ceritakan. Dahulu kala ...," ucapan Merly dengan cepat di potong oleh Jesika.
"Udah deh Mah, jangan banyak drama," sela Jesika dingin. Merly mendengus nafasnya kesal merasa tingkahnya di cegah.
FLASHBACK ON (POV MERLY)
Dulu Maya itu hanya seorang anak yatim yang di tinggal ayahnya, karena beliau meninggal gara-gara sakit, dan ibunya yang tuna rungu bekerja sebagai juru masak di panti tersebut. Panti itu donatur utamanya adalah keluarga om Arial.
Nenek om Arial sering kesana buat berkunjung. Dan selalu bertemu dengan tante Maya. Karena tante Maya pintar, dia pun di tawari beasiswa dan akan bekerja di rumah sakit Alatas nantinya.
Tante Maya setuju. Tapi, tanpa sepengetahuan nenek, tante Maya dan om Arial menjalin hubungan. Nenek melarang om Arial dan tante Maya berhubungan. Tapi, kakek malah menyetujuinya karena tante Maya sopan, cantik dan juga mumpuni. Dia sangat telaten mengurus kakek om Arial yang sakit. Karena itu permintaan terakhir Kakek om Arial adalah menikahi anak tunggalnya itu dengan tante Maya.
Nenek nurut, tapi dia tetap tidak bisa menerima keberadaan tante Maya seutuhnya. Sampai akhirnya kakek meninggal dan nenek mulai berulah.
__ADS_1
Dia terus menjodohkan om Arial dengan pilihannya. Ya itu, sama Mama Zee alias tante Lisa istrinya yang sekarang. Mama Zee itu baik, lembut dan yang paling penting seiman. Ini salah satu alasan nenek menentang, karena mereka tidak seiman dan tante Maya membawa Qian dan Alzam ikut agama dia, itu yang buat nenek tidak terima sampai sekarang.
Om Arial adalah garis keturunannya satu-satunya dan tante Maya malah membuat garis keturunannya seolah putus. Dengan membuat Qian dan Alzam ikut agamanya. Masalah ini terus menjadi konflik, walau tante Maya selalu menghormati nenek.
Hah, harusnya itu tidak jadi masalah. Kan di keluarga kita itu sudah biasa. Tapi sepertinya karena nenek om Arial itu anak pendeta, jadi dia lebih keras soal agama.
Sampai suatu hari nenek mengadakan acara. Dan om Arial mengajak tante Maya ikut ke sana karena tidak ingin dianggap tidak sopan, apalagi dia anak tunggal. Sudah pasti dia sangat menyayangi ibunya.
Nenek menghina tante Maya habis-habisan di sana.
"Tidak ada makanan halal bagimu di sini. Pulang lah. Semua nya terbuat dari daging babi dan minyak babi," ucap nenek tajam.
"Mama ini lagi ada acara. Bisakan kita nggak bahas ini sekarang?" bisik Arial menengahi.
"Di sini tempatnya pebisnis hebat yang punya banyak aset dari tujuh turunan. Bukan orang yang bisa kaya berkat harta subsidi suaminya," sarkas nenek lagi. "Mereka yang berasal dari keluarga rendah, akhirnya akan menjadi rendah juga, bukan. Barang daur ulang yang berasal dari sampah, di letakkan di etalase branded sekalipun akan tetap di bilang barang sampah." Saat itu juga tante Maya langsung menangis karena sakit hati. Om Arial yang tidak tahan segera ingin membawa tante Maya pulang. Tapi, tante Maya menahannya.
"Aku akan buktikan. Anak-anakku dan keturunannya akan sukses. Dan anda, akan melihat bagaimana anak-anakku menjadi lebih sukses dari pada garis keturunan murni keluarga anda," ucap tante Maya dengan telunjuk yang menunjuk ke wajah nenek om Arial.
Akhirnya om Arial menceraikan tante Maya dan menikah dengan Mama Zee. Karena tidak tega melihat tante Maya yang selalu disudutkan oleh nenek dan menikahi Mama Zee serta membawa nenek beserta istrinya dari sini. Untuk menjauhi tante Maya agar tidak menyakiti tante Maya lagi.
Om Arial melepaskan tante Maya dengan syarat, rumah sakit Alatas Medical Center menjadi milik tante Maya. Dengan alasan agar tante Maya bisa membesarkan Alzam dan Qian dengan baik.
Karena itu, tante Maya sangat terobsesi membuat anak-anaknya berpendidikan tinggi dan sukses.
FLASHBACK OFF
"Lalu kenapa tante Maya membenci Qian? Kalo soal Qian nikah muda, kayaknya itu masih bisa di benerin. Qian masih bisa di sekolahkan sampe S3 sekalipun. Kasih aja modal. Nanti pasti dia bakalan bisa sukses kalo modalnya ada. Ini malah Qian di buat kayak musuh," tanya Jesika bingung.
__ADS_1
"Qian hanya menjadi korban tante Maya. Korban obsesi tante Maya, apalagi Qian memang susah buat diatur. Qian buat tante Maya kelihatan gagal dan dia selalu menentang tante Maya kan selama ini. Qian tidak mau menjadi bagian dari dendam ibunya. Apalagi tante Maya yang sudah kesumat, pasti dia mencari tempat untuk melampiaskan semuanya," terang Merly dengan ceritanya yang panjang lebar.
"Kapan om Arial datang, Mah?"
"Mungkin besok kalo nggak lusa. Katanya dia mau urus semuanya," terang Merly. "Hmmmh...! Sudahlah. Lihat saja nanti mereka mau kayak gimana." Merly menghela nafasnya berat.
***
Di sisi lain, Vero dan Qian baru saja sampai di rumah mereka. Mereka di sambut oleh para tetangga dan tamu yang terus berdatangan menjenguk bahkan hingga malam baru mereka bisa beristirahat dengan tenang.
Tapi sedari tadi Vero terus merasa tidak tenang, karena sedari tadi siang dia tidak melihat di mana keberadaan moge suaminya.
Dia mulai merasa tidak nyaman. Apalagi motor Qian bukanlah barang murah, bahkan berkali-kali lipat lebih mahal dari mobilnya.
Tepat saat Qian masuk, Vero tidak tahan lagi untuk menanyakannya.
"Motor kamu kok nggak ada? Dimana motormu? Apa di pinjam teman kamu?" tanya Vero yang baru saja selesai meletakkan bayinya di ranjang.
"Sudah aku jual," terang Qian santai seraya sibuk dengan kesibukannya.
"Di-di jual? Kenapa? Buat apa?" tanya Vero kaget seraya mengernyitkan keningnya.
"Buat modal bikin perusahaan itu. Aku nggak enak karena cuman aku yang nggak ada modalnya di sana," ungkap Qian.
"Kenapa kamu nggak ngomong dulu, sih?" hardik Vero kesal.
"Itu kan punya aku seutuhnya. Aku beli sebelum kita nikah. Lagian waktu itu kakak masih di rumah sakit," terang Qian membuat Vero mendengus kesal mendengar pernyataan Qian barusan.
__ADS_1
"Lagian, sisanya aku pakek buat biaya rumah sakit kakak. Aku ganti uang Reo setelah itu," ungkap Qian yang membuat Vero terpaku menatap Qian. Sesaat raut kesedihan terlihat di wajah Vero.
"Nggak papa, nanti kita beli motor matic biasa juga bisa," ungkap Qian santai. Tapi tidak bagi Vero. Dia sangat merasa bersalah.