Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)

Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)
Ingat Di Mana Batasan Mu!


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal kepulangan Vero dari rumah sakit. Qian sibuk mengurus ini itunya seharian, tapi Alzam lebih sibuk lagi. Dia mengurus administrasi nya, kontrolnya, obat-obatan Vero, dan seolah mengabaikan bagaimana muaknya Qian melihat tingkah kakak kandungnya yang sudah seperti musuh baginya saat ini. Qian mulai menunjukkan sikap tak suka, dia menatap tajam kepada Alzam yang sedari tadi keluar masuk ruangan rawat Vero.


"Kek nya kita ketinggalan penggalan drama penting," gumam Bisma kepada Reo yang berada di sampingnya dengan tatapan melongo heran keduanya malihat kakak beradik ini yang tampak aneh sedari tadi.


Sedangkan Qian masih sibuk mengemasi barang-barang bawaan yang akan di bawa pulang lagi.


"Dokter bedah rumah sakit sini kayaknya kurang kerjaan," ucap Qian kesal menatap kepergian Alzam yang baru saja keluar dari ruangan tersebut. Vero hanya diam tak menanggapi. Dia malas menanggapi takut menambah panas suasana yang ada.


"Namanya juga kakak, Bray. Ya wajar kan kalo dia perhatian," ucap Reo berusaha menenangkan Qian. Sedangkan Vero tampak lebih memilih untuk tidak ikut menanggapi.


"Jangan-jangan mau poliandri mer ...," ucapan Bisma terpotong karena segera di bungkam oleh Reo. Qian hanya menatap sekilas kearah Reo dan Bisma lalu kembali dengan kesibukannya.

__ADS_1


Saat semua selesai tepat ketika Alzam akan membantu Vero untuk turun dari ranjang. Dengan cepat Qian mencegahnya. Dan menatap Alzam tak suka. Kakaknya ini sungguh sudah sangat berlebihan terhadap istrinya yang bahkan tengah mengandung anak adiknya. Bisa-bisanya dia berharap lebih kepada Vero. Bahkan terkesan sangat agresif di mata Al-Qian.


"Bersikaplah selayaknya dokter bedah, bukan seperti kacung pasien di rumah sakit ini," sarkas Qian dingin. Alzam hanya menyunggingkan senyumnya saat melihat kekesalan Qian yang semakin menjadi-jadi.


Vero yang sedari tadi diam menjadi semakin bungkam dan hanya mampu tersenyum kecut kepada Alzam. Alzam mengangguk dengan senyuman hangatnya kepada Vero seolah memberi tahu Vero bahwa dia tidak apa-apa. Qian yang melihat itu di buatnya semakin kesal. Rasanya ingin sekali dia segera menyingkir dari rumah sakit ini saat ini juga.


***


Setelah semua selesai di urus mereka pun bersiap untuk pulang. Sebelum pergi Qian menatap rumah sakit besar dan mewah itu sesaat sebelum masuk mobil. Dia merasa kehilangan sesuatu.


Dia menghela nafasnya panjang di dalam mobil dengan tatapan hampa. Vero yang menyadari suasana hati suaminya yang kacau segera menggenggam tangan Qian seolah menyalurkan kekuatan kepada Qian.

__ADS_1


Qian tersenyum dan membaringkan kepala Vero di pundaknya.


"Capek, kak? Tidur saja. Nanti aku bangunin kalo udah nyampe," lirih Qian lembut. Vero hanya tersenyum dan menggenggam tangan Qian erat. Mereka saling menguatkan. Dia tau Qian juga lelah, sedangkan dia sendiri juga tidak baik-baik saja.


Reo selaku supir dengan Bisma di sampingnya pun segera melajukan mobil meninggalkan rumah sakit tersebut.


***


Sedangkan di atas sana. Tepatnya di lantai paling atas di rumah sakit itu. Ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka sadari tadi hingga ia keluar dari area rumah sakit itu.


Maya. Dia terus memperhatikan putranya itu dari kejauhan. Meski tak ia tunjukkan, tapi jauh di relung hatinya terdalam betapa ia mengkhawatirkan Qian saat ini. Mampukah anak itu membina rumah tangganya? bisa kah dia bersikap dewasa di rumah tangganya? Bagaiman nanti, apakah dia bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menafkahi anak istrinya?

__ADS_1


Pertanyaan itu terus mengganggu Maya. Tapi untuk turun tangan membantu Qian masih terlalu berat ia lakukan. Ia ingin Qian rasakan dulu hidup tanpa apapun darinya, hingga anak itu datang sendiri kepadanya untuk meminta bantuannya.


"Semoga saja dia bisa menjadi ayah yang baik untuk anaknya," gumam Maya seraya melepaskan kaca matanya dan memijit pelipisnya. Ia menghela nafas panjang dengan bersidekap dada dan menatap keluar dari jendela kaca ruangannya.


__ADS_2