
Hari keberangkatan sang ayah pun tiba. Hanya Qian yang mengantar kepergian sang ayah.
"Jaga Mama ya. Jangan nakal kamu. Kasihan Mama," nasehat sang ayah sebelum pergi. Qian mengangguk seraya tersenyum.
Qian juga menyapa ibu sambungnya itu. Dia dan ibu sambungnya memang baik-baik saja. Dan sang ibu sambung pun selalu ramah kepadanya.
Setelah berpamitan dengan semua, ayahnya dan keluarga kecil barunya pun bersiap akan pergi lagi karena sebentar lagi pesawat akan take off.
Sebelum pergi Arial menatap sekeliling seolah mencari sesuatu, sedangkan sang istri sudah terlebih dahulu pergi dengan bayinya. Ia menghela nafasnya dalam dan kembali melanjutkan perjalanannya melambaikan tangannya kearah Qian. Qian membalasnya dan pergi saat ayahnya sudah tak terlihat lagi.
Qian tahu dari tadi ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka. Qian segera menatap kearah tersembunyi tersebut dan tersenyum. Di balik tiang besar itulah Maya tengah menangis sendirian. Qian tidak ingin menghampiri ibunya itu. Dia tau ibunya tidak ingin dia tau jika dia saat ini tengah menangis.
***
Qian menemui teman-temannya. Dia membahas tentang rencana mereka malam ini.
"Dia ngajak malam ini. Di tempat biasa," terang Ilham tentang rencana mereka balapan lagi malam ini.
"Dia kesel kemaren yang di lawannya bukan, lo. Kayaknya dia kesumat banget sama Lo," tambah Reo.
__ADS_1
Qian hanya tersenyum mendengarnya seraya menenggak minuman soda-nya.
"Kita ladenin dia malam ini." Sontak pernyataan Qian membuat semuanya bersorak semangat.
***
Qian pulang sebentar lalu kembali keluar lagi. Alzam yang melihat adiknya buru-buru segera bangkit dari posisinya mengejar langkah Qian yang buru-buru.
"Mau kemana lagi kamu, Qian?" seru Alzam yang tak di jawab apapun oleh Qian karena terlihat buru-buru menuruni anak tangga dan dia berhenti di ujung anak tangga tak ikut menuruninya.
"Jangan pulang malam-malam Qian, nanti Mama marah," seru Alzam lagi sebelum adiknya benar-benar menjauh.
"Mau ngapain lagi, dia," gumam Alzam pelan pada dirinya sendiri seraya mengintip kepergian Qian menggunakan motor kesayangannya lengkap dengan helm fullface nya.
"Pasti balapan liar lagi. Nggak pakek kapok nih anak," tebak Alzam yang sebenarnya cukup khawatir dengan hobi adiknya tersebut. Tapi mau di larang bagaimana pun Qian bukan tipe yang mudah di nasehati.
Kebetulan malam itu ibu mereka tengah piket malam, jadi dia tidak tau dengan apa yang Qian lakukan. Hingga Qian bisa bebas mau kemanapun.
Maya memang seorang dokter di salah satu rumah sakit swasta. Disana dia dokter sekaligus pemilik rumah sakit. Ya, rumah sakit itu merupakan milik keluarga Alatas, dan Aria setelah bercerai dari Maya telah menyerahkan rumah sakit tersebut kepada Maua. Jadi, karena itu kadang dia hanya bisa menitipkan anak-anaknya kepada sang pengasuh yang sering mereka panggil Bunda.
__ADS_1
***
Akhirnya Qian sampai di tempat tujuan. Mereka terlihat sudah bersiap-siap. Saat Qian datang mereka semua sudah berkumpul di sana.
"Ok, siapapun pemenangnya. Semua harus sportif. Nggak ada ribut-ribut kayak kemaren. Dan yang menang juga jangan mancing-mancing," sindir Keanu si pihak netral.
Setelah semua siap mereka pun bersiap dengan seorang wanita cantik bersiap di tengah arena dengan sapu tangan merah muda di tangannya. Ia mengangkat saputangan tersebut dan menunggu kode dari Keanu
Dan....
Sebuah kode pun di berikan Keanu. Saputangan tersebut ia jatuhkan dengan anggun. Tepat saat saputangan itu menyentuh aspal saat itu lah balapan pun di mulai.
***
Mereka terus memacu roda dua itu dengan kecepatan tinggi dan semakin tinggi. Semakin terpacu lagi saat mereka melihat keberadaan lawan yang semakin mendekat. Untung jalanan yang sepi membuat mereka tidak perlu khawatir jika ada lawan dari kendaraan umum.
Qian berhasil memimpin walau harus kejar-kejaran dengan Marvel. Marvel terus menambah kecepatannya untuk menyalip Qian. Tapi seberapa kuat pun dia mencoba, menyalip Qian terasa sangat sulit baginya. Tapi, tak membuat ia putus asa.
Hingga satu kesempatan pun datang, Marvel tak menyia-nyiakan nya begitu saja. Ia segera menyalip Qian dan menendang motor Qian. Qian kehilangan keseimbangan nya dan terpeleset di jalanan hingga terseret ke pinggir. Tapi baru saja ia berhasil melewati Qian sebuah kejadian naas terjadi.
__ADS_1
TAAAAKKKK....