Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)

Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)
Mulai Bekerja


__ADS_3

"ini ... Uang dari mana, Kak?" tanya Qian.


Vero masih tampak bingung harus menjawab apa. Sesaat dia mendapati sebuah notifikasi masuk ke handphone nya. Ia pun langsung membukanya dan melupakan Qian yang tengah bertanya kepadanya. Sebenarnya itu juga salah satu trik Vero untuk berfikir terlebih dahulu sebelum menjawab.


'Maaf Vero aku lupa kasih tau. Di tas sudah aku masukkan uang 50 juta untuk menggantikan uang kalian yang hilang. Tolong jangan memberi tahu Qian. Nanti dia akan marah,' tulis Alzam di sebuah pesan kepada Vero.


"Itu uang dari mama. Dia ganti uang kita segitu dulu katanya," ungkap Vero berbohong. Walau merasa agak aneh, Qian tetap berusaha untuk mempercayai Vero.


Vero membalik tubuhnya menghadap almari pakaian dan memegang dadanya dengan degup jantungnya yang berdetak kencang bak genderang perang,k arena perasaan takut jika ia ketahuan berbohong.


'kok takut gini, ya," batin Vero seraya terus memegang dadanya.


Qian yang melihat gelagat aneh dari Vero pun menghampiri Vero. Dan melingkar kan tangannya di perut Vero yang mulai membuncit.


"Astaga!" teriak Vero yang seketika terlonjak kaget. Qian malah tertawa melihat reaksi kaget Vero.


"Kamu, ih," rutuk Vero dengan pukulan bertubi-tubinya kepada Qian.


"Kakak kenapa?" tanya Qian terkekeh seraya menahan pukulan Vero dengan lengannya yang ia tamengkan di depan wajahnya untuk melindungi diri dari pukulan manja Vero.

__ADS_1


"Kamu ngagetin. Tadi kamu kan duduk tiba-tiba ada di belakang aku gini. Siapa yang nggak akan kaget," seru Vero yang terus memukul suaminya itu yang terus terkekeh. Qian pun menghentikan pukulan Vero dengan menangkap kedua tangan Vero dan membawanya ke pelukan eratnya, yang seketika menghentikan pukulan Vero padanya.


"Besok aku mulai kerja. Ada satu panggilan kerja. Dan itu di perusahaan yang lumayan besar," ungkap Qian membuat Vero tersenyum sumringah. Ia pun ternganga tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


"Beneran!" seru Vero yang masih tidak percaya. Qian mengangguk meyakinkan. Vero pun kembali histeris dan memeluk suaminya bahagia.


"Jangan loncat-loncat nanti bayinya beneran keluar, loh," kekeh Qian lagi. Vero pun menghentikan loncatannya dan berbalik memeluk Qian erat.


"Sebenarnya aku mulai kerjanya hari ini. Tapi karena aku jemput kakak jadi aku izin pulang cepat tadi. Tapi kerjaannya bakalan aku selesaikan malam ini buat besok," terang Qian. Vero cukup terharu mendengarnya. Ia pun mengusap wajah Qian lembut dengan perasaan campur aduk. Qian pun tersenyum hangat ke arah Vero.


Dia yakin pria muda ini bisa dipercaya. Dia hanya butuh kesempatan untuk membuktikannya.


***


"Tidur aja lagi, Kak. Aku bisa kok. Masih pagi ini," gumam Qian seraya mengumpulkan semua yang ia butuhkan.


Vero terus memperhatikan Qian yang tengah siap-siap.


"Kemarin aku kan sudah masuk kerja. Makanya hari ini aku mau berangkat pagi-pagi biar bisa serahkan semua nya supaya nggak terlambat," ungkap Qian.

__ADS_1


Vero hanya tersenyum menanggapi. Dia masih di atas ranjang dan bersiap untuk bangkit dengan menjepit rambut panjangnya terlebih dahulu sebelum ia beranjak dari ranjangnya.


***


Vero pun memulai rutinitas paginya di dapur sedangkan Qian masih tampak menyelesaikan sedikit pekerjaan nya sebelum dia serahkan nanti.


Setelah semua selesai, Qian pun bersiap akan berangkat. Sebelum pergi dia mengecup kening Vero dan melambaikan tangannya sebelum memacukan motornya.


Vero tersenyum bahagia melihat suaminya yang sudah mulai bekerja.


"Wah, gagah juga ya kalo mas Qian sudah pakai pakaian rapih gitu," celetuk Wiwid yang kebetulan datang mengantar pesanan Vero.


"Iya. Dia sudah mulai kerja dari kemarin," ungkap Vero seraya menerima bungkusan gado-gado dari gadis itu.


"Mas Qian kalo ikutan casting pasti keterima jadi artis, Mbak," ungkap Wiwid lagi. Vero hanya tertawa menanggapinya.


"Kamu ngawur. Orang kayak Qian jadi artis? bisa tiap hari sutradaranya ganti kamera baru," kekeh Vero.


"Udah, ah. Mau masuk beres-beres lagi." Vero pun masuk ke dalam rumahnya sedangkan Wiwid kembali ke lapak dagangannya.

__ADS_1


__ADS_2