Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)

Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)
Kangen


__ADS_3

Maya ikut mengantar Vero keluar, ia menggendong Rumi yang tengah tertidur. Bayi 7 bulan itu terlelap di gendongannya dengan nyaman. Saat ia melihat Qian yang masih di mobil bahkan tak membuka sedikitpun kaca mobilnya padahal dia sudah cukup jelas memberitahu tentang sakitnya. Dan pasti Qian paham siapa yang ingin ia undang ke rumah sebenarnya? Jelas, putranya lah yang ingin ia undang kerumah.


Tapi, sepertinya Maya lupa yang ia hadapi adalah si keras kepala Qian. Setelah memberikan Rumi kepada Vero, ia langsung pergi masuk kamarnya karena tidak tahan melihat sikap kasar putranya.


Alzam yang melihat kepergian ibunya yang tampak tak baik-baik saja. Segera menghampiri Qian. Dia tau, Maya tengah berhiba hati. Putranya membencinya saat ini.


Alzam tak tahan. Ia menggenggam tangan nya erat menahan rasa sakitnya melihat ibunya di perlakukan seperti itu oleh adiknya. Sebelum Vero masuk mobil, Alzam segera menahannya. Itu memancing reaksi dari Qian. Dia menatap Alzam tajam. Sedangkan Vero tampak bingung dan masih menggendong Rumi.


"Kamu tau sopan santun, kan? HEI, KURANG AJAR. IBU KAMU MINTA DI JENGUK. DIA NGEMIS MINTA KAMU JENGUK. KAMU PAHAM, KAN? PEREMPUAN TUA ITU SAKIT SEKARANG." Qian masih diam tak bergeming, dia hanya tersenyum sinis mendengar pernyataan kakaknya. Ini membuat Alzam semakin geram. "KEPARAT KAMU DENGAR, KAN!" teriak Alzam lagi lebih lantang.


Air matanya jatuh mengalir membasahi wajahnya, yang menggambarkan betapa ia sangat kesal dan marah terhadap Qian saat ini. Tapi Qian masih tak bergeming. Alzam memejamkan matanya, percuma bicara dengan Qian sekarang.

__ADS_1


'Lihat saja nanti, Qian. Kamu juga akan rasakan bagaimana rasanya mengemis perasaan,' lirih Alzam membatin dan melepaskan genggamannya pada tangan Vero dengan tatapan hampa dan air mata yang masih membasahi wajahnya. Vero tertegun di posisinya, bingung harus bagaimana sekarang.


"Pulang lah. Dia sudah menunggu. Bajingan itu akan tetap seperti itu tidak akan pernah berubah," ucap Alzam tanpa menoleh kepada Vero. Vero masih terdiam tak tau harus melakukan apa dan Alzam pun langsung beranjak dari sana masuk ke kediamannya, menutup pintu rumah dengan kasar seolah seperti menutup rapat kesempatan Qian untuk pulang kembali.


Vero pun masuk ke dalam mobil menatap Qian yang ternyata sama lukanya saat ini. Matanya tak mampu menatap Vero, dia hanya menatap lurus ke depan. Seolah tak perduli dan fokus ke jalanan.


Tapi kenyataannya Qian hanya tengah menyembunyikan rasa sakitnya. Hanya angkuhnya yang keras, jauh di dalam hatinya Qian juga tengah menyakiti dirinya sendiri.


Di lain sisi Maya tengah duduk di ranjangnya berada dalam pelukkan Alzam. Ia menangis sesenggukan di pelukan Alzam.


"Mama kangen Qian," lirih Maya. Alzam hanya diam seraya mengelus bahu ibunya lembut. Tidak ada yang bisa ia katakan. Sedangkan Maya hanya bisa meremas tangannya menahan rasa rindu yang bergolak di dadanya.

__ADS_1


"Mah, besok kita ke panti, yuk. Sudah lama kan Mama nggak jenguk panti. Ada bayi yang baru datang di sana. Dia lagi sakit, aku juga sekalian mau obatin dia sama Jesika," ungkap Alzam berusaha mengalihkan perhatian ibunya.


Maya mulai bangkit dan menyeka air matanya. Dia mulai tertarik saat Alzam mengucapkan tentang Jesika. Si sepupu jauh Alzam dari pihak ayahnya yang merupakan cucu dari kakak neneknya.


"Kamu akrab sekali sama Jesika. Kalian pacaran," tanya Maya dengan polosnya dan mata yang masih sembab. Alzam pun tertawa mendengarnya.


"Mama apa-apaan sih. Nggak lah. Dia udah aku anggap adik aku sendiri, kok," terang Alzam masih dengan tawanya. Entah kenapa ada perasaan aneh saat ibunya menyebutnya berpacaran dengan Jesika.


"Kalo iya juga nggak papa," ungkap Maya seraya menyeka air matanya.


"Hmmmhhh... Kayaknya Mama udah nggak sedih lagi. Yaudah aku tidur dulu," ucap Alzam mengakhiri pembicaraan mereka. Dan ia pun bangkit dari sana meninggalkan ibunya yang tampaknya juga bersiap akan tidur.

__ADS_1


"Mama masih kangen Qian," lirih Maya sendirian.


__ADS_2