Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)

Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)
Insiden Pagi Hari


__ADS_3

Pagi saat terbangun Vero dikagetkan dengan bercak merah di lengan baju dan sprei di tempat Qian tertidur. Vero secara reflek mengangkat tangan Qian yang spontan membuat Qian terbangun dan terpekik seperti kesakitan.


"Aaa... Auu...," pekik Qian terbangun dan meringis seraya menahan tangannya yang Vero angkat.


Vero pun secara reflek melepaskan tangan Qian yang tengah ia pegang, dan Qian kembali terpekik karna tangannya yang sakit terbentur kasur begitu saja. Vero menutup mulutnya ngeri saat melihat Qian meringis.


"Kakak!" pekik Qian seraya memegang tangannya yang terluka.


"I-itu kenapa?" Tunjuk Vero ngeri pada tangan Qian yang terdapat bercak merah. Qian melirik tangannya yang berdarah. Dia baru sadar luka yang semalam merembes dan berdarah hingga pagi. Ternyata luka gara-gara insiden semalam cukup melukainya. Dia tidak begitu memperhatikan saat pulang karena terlalu kesal atas perampokan tersebut, hingga membuat dia tidak merasakan sakit pada luka di tangannya dan baru pagi ini dia menyadarinya.


"Aku di rampok semalam," aku Qian membuat Vero mengernyitkan keningnya merasa bingung tak percaya karena Qian semalam terlihat biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


"Jangan bercanda!" seru Vero mulai tak menyukai ucapan Qian yang sulit untuk di percayainya.

__ADS_1


"Iya. Semalam aku pergi nemuin mas Alzam buat ganti uangnya. Tapi, dia malah undang perampok buat ambil uangnya. Sekarang uangnya hilang dan hutang kita nggak kebayar sama dia," terang Qian yang masih terlihat kesal, membuat Vero tertegun.


"Kok ... Dia bisa gitu sama kamu?!" lirih Vero merasa miris sekaligus kaget dengan sikap Alzam yang tidak seperti seorang Alzam yang selama ini Vero kenal baik dan lembut.


"Nggak tau," ucap Qian singkat seraya mencoba bangkit dari tidurnya untuk melihat keadaan tangannya.


"Udah, jangan banyak gerak. Nanti kita ke klinik dekat sini buat periksa luka kamu," cegah Vero kepada Qian yang akan bangkit dari ranjang.


"Nggak usah. Ini nggak robek kok. Cuman ke gores aja," tolak Qian yang langsung bangkit dan keluar kamar menuju kamar mandi untuk membersihkan lukanya.


"Mah, Qian di rampok semalam gara-gara Alzam. Vero mau nemuin dia. Vero nggak bisa biarin Qian di gituin sama Alzam. Alzam udah keterlaluan. Untung saja Qian nggak mati konyol semalam," rutuk Vero yang juga merasa takut dengan cerita Qian semalam.


"Kok bisa gitu? Alzam biasanya lembut orangnya. Hmmm... Ini pasti gara-gara cinta segitiga. Makanya kamu jangan dekat dengan Alzam, biar dia nggak bikin ulah. Cemburu itu nggak enak, Mama sering rasain itu waktu pacaran sama papa kamu dulu," ungkap Mama Jill malah beralih ke cerita hidupnya.

__ADS_1


"Mama ah, ngelantur kemana-mana," ucap Vero mendengus kesal dengan ibunya yang tidak bisa diajak bicara. Mama Jill hanya tertawa seraya terus dengan kegiatan memasak sarapan paginya.


"Mah, temenin aku jual emas aku itu, ya. Biar aku ganti pakek emas mahar itu saja buat tambahannya, terus pakek uang tabungan aku buat nutupin kekurangannya. Biar masalah ini cepat kelar dan kita nggak ada hubungan sama Alzam lagi," pinta Vero kepada Mama Jill untuk menemaninya.


"Kamu masih punya tabungan? Kamu bilang semua uang kamu habis," sungut ibunya seraya menghidangkan nasi goreng yang baru selesai ia masak kedalam piring.


"Uang tabungan nenek dulu. Nggak seberapa juga," jawab Vero yang langsung pergi dari sana tidak mau di interogasi oleh ibunya lagi.


"Ih, malah kabur." Mama Jill kembali dengan hidangannya yang sebentar lagi beres.


Mama Jill memang sangat suka masak. Walau dia sangat suka berfoya-foya, tapi jika soal masakan pun dia tidak bisa di ragukan. Masakannya sangat enak, dan menjadi andalan keluarganya.


***

__ADS_1


Di kediamannya Maya tampak mulai di sibukkan dengan rutinitas paginya bersiap untuk pergi bekerja. Tapi dia kaget saat tidak mendapati mobil Alzam di parkiran. Saat akan menanyakan hal itu Maya malah sudah di pepet oleh waktu. Akhirnya dia putuskan untuk mengabaikannya saja dulu.


__ADS_2