
Di sisi lain Qian baru masuk menuju sebuah meja kosong bersama Reo dan Bisma. Dia mulai memilah-milah menu yang ingin di pesannya.
Reo dan Bisma memesan seperti kesetanan karena sangking kangennya mereka dengan masakan Indonesia.
Qian hanya tersenyum melihat tingkah teman-temannya itu.
"Gua di sana sampe mimpi-mimpi makan pecel ayam, lele, nasi goreng. Gilaaaa ... Gua bakalan makan semua hari ini," seru Bisma mengetuk-ngetuk meja dengan heboh menggunakan sendok dan garpu, membuat Reo terbahak.
Dan di sambut Qian dengan satu pukulan gulungan kertas ke kepala Bisma yang membuat Bisma kesakitan dan berhenti mengetuk meja dengan sendok. Sedangkan Reo masih dengan tawanya.
"Norak banget sih nih anak," seru Qian kesal sekaligus malu dengan tingkah sahabatnya yang satu ini. Bisma langsung berhenti melakukannya seraya mengusap kepalanya.
"Gaya lo udah mirip bapak-bapak beneran, Qian," sungut Bisma. Reo hanya tertawa melihat sikap cengeng Bisma dan galak Qian yang sudah seperti seorang ayah sungguhan.
Qian menatap datar ke arah keduanya dengan buku menu yang masih berada di tangannya.
__ADS_1
"Kayaknya semenjak punya teman tidur dia jadi bisa lebih dewasa dan bentar lagi juga bisa jadi wali lo, Mbim," seru Reo yang memanggil Bisma dengan panggilan akrabnya di rumah.
Bisma menyambutnya dengan tos kepada Reo yang kembali tertawa bersama Bisma. Qian acuh tak mau ambil pusing seraya melempar buku menu ke atas meja.
Tidak lama pesanan mereka pun datang. Dan mereka segera menikmatinya bersama masih dengan tawa renyah dan canda khas mereka bertiga.
***
Di sisi lain Vero dan Alzam masih menunggu kedatangan ibu Vero. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Mama jill pun datang. Dengan rambut sasak, tubuhnya seksi di balut pakaian yang cukup terbuka dengan belahan dada rendah. Dia duduk dengan anggun dan meletakkan tas mahalnya di kursi kosong di sampingnya.
Mama jill masih tampak tenang dengan melipatkan tangannya di meja lengkap dengan senyum manisnya yang terus terkembang menatap Vero yang tampak sangat kesal.
"Sabar donk, sayang. Nggak ilang kok. Masih ada sama Mama. Cuman uang kamu saja yang Mama pinjam sedikit buat bayar tagihan tas baru Mama." Tunjuk Mama jill pada tas cantik mahalnya yang ia letakkan di meja. Ia memajangnya dan memamerkannya kepada Vero dan Alzam yang hanya diam sedari tadi. "Cantik, kan? Ini edisi terbatas. Hanya ada 6 di dunia. Salah satu yang beli adalah Gigi Hadid sama Song Hye Kyo. Mama beruntung bisa dap ....," ucapan Mama jill terpotong saat Vero menggebrak meja dengan keras karena sangking kesalnya dia.
"Balikin semuanya sama aku sekarang juga, Mah. Itu uang Qian. Bukan uang aku, Mah. Mama nggak malu apa?" tukas Vero sedikit membentak. Mama jill tersenyum dan masih tampak tenang. Ia meletakkan telunjuknya di bibirnya yang merah merona senada dengan blass-on merah yang memenuhi bawah matanya hingga pipi.
__ADS_1
Sedangkan Vero sudah tak bisa menahan emosinya lagi. Ia mengepalkan tangannya dalam posisi masih berdiri. Alzam yang sedari tadi diam berusaha menenangkan Vero.
"Sudah, Ver. Ingat, kamu sedang hamil muda," ingat Alzam. Mama jill tampak memperlihatkan expresi kurang sukanya saat Alzam membahas kandungan Vero.
"Kamu itu harusnya nikah sama pria kaya. Kan Mama jadi bisa bebas dari laki-laki jahanam itu, kamu pun bisa punya kehidupan yang layak. Nggak kayak sekarang. Uang segitu saja kamu masih kayak Kesurupan nagihnya. Nih perhiasan kamu. Uangnya nanti Mama ganti," tutur Mama Jill melempar sekotak perhiasan kepada Vero dengan asap rokok yang mengepul di udara. Alzam menarik nafas panjang sebelum bicara.
"Begini, Tante. Uang itu adalah tabungan mereka satu-satunya. Dan uang itu akan mereka gunakan untuk biaya persalinan Vero nantinya," terang Alzam lembut. Mama Jill menatap Alzam.
"Dia adik kamu, kan? Kenapa kalian tidak membantunya? Pasti uang segitu tidak ada artinya bagi keluarga kalian yang kaya raya itu," ucap Mama Jill dengan tatapan meremehkan dan sepuntung rokok yang masih menyela di tangannya.
"Mama jangan ngomong seenaknya. Itu uang yang Qian dapat dari kerja kerasnya. Bukan masalah orang kaya atau miskin. Mama itu mencuri, Mah ... Bukan. Mama ngerampok uang itu dari kita," ucap Vero histeris. Alzam segera menahan Vero agar dia tidak lepas kendali. Sedangkan Mama Jill hanya menyunggingkan senyumnya santai.
"Dah ah, Mama mau hang out bareng teman-teman Mama. Biar nggak ikutan stress kayak kamu," ujarnya lagi. dan berlalu begitu saja meninggalkan Vero yang masih tampak matah.
Setelah mama Jill pergi, Vero kembali membuka kotak perhiasannya. Di dalam terdapat satu set perhiasan emas mahar nya masih utuh dan sebuah kartu ATM kosong karena pasti sudah habis di gunakan Mama Jill, Vero menangis mendekap wajahnya. Dia merasa begitu stress menghadapi tingkah ibunya ini.
__ADS_1
Alzam hanya diam tak tau harus berbuat apa. Dia menghela nafasnya panjang.