Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)

Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)
Perjodohan


__ADS_3

Di suatu tempat Khairunisa alias Una tengah menikmati makan malamnya dengan keluarga besarnya di ruang makan yang kelihatan sangat mewah dan elegan. Makan malam hangat malam itu terasa sangat akrab karena semua anggota mereka lengkap di tambah dengan anggota keluarga tambahan, atau tepatnya calon anggota keluarga baru Una.


Mereka tengah mempersiapkan pertemuan antara Una dan Diko. Dan Una yang di paksa pun, terpaksa ikut acara makan malam tersebut dengan perasaan kesal.


***


Diko, Diko adalah seorang pengusaha muda sukses yang bekerja di sebuah bidang properti. itu dia juga tampan dan pintar secara akademis, tapi kaku dalam percintaan. Sulit baginya untuk membaur dengan makhluk yang bernama wanita. Dia selalu merasa panik dan cemas saat berdekatan dengan wanita.


Inilah yang menyebabkan dia tidak pernah bisa menjalin hubungan dengan wanita dalam bentuk ikatan pacaran. Itu pulalah alasan mereka di kediaman keluarga Una saat ini.


Keluarga Una dan Diko sepakat menjodohkan sang pengusaha muda sukses tampan itu dengan Una. Si cantik centil yang ceria. Diko bahkan sudah jatuh cinta terhadap Una sejak pandangan pertama mereka, tapi itu berbanding terbalik dengan Una.


Dia sangat membenci laki-laki muda di hadapannya saat ini. Dia benci dengan senyum malu-malunya, dia benci dengan pakaian formal yang selalu Diko kenakan saat mereka bertemu, dia benci dengan Diko yang selalu kekurangan topik untuk di bicarakan.


Una menarik nafasnya kasar saat melihat Diko masih hanya diam sedari 15 menit lalu tanpa ada topik pembicaraan. Padahal dia yang mengajak Una untuk bicara setelah acara makan malam barusan, tapi sekarang malah dia yang kehilangan topik pembicaraan

__ADS_1


'Cowok goblok, pantes nggak punya pacar. Sampah kek gini malah gue yang di suruh daur ulang. Kampret,' rutuk Una membatin lengkap dengan sumpah sarapahnya yang tertahan tidak bisa ia ungkap kan.


"Ehmmm," dehem Una mulai bosan. Diko menoleh kaget mendengar deheman Una. Dia bisa lihat expresi bosan Una yang terlihat jelas di wajahnya saat ini.


"Mau ngapain nih mojok di sini? Mau sedekah darah sama nyamuk doank?" seru Una kesal seraya garuk-garuk gatal karena di gigit nyamuk.


"Oh, maaf. A-anu ... I-itu ... Ta-tadi ... Aku ...," Una melirik sekilas kearah Diko dengan ujung matanya tanpa menoleh.


"Gue nggak akan bunuh lo kalo lo salah ngomong. Kenapa lo ketakutan banget buat ngomong?" tukas Una datar.


Sontak itu membuat Diko semakin grogi di buatnya. Melihat keadaan yang semakin menyebalkan baginya. Una pun bangkit dan bersiap akan meninggalkan Diko.


"Una! Kenapa Diko nya di tinggal, sayang. Una!" panggilnya ibunya tanpa di perdulikan oleh Una.


Ibu Una yang melihat Diko di tinggal begitu saja hanya bisa mendengus nafasnya kasar seraya tersenyum malu atas perbuatan Una kepada Diko yang masih duduk di posisinya.

__ADS_1


***


Alzam kembali menemui Vero di tempat kantin yang biasa menjadi tempat Vero makan siang saat waktu istirahat makan siang.


Vero menatap datar kedatangan Alzam. Entah kenapa dia seolah benar-benar mati rasa terhadap Alzam saat ini. Tapi tiba-tiba Mika malah pergi meninggalkan Vero berdua dengan Alzam membuat Vero semakin terjebak keadaan.


"Kasih aku kesempatan. Aku akan perbaiki semua, Vero. Ayo kita mulai lagi dari awal. Kehilangan kamu selama 2 bulan benar-benar buat aku sadar kalo aku nggak bisa kehilangan kamu, Ver. Aku mohon, kasih aku satu kali lagi kesempatan. Kali ini aku janji, aku akan temuin nenek kamu buat lamar kamu," ungkap Alzam.


Vero menatap Alzam dengan tatapan dalam. Perlahan perasaan yang tadi seolah mati malah tumbuh kembali. Tapi, apa yang bisa ia katakan. Karena saat ini dia sudah berada di pelukan orang lain. Bahkan dia sudah serahkan semua kepada orang tersebut.


Tiga tahun menjalin hubungan bersama Alzam. Tak sekalipun Alzam menyentuhnya. Dua Minggu bersama Qian, dia bisa serahkan semuanya kepada pria itu.


Ah, bodohnya dia.


'Kamu telat, Zam. Sudah terlanjur aku serahkan semua kepada orang lain,' batin Vero miris.

__ADS_1


"Aku ... Aku udah ada orang lain. Kita nggak akan mungkin balikan lagi sama kamu. Aku sama dia udah sangat serius. Maaf, Zam. Aku nggak bisa," tolak Vero perlahan dan dengan expresi yang sulit untuk diartikan.


Alzam meneguk ludahnya pahit. Dia tidak menyangka, tiga tahun hubungan mereka, bisa Vero lupakan begitu saja. Begitu cepat Vero temukan orang lain.


__ADS_2