Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)

Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)
Di Pecat


__ADS_3

Di perusahaan Qian memulai paginya dengan menyapa beberapa orang karyawan yang dilewatinya hingga ia sampai ke meja kerjanya. Baru duduk beberapa saat tiba-tiba Qian dikagetkan oleh seseorang.


"Bagaimana dengan kerjaannya? Sudah selesai?" tanya Fajar teman sekantor Qian yang lebih senior di sana. Qian mengangguk dan menyerahkan hasil kerjanya beserta flashdisk penyimpan datanya.


Setelah menerima hasil kerja Qian, Fajar pun langsung beranjak pergi dari sana bahkan tanpa sepatah katapun, seperti terimakasih misalnya. Qian hanya menyedikkan bahunya tak mau ambil pusing.


Belum juga Fajar masuk, Fajar sudah di hentikan oleh seseorang.


"Fajar mana desain yang kemarin kamu kerjain? Sudah selesai?" tanya supervisor mereka.


"Sudah, pak. Ini saya kerjakan semalaman loh, Pak." Seketika Qian pun berbalik mendengar pernyataan Fajar barusan. Hasil kerja dia katanya? Itu adalah map yang barusan Qian berikan kepadanya dan Qian kerjakan semalaman.


Qian menyunggingkan senyumnya dan mulai mengerjakan sesuatu. Setelah selesai ia pun segera bangkit.


"Pak Rudi!" seru Qian. Pak Rudi dan Fajar pun berbalik kearah Qian yang berjalan mendekat.

__ADS_1


"Ini opsi pilihan buat desainnya. Itu hanya ada satu opsi saja yang saya serahkan kepada pak Fajar," ungkap Qian yang seketika membuat wajah Fajar memerah karena malu. Qian mengungkapkan semua dengan elegan. Dia tidak rela jika sesuatu yang ia kerjakan di akui milik orang lain. Pak Rudi membuka map yang di berikan Qian. Dan berganti menatap Fajar tajam, ia mengangguk paham.


"Ini hasil kerja dia bukan kamu Fajar? Pantas beda hasilnya." Pak Budi kembali membolak-balik hasil kerja Qian. Qian tersenyum penuh kemenangan kearah Fajar yang tengah menahan malu.


Fajar salah orang jika ingin mengerjai orang. Qian adalah berandalan jalanan yang tidak mungkin kalah dengan penindasan murahan seperti ini.


Qian pun berlalu dari sana setelah mendapat tepukan pujian di bahunya dari pak Budi. Dia berlalu dengan senyuman menantang kepada Fajar.


Setelah pak Rudi pergi meninggalkan mereka, Fajar di buat tidak bisa menahan diri lagi. Qian harus tau siapa penguasanya di sini. Anak kemarin sore seperti Qian harus di beri paham tentang dunia kerja.


"Kamu salah cari lawan. Dengan nilai akademis yang baik dan tampilan rapih, kamu pikir aku anak mami? Heh, cari tahu dulu latar belakangku dengan baik. Bahkan aku sudah sering hampir membunuh orang. Kamu hanya seperti semut kecil yang menempel di bajuku. Sekali tekan juga bisa mati," ancam Qian.


Ruangan tersebut sudah mulai hiruk-pikuk. Dan semua mata tertuju kepada Qian. Qian dan Fajar pun segera di panggil keruang pak Rudi. Pak Rudi memberi peringatan kepada Qian.


Tapi naas bagi Qian. Fajar yang sudah lama membangun ikatan persaudaraan di perusahaan tersebut berhasil mengusir Qian dengan kekuatan HRD yang merupakan saudaranya. Jika dari pak Rudi dia hanya di beri peringatan, tapi di hadapan HRD dia langsung menghadapi pemecatan. Tidak masalah bagi Qian. Dia juga tidak sudi bekerja di perusahaan yang seperti ini.

__ADS_1


Qian menatap Fajar sinis dan melempar nametag nya kepada Fajar yang di sambut Fajar dengan senyuman puas.


Sedangkan karyawan yang lain yang sudah paham dengan kegilaan Fajar hanya bisa geleng-geleng kepala dan bisik-bisik bergosip.


"Apa yang kalian liat! Lanjutkan pekerjaan kalian sana," seru Fajar memperingati semua. Mereka semua pun kembali dengan pekerjaan masing-masing.


***


Salah seorang karyawan datang menemui Qian yang saat itu sudah bersiap akan pergi.


"Qian. Kamu bukan orang pertama kok yang di gituin. Tapi kan minimal kamu berhasil matah-in dua giginya tadi," tawa mereka pun pecah.


"Yaudah. Saya pergi dulu," ucap Qian lalu pergi dengan moge mahalnya.


"Wah anak orang kaya ternyata dia," gumam karyawan tersebut saat menyadari moge yang Qian kendarai bukanlah moge murahan.

__ADS_1


"Paling anak orang kaya yang lagi gabut cari kerja. Makanya dia nggak peduli di pecat. Sudah lah yuk," sahut yang lain.


__ADS_2