Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)

Cinta Pengganti (Menikahi Calon Kakak Ipar)
Aku Ingin Kau Memihakku


__ADS_3

Perlahan Qian tersadar dari mabuknya. Ia membuka matanya dengan perlahan.


"Kak!" lirih Qian mulai menyadari keberadaan Vero di sampingnya. Vero tersenyum dan duduk lebih dekat ke arah Qian.


"Ya. Kamu sudah bangun?!" ucap Vero seraya terus mengusap lembut rambut Qian. Sesaat amarah Qian yang terasa sangat menyesakkan tadinya kini mulai perlahan mereda.


"Kenapa kakak selalu memihak dia. Kenapa nggak memihak aku. Kakak ngadu nya sama dia. Sedangkan kakak tau aku membencinya," kedengarannya Qian masih mabuk, walau sudah mulai agak sadar.

__ADS_1


"Iya, aku minta maaf. Tapi kamu jangan pergi. Aku sendirian di rumah, aku takut," ucap Vero lagi semakin mendekat ke arah Qian dengan senyuman manisnya yang hangat dan mata yang berkaca-kaca. Qian membalasnya dan memeluk perut Vero. Ternyata Qian sudah mulai tidak marah lagi, itu membuat Vero semakin berani mendekat. Walau mereka harus hati-hati agar tidak sampai menyakiti bayi mereka yang sekarang di kandungan Vero.


Vero perlahan merubah posisinya untuk sama-sama tidur bersama Qian. Dia tidur di samping Qian dan Qian perlahan kembali memeluk istrinya itu. Masih tercium bau wine dari tubuh Qian. Sepertinya dia minum bersama dengan Reo tadi. Hanya saja Reo minum sedikit hanya Qian yang over.


"Aku nggak nakal, kak. Aku nggak nge-drugs, aku nggak tatoan, cuman dua karena aku marah, itu pun langsung aku laser lagi. Aku nggak free **** kayak yang lain. Cuman sama kakak. Aku sekolah dengan nilai akademis yang baik. Tapi aku selalu saja di bilang biang masalah. Salah aku apa? Kenapa orang-orang selalu memihak Alzam? Apa hanya karena aku bicara lantang sedangkan alzam lembut jadi Alzam lebih baik? Apa karena Alzam dokter aku bukan, jadi alzam lebih hebat?" gumam Qian di pelukan Vero. Dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Vero yang terbaring di sampingnya hingga Vero dapat rasakan tarikkan nafas Qian yang berat menyapu telinganya.


Vero menatap wajah tampan itu dengan seksama dan mengusapnya lagi dengan penuh perasaan cinta. Entah ia sadar atau tidak dengan ucapannya saat ini. Yang pasti, Vero senang mendengar isi hati suaminya ini.

__ADS_1


Dia mulai paham. Qian merasa selama ini dia selalu buruk di mata ibunya. Alzam selalu merebut perhatian ibunya dan mengabaikan Qian. Qian kesepian karena merasa tak di perhatikan ibunya selama ini. Dia merasa semua mata tertuju kepada Alzam, dan dia selalu di banding-bandingkan dengan Alzam.


"Aku memihakmu. Selalu. Karena itu aku menolaknya. Tapi kamu terlalu liar untuk bisa mendengarkan aku. Aku memihak mu Qian. Selalu memihak mu. Sesakit apapun itu rela aku tahan demi kau. Tapi kenapa kau tidak paham," ungkap Vero tulus dengan berlinang air mata. Ia segera menyeka air matanya yang membasahi wajahnya saat ini. Sedangkan Qian sudah jauh terbawa ke alam mimpi dan mungkin tidak akan menyadari ucapan Vero saat ini. Tapi, sesaat Qian kembali bergumam.


"Sayang ... Jangan tinggalin aku. Jangan lari ke arahnya lagi," desah Qian dengan mata terpejam, sepertinya dia mengigau atau separuh tersadar karena mendengar pernyataan Vero barusan. Vero tersenyum mendengar itu.


"Iya. Aku milikmu. Dan memihakmu."

__ADS_1


Ia pun kembali menciumi wajah suaminya itu hingga ia pun ikut tertidur di sampingnya.


__ADS_2