
"Mama kebetulan lewat dan mampir. Cuman mau tau sama kehidupan kamu di sini gimana. Kemarin Mama kesini cuman ada suami kamu. Dia dingin gitu sama Mama, apalagi kamu juga nggak ada di rumah," ungkap Mama Jill. Vero mulai curiga dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba dan sering akhir-akhir ini.
"Mama nggak lagi bertengkar kan sama Papa Ferdi?" tanya Vero penuh curiga terhadap kelakuan ibunya akhir-akhir ini.
"Iya. Dia marah gara-gara Mama ambil uang dia buat Alex dan kebutuhan Mama. Laki-laki itu pelit sekali," ungkap Mama Jill dengan sepuntung rokok ditangannya dan asap yang mengepul di udara. Mama Jill memang perokok berat dari dahulu.
Sesaat Vero terdiam, biasanya dialah yang memenuhi kebutuhan ibunya dan Alex, tapi semenjak dia menikah dan tidak memiliki penghasilan tetap, dia tidak bisa mengirim uang lagi untuk ibu dan adiknya. Dan ibunya ini tampaknya juga tau diri. Dia tidak menuntut kiriman dari Vero lagi.
***
Di kamar Qian tengah menelpon Alzam.
__ADS_1
"Mas dimana? Aku mau ganti uang yang Mas tarok di tas Vero waktu itu," ungkap Qian melalui sambungan telfon.
"Nggak usah. Kalian bisa ganti nanti kalo sudah ada uang saja. Bukannya kalian habis renov rumah. Sebentar lagi juga Vero akan melahirkan," jawab Alzam terdengar tenang dan bijak. Qian malah memandang sinis dengan sikap Alzam tersebut.
"Sekarang saja. Kita punya uang Cash. Bilang saja sekarang mas ada di mana. Biar aku susul ke sana sekarang. Aku nggak mau Mas ganggu Vero lagi dengan alasan ini," tutur Qian membuat Alzam terdiam. Alzam mulai berubah raut wajahnya. Sepertinya Qian tidak bisa di baiki. Baiklah, dia akan beri pelajaran kepada adiknya ini.
"Cash, ya?!" gumam Alzam dengan menyunggingkan senyumnya. "Baik. Temuin aku di suatu tempat. Biar aku kirim alamatnya nanti," jawab Alzam penuh arti dan mematikan sambungan telefon nya. Qian bisa rasakan firasat buruk.
"Dia mau ngapain," gumam Qian saat Alzam sudah mematikan sambungan telefon mereka. Qian mulai curiga jika kakaknya punya rencana buruk.
Saat keluar Qian melihat Vero tengah mengobrol bersama ibunya. Di samping ibu Vero terdapat koper besar. Sepertinya dia akan menginap. Sudah lah biarkan saja. Qian sedang tidak ada waktu untuk mengurus itu sekarang.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" tanya Vero melihat Qian yang sudah bersiap-siap.
"Aku ada urusan sebentar. Kamu di rumah dulu, ya," ujar Qian.
"Mama kakak kan nginap, jadi kalo aku pulang agak malam nggak apa-apa, kan," ungkap Qian.
Mama Jill menatap kopernya yang terenggak lalu tersenyum kearah Qian. Qian membalas senyum usil Mama Jill.
Sepertinya mereka berbaikan dengan cara mereka. Seolah ketegangan cinta tak direstui perlahan mulai hilang. (Romeo & Juliet 🤣)
Qian tak membuang waktu lagi langsung pergi dengan mengendarai motornya.
__ADS_1
"Buru-buru amat. Mau kemana dia?" gumam Mama Jill kepada Vero. Vero hanya menyedikkan bahunya tanda juga tidak tahu.
"Sudah lah. Kamu sama Mama saja di rumah. Buru tutup pintunya. Nggak baik ibu hamil di luar malam-malam," ajak Mama Jill untuk segera kembali masuk ke dalam rumah.