Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna
BAB 15 Menikah Siri


__ADS_3

Begitu sampai di Singapura, Arya segera menghubungi Aruna.


''Shel, aku vidio call istriku dulu ya, supaya dia tidak curiga.''


''Oke baiklah, aku akan sembunyi,'' jawab Shella pasrah.


Aruna sendiri sedang di rumah, menyiapkan makan siang untuk Zidane.


''Seharusnya Mas Arya sudah sampai di Singapura.'' Gumam Aruna dalam hati. Dan tiba-tiba ponselnya berdering, Aruna tersenyum mendapat panggilan vidio call dari Arya.


''Zidane, Papi vidio call.''


''Mana Mi? Aku kangen Papi.'' Ucap Zidane. Aruna lalu menerima panggilan itu.


''Hai Mas, kamu sudah sampai?''


''Hai juga sayang, baru tiga puluh menit yang lalu aku sampai di hotel. Zidane mana?''


''Sebentar ya, Mas.'' Aruna lalu memberikan teleponnya pada Zidane.


''Hai Papi, Papi kapan pulang?''


''Hai jagoan Papi. Baru juga sampai masa iya Papi ditanyain pulang,'' ucap Arya tersenyum kecil.


''Habis Zidane sudah kangen Papi.''


''Sabar ya Zidane, Papi juga kerja. Papi kemungkinan paling lama satu minggu tapi Papi usahakan, tidak sampai satu minggu semua pekerjaan selesai. Kamu menginginkan sesuatu?''


''Tidak Papi. Aku hanya ingin Papi pulang dengan selamat.'' Ucap Zidane. Ucapan Zidane itu benar-benar menyentuh relung hati Arya. Ada rasa bersalah dalam hatinya namun ia tidak bisa meninggalkan cinta pertamanya.


''Baiklah, Papi akan pulang dengan selamat untuk Zidane, Mami dan dedek bayi. Zidane jaga Mami ya terus nurut juga sama Mami. Ingatin Mami untuk minum susu hamil dan juga vitaminnya ya.''


''Siap Papi! Selama Papi pergi, Zidane akan menjaga, Mami.''


''Ya sudah, tolong berikan ponselnya pada Mami.''


''Iya Pi.'' Zidane lalu memberikan ponselnya pada Maminya.


''Mas, kamu jaga kesehatan ya. Jangan lupa vitamin yang sudah aku siapkan, kamu minum. Makan juga yang teratur ya.'' Pesan Aruna.


''Iya sayang, kamu juga ya. Kamu baik-baik disana selama tidak ada aku. Bye-bye sayang, i love you.''


''Bye-bye Mas, i love you too.'' Panggilan pun berakhir. Aruna lega sekali karena Arya sampai dengan selamat.


Namun ada seorang wanita yang begitu cemburu, melihat Arya begitu perhatian pada keluarganya, siapa lagi kalau bukan Shella.

__ADS_1


''Kemarilah sayang,'' pinta Arya sambil menepuk sisi sofa yang kosong. Dengan wajah cemberut, Shella mendekat dan duduk di samping Arya.


''Kenapa cemberut sih?''


''Aku ingin menjadi yang pertama untukmu. Melihatmu bercengkrama bersama istri dan anakmu, membuatku cemburu. Aku menjadi sadar posisiku hanya seorang kekasih gelap.''


''Kamu jangan bicara seperti itu, Shella. Kamu tetap menjadi yang pertama. Buktinya sekarang kamu yang ada bersamaku.''


''Tapi tetap saja statusku tidak jelas. Aku ingin statusku jelas.''


''Apa yang kamu inginkan, Shel? Bukankah kamu sudah tahu dari awal resikonya seperti apa.''


''Iya tapi kita sudah melakukan hubungan itu, Arya. Bagaimana kalau aku hamil? Aku ingin kamu tanggung jawab dan aku ingin menjadi istri kamu. Aku rela meskipun hanya istri siri aja, asalkan posisiku sama menjadi seorang istri bukan hanya seorang selingkuhan. Setidaknya menjadi seorang istri lebih terhormat daripada seorang selingkuhan apalagi seorang kekasih gelap.''


Arya tersenyum lalu menyandarkan kepala Shella dibahunya. ''Kamu benar ingin menjadi istri aku? Bagaimana dengan karir kamu? Apa boleh menikah? Kalau memang kamu hamil, bagaimana nanti dengan karirmu?''


''Aku dulu meninggalkan kamu demi karir tapi sekarang, aku akan meninggalkan karir aku demi kamu. Aku ingin kita bersatu dan bersama selamanya, Arya. Aku tidak mau kehilangan kamu. Kamu tahu kan kalau aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu. Aku hanya sebatang kara, Arya. Kalau tidak ada kamu, mati sepertinya pilihan terbaik.''


''Sssstttt kamu jangan bicara seperti itu, Shella. Aku akan menikahi kamu dan menjaga kamu. Tapi aku hanya bisa menikahimu secara siri.''


''Tidak apa-apa Arya. Sekalipun istri siri asalkan itu bersama kamu, aku rela.''


''Tapi kamu juga tahu kan resiko menjadi istri aku bagaimana? Kamu adalah istri keduaku dan status kamu hanya istri siri. Apa kamu yakin mau?''


''Iya Arya, aku mau. Karena hanya kamu yang aku punya.''


''Iya aku setuju. Terima kasih ya Arya.''


Dan hari itu, Arya mencari pemuka agama untuk menikahkannya dengan Shella secara siri. Tepat jam 7 malam, di sebuah masjid, Arya dan Shella melakukan prosesi ijab qobul. Dan disaat yang bersamaan, foto pernikahan Aruna dan Arya yang terbingkai rapi dalam pigura, yang terpajang di ruang tengah jatuh dan pecah. Aruna dan Zidane yang sedang asyik menonton televisi pun terkejut.


''Ya ampun! Kenapa tiba-tiba jatuh?'' gumam Aruna.


''Mami, biar Bibi saja yang membersihkan.'' Kata Zidane.


''Bi Tuti!" panggil Aruna.


''Iya Nyonya, ada apa?'' jawab Bi Tuti sambil berlari dari belakang di ikuti oleh Lasmi.


''Bi, ini kok tiba-tiba jatuh, Bi.'' Kata Aruna.


''Ya ampun Nyonya, kenapa bisa jatuh begini?'' kata Bi Tuti.


''Tidak tahu Bi, apa pakunya ya Bi yang sudah jelek?''


''Bi, aku ambilkan sapu dan tempat sampah dulu,'' sahut Lasmi.

__ADS_1


''Iya Lasmi, cepat ambil.'' Pinta Bi Tuti. Setelah dibereskan, Bi Tuti memberikan lembaran foto itu pada Aruna.


''Ada apa ini? Semoga kamu baik-baik saja ya, Mas.'' Gumam Aruna dalam hati sambil menatap foto pernikahannya.


''Mami, aku malam ini tidur sama Mami ya?''


''Iya Zidane.''


Dan malam itupun Aruna tidak bisa tidur. Ia hanya bisa memandangi foto pernikahannya dengan segudang pertanyaan. Aruna kemudian meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Arya.


Aruna : Mas, kamu baik-baik saja kan?


Arya sendiri baru saja melangsungkan pernikahan siri dengan Shella. Keduanya sedang menikmati indahnya malam negeri singa itu. Keduanya bergandengan tangan dengan menyusuri indahnya malam. Tiba-tiba Arya merasakan ponselnya bergetar di dalam saku.


''Shella sebentar, sepertinya ada pesan masuk.'' Ucap Arya. Arya lalu merogoh sakunya dan segera melihat isi pesan itu. Arya pun segera membalasnya.


Arya : Aku baik sayang, aku sedang dalam perjalanan menuju hotel. Ada apa sayang? Kenapa kamu belum tidur? Apa Zidane sudah tidur.


Aruna : Syukurlah Mas kalau kamu baik-baik saja. Aku hanya merasa perasaanku tidak enak saja. Zidane sudah tidur, sementara aku masih memikirkan kamu.


Arya : Sayang, kamu sedang hamil besar jadi tidurlah. Aku baik-baik saja. Setelah baby kita lahir, aku akan mengajak kamu second honeymoon.


Aruna : Iya Mas, aku mau sekali. Ya sudah Mas kalau begitu, kamu baik-baik ya.


Arya : Kamu juga ya sayang, aku mencintaimu.


Aruna : Aku juga mencintaimu.


Aruna lega sekali ternyata Arya membalas pesannya. Sementara Shella merasa cemburu karena di abaikan.


''Baru juga satu jam menjadi istri, eh aku di cuekin.''


''Sabar dong, Shella. Ini Aruna yang mengirim pesan.''


''Sekarang kamu suami aku jadi aku panggil kamu Mas ya?''


''Boleh saja.''


''Tapi kamu juga panggil aku sayang, aku juga mau mendapatkan perhatian yang sama seperti Aruna.''


''Oke sayang, sekarang kita mau kemana? Mau ke hotel atau jalan-jalan dulu?''


''Aku lapar, aku ingin makan di luar.''


''Oke baiklah. Aku bahagia sekali malam ini, akhirnya aku bisa menikahi kamu. Mimpi ku dari dulu adalah bekerja keras meraih mimpi aku, setelah itu aku ingin sekali menikahi kamu. Tapi maafkan aku kalau aku harus menikahimu dengan cara seperti ini.''

__ADS_1


''Aku tidak masalah, Mas. Mendapat kesempatan kedua darimu adalah segalanya.''


Bersambung....


__ADS_2