Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna
BAB 89 Bestie


__ADS_3

Setelah puas berselfie ria, kini ketiga sahabat itu duduk dengan serius. Dinda dan Gita menatap penuh selidik pada Aruna yang duduk dihadapannya. Sembari sesekali menyuapkan makanan ke mulut mereka masing-masing.


"Run, sekarang cerita. Gimana rumah elo bisa di tempatin sama makhluk astral kuntilanak merah itu?" Gita ikut merasa geram dengan apa yang di lakukan Shella.


Aruna menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai bercerita. "Gue juga nggak tahu. Yang jelas Mas Arya waktu minta tumpangan untuk tinggal disana selama beberapa hari. Aku ijinkan, mengingat Shella sedang hamil. Bayi di dalam perut Shella tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa. Orang tua Mas Arya pun tidak mau mengakui Shella. Mas Arya di pecat, di tipu developer rumah dan semua yang dimiliki habis."


"Iya, dan setelah habis dia baru ingat elo. Giliran dibantu diam-diam nikam elo juga. Mobil udah di ambil, nggak tanggung jawab sama anak eh sekarang rumah diatas namakan kuntilanak merah itu. Gila si Arya! Pakai dukun dari mana sih si Shella. Gue sama Gita hampir aja hilang kontrol kalau nggak ingat ada bayi di alam perut wanita jahanam itu."


"Shella selalu mengancam ingin bunuh diri dan itu menjadi kelemahan Mas Arya."


"Emang elo darimana kok sampai kecolongan?" sambung Gita sambil menyeruput jus jambu dihadapannya.


"Gue nemenin Zidane outbond dan camping, acara sekolah. Dan kebetulan nginep juga selama dua hari. Feeling gue Shella udah ngrencanain semuanya dari awal."


"Sudah jelas. Dia kan licik. Arya juga kenapa sih lemah banget." Dinda pun ikut gregetan.


"Terus sekarang elo tinggal dimana? Dan Bi Tuti sama Mbak Lasmi juga nggak ada di rumah elo." Selidik Gita.


"Kalian nggak telepon Papa dan Mama kan?" Aruna tampak khawatir.


"Nggak lah. Kita tahu kali Run, mesti gimana. Cepat jawab elo tinggal dimana?"


Aruna terdiam. Bingung harus bilang apa. "Sebenarnya waku itu Tuan Daniel temenin gue dan Zidane camping karena Mas Arya menolak ajakan Zidane."

__ADS_1


"WHAT? TUAN DANIEL?" kompak Dinda da Gita, terkejut dengan ucapan Aruna. Aruna hanya mengangguk.


"FIX nih si Tuan Daniel suka sama elo. Hei, secara dia cassanova, tidak mungkin dai mau berurusan dengan anak kecil apalagi single mom kayak elo. Membuang waktu untuk acara sekolah tanpa ada hubungan darah atau hubungan cinta. Bahkan seharusnya yang datang keluarga kan? Bukan orang asing. Sebagai seorang psikiater, gue bisa baca kalau dia ada hati sama elo." Celoteh Gita dengan segala kemapuannya dibidang tersebut.


"Mmmm sebenarnya juga dia juga udah ngaku sama gue kalau suka sama gue. Malah pakai manggil gue istriku segala lagi. Dan si Bibi saama Mbak Lasmi di rekrut sama dia. Jadi sejak semalam gue tinggal di rumahnya si Daniel."


'Wah, hebat ya elo, Run. Bisa-bisanya elo taklukin Tuan Daniel, mana berondong lagi," seloroh Dinda.


"Ihh Dinda, apaan sih elo ini. Gue mau pindah, gue mau cari kontrakan."


"Eh tunggu, tapi elo udah kasih jawaban belum sama si Tuan Daniel?"


"Gue ogah jawab. Kalian tahu lah dia itu playboy kelass buaya buntung. Ya, kali gue mau terjerumus ke dua kali. Gue masih trauma, Git. Gue takut." Kata Aruna.


"Iya tapi tidak untuk saat ini. Bisa jadi Daniel insyaf terus entar kambuh lagi. Malah nyesek gue." Keluh Aruna sambil menelngkupkan kepalanya di meja. Merasa putus asa dengan keadaan.


"Run, oke dia playboy. Tapi apa elo nggak bisa lihat sisi lain Tuan Daniel. Dari kacamata seorang psikiater kayak gue ini. rata-rata seorang pria menjadi playboy pasti ada sebabnya. Mungkin trauma masa lalu karena disakiti jadi dia dendam sama cewek-cewek terus memang tuh cowok emang bejat sih. Pasti ada motifnya, Run. Nggak semuanya kayak gitu. Saat pertama kali gue lihat dia datang bawa elo yang kecelakaan, entah kenapa gue bisa lihat ada rasa cemas dan khawatir dari sorot matanya. Seolah dia takut kehilangan. Pasti ada sesuatu Aruna." Gita berusaha menasihati sahabatnya itu.


"Ya jujur, Fero sahabat sekaligus sekretaris lamanya, kalian juga pasti kenal kan?TuanĀ  Daniel meluangkan waktu seharian hanya untuk mutusin cewe-cewek dan minta maaf sama cewek yang udah dia sakitin. Sampi rela babak belur karena udah pasti d keroyok dia. Ya, Tuan Daniel pernah bilang kalau dia ingin mencari wanita yang seperti almarhum Mamanya namun dia belum mendapatkan itu. Saat usianya 13 tahun tepat dihari ulang tahunnya, Tuan Daniel melihat dengan mata kepalanya sendiri, Ibunya kecelakaan. Ya, sejak saat itu dia menjadi anak yang nakal, brutal, suka buat onar sampai membuat Tuan Hutama pusing. Padahal tujuan Daniel seperti itu tidak ingin membuat Papanya berlarut dalam kesedihan karena sepeninggalan Mamanya. Dia sengaja membuat kekacauan untuk mengalihkan kesedihan Tuan Hutama cuma caranya aja memang gila."


"Namanya orang beda-beda, Run. Masing-masing orang punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa sayang dan perhatian kepada orang yang dia sayangi atau cintai. Dari cerita yang gue tangkap dari elo, Tuan Daniel sayang banget sama Papanya. Dia nggak mau Papanya sedih terus. Dengan dia membuat onar, Papanya akan lebih fokus padanya. Dan motif dia playboy memang dia menginginkan sosok wanita yang memiliki sikap seperti almarhum Mamanya. Mungkin yang keibuan, lembut dan bisa ngemong. Elo pikirin baik-baik deh omongan gue. Analisa Dokter Gita tidak akan meleset. Dia berubah pasti buat elo, Run. Dia pingin jadi manusia yang lebih baik lagi. Dia butuh bimbingan supaya hidupnya lurus kembali dan sepertinya orang yang dia pilih itu elo."


"Git-Din, dulu banget gue pernah cerita kalau jepit kupu-kupu gue hilang dan sepertinya hilang pas gue di taman bermain."

__ADS_1


"Iya terus apa hubungannya sama Tuan Daniel, Aruna?" kata Dinda yang merasa bingung.


"Jepit kupu-kupu itu ada sama Tuan Daniel."


"WHAT? Kok bisa?" Dinda dan Gita lagi-lagi begitu kompak sampai terbelalak.


"Gue waktu itu pernah nolongin dia yang sedih dan nangis nayriin Mamanya karena terpisah. Gue nggak nyangkan kalau anak kecil itu adalah Tuan Daniel. Dia barutahu kalau gadis kecil itu gue setelah lihat foto masa kecil gue. Saat itu gue kan udah SMP."


"FIX! Dia memang nunggu elo, Run. Pasti dia selama ini nyariin elo dan bisa jadi itu motif lain dia banyak wanita." Kata Gita meyakinkan.


"Iya tapi cara dia tetap salah. Ah sudahlah, gue udah cerita semuanya. Sekarang kalian bantu gue buat cari kontrakan."


"Ngapain sih Run nyari kontrakan. Hidup elo udah di ratukan sama Tuan Daniel. Enjoy dan nikmati hidup elo menjadi permaisuri pangeran Daniel. Lumayan kan Run, ngirit ongkos sewa. Dimanfaatin aja lah kalau elo emang nggak mau sam dia. Secara elo juga harus menghidupi diri elo dan Zidane" seloroh Dinda.


"Eh, elo pikir gue apaan, Din. Nggak ah, pokoknya gue mau pindah."


"Saran gue, bertahan dulu deh, Run. Coba elo lihat perkembangan sikap Tuan Daniel beneran berubah apa nggak. Kalau elo emang ragu, kita uji saja kesetiannya. Gimana?" Gita tiba-tiba punya ide cemerlang.


"Ide bagus juga, Git. Tapi apaan?" Aruna main penasaran.


"Nanti gue kasih tahu strateginya. Yang penting, sekarang elo harus happy ya, Run. Dan soal perasaan elo sama Tuan Daniel juga terserah elo. Buat kita, elo bahagia, kita juga bahagia."


"Thanks banget ya. Sumpah, gue ngrasa lega banget." Mereka bertiga kemudain saling merangkul satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2