Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna
BAB 23 Bom Meledak


__ADS_3

''Enak sekali ya, Mas. Tiga hari di Singapura ditemani seorang wanita yang cantik dan seksi. Setelah itu kamu dan wanita itu pergi berbulan madu bersama di Maldives.''


''Sa-sayang, kamu salah lihat! Ini bukan aku. Lagian, kamu dapat dari mana rekaman ini? Ini pasti palsu dan rekayasa. Pasti ini ulah seseorang yang ingin merusak hubungan kita dan iri dengan karirku.''


Aruna tersenyum miring mendengar alasan suaminya. ''Aku sudah menduganya, kalau kamu akan mengelak, Mas.''


Aruna mengambil kembali ponselnya dan menunjukkan foto masa lalunya bersama Shella.


''Lalu foto ini? Ini kamu bersama wanita itu kan. Shella Adara. Siapa dia Mas? Dia cinta pertama kamu bukan? Dia wanita yang berada bersama kamu di hotel dan di Maldives juga, kamu menghabiskan waktu bersama dia.''


''Sayang, ini pasti rekayasa. Dia hanya temanku saja. Kamu tidak percaya denganku? Dan lebih percaya semua ini?'' Arya terus menyangkalnya. Aruna lalu memutar rekaman suara yang baru saja ia rekam.


''Coba dengarkan ini, Mas.'' Ucap Aruna. Arya terbelalak, mendengar rekaman obrolannya dengan Shella barusan.


Aruna lalu menarik kerah baju Arya. ''Mau menyangkal apalagi, Mas? Kamu diam-diam di belakang aku menikahi wanita lain? Dan itu cinta pertama kamu. Sejak kapan kalian bertemu kembali dan kapan kalian menikah? Kenapa kamu tidak menikahi saja dia sejak dulu? Kenapa harus aku?'' marah Aruna dengan suara meninggi dan begitu emosional. Aruna mengoyak tubuh Arya dengan kuatnya, sampai Arya terjatuh di lantai.


''Kamu jahat, Mas! Kamu brengsek! Tega-teganya kamu menghianati pernikahan kita. Aku mengorbankan semuanya, demi memilih kamu sebagai tujuan hidupku dan sekarang ini yang kamu lakukan? Aku kurang apa Mas? Kurang apa?''


Arya kemudian berusaha untuk berdiri. Arya lalu mencengkeram kuat bahu Aruna. Ditatapnya Aruna dengan tajam. ''Iya, aku mencintainya. Aku mencintai Shella. Aku menikahinya saat kami berada di Singapura. Dia cinta pertama ku yang selama ini aku nantikan. Tapi aku kecewa dengan caramu ini, Aruna. Kamu menyelidiki ku seperti seorang penjahat.''

__ADS_1


''Apa? Kecewa? Aku yang lebih kecewa, Mas. Aku yang sakit disini. Kamu masih bisa berkata seperti itu kepadaku?''


''Tapi aku juga tidak melupakan tanggung jawabku sebagai seorang suami dan seorang Ayah kan, Aruna? Aku memenuhi semuanya. Mulai dari materi, waktu, cinta dan perhatian, semua aku berikan untukmu dan juga Zidane. Apa itu masih kurang?''


''Mas, ini bukan hanya sekedar tanggung jawab tapi ini tentang kesetiaan kamu. Kamu membohongi aku dan melukai perasaanku.''


''Oke karena kamu sudah tahu, aku tidak bisa meninggalkan Shella. Shella saat ini butuh aku dan aku tidak bisa meninggalkan dia.''


''Baiklah kalau kamu tidak mau meninggalkan wanita itu, aku yang akan pergi dan mengalah. Kita CERAI!"


''Tidak! Aku tidak mau kita berpisah. Aku tidak akan menceraikan kamu ataupun Shella. Aku juga tidak mau memilih diantara kalian. Kamu tidak kasihan pada Zidane, kalau sampai kita berpisah?''


''Sekarang kamu baru memikirkan Zidane, Mas? Kemana saja kamu selama ini? Kalau kamu memang memikirkan Zidane, seharusnya kamu tidak selingkuh dan menyakiti perasaannya. Bagaimana kalau Zidane tahu ini semua?''


''Tampar saja semau kamu, Aruna!" bentak Arya dengan emosional.


''Pukul aku! Bunuh saja aku sekalian! Tapi jangan harap aku akan meninggalkan Shella. Dan aku juga tidak akan menceraikan kamu.''


''Serakah kamu, Mas! Aku benci kamu, Mas!" Teriak Aruna dengan segala amarahnya.

__ADS_1


Arya mencoba tenang dan memelankan suaranya. ''Lebih baik kamu fokus dengan kelahiran anak kita, Aruna. Bukankah tidak masalah jika seorang suami memiliki dua istri? Shella cinta pertamaku, dia kini sebatang kara. Hanya aku yang dia miliki, Aruna. Karena kamu sudah tahu semuanya, aku tidak akan mengelak lagi. Dia cinta pertama yang sulit aku lupakan sampai takdir mempertemukan kami kembali. Dia juga tahu kalau aku sudah beristri dan memiliki anak. Dia sama sekali tidak keberatan dan mau menerima sebagai madu.''


''Dia seorang wanita lho, Mas. Kenapa dia bisa menyakiti hati wanita lain demi egonya? Dia itu manusia atau iblis, Mas?'' ucap Aruna memekik.


''Jaga ucapanmu Aruna!" bentak Arya seraya mengangkat tangannya hendak menampar Aruna.


''Kenapa berhenti, Mas? Tampar aku, Mas! Tampar!'' teriak Aruna sambil menyodorkan pipinya. Arya lalu menurunkan tangannya.


''Demi membela wanita itu, kamu sampai lupa kalau hati istri dan anak kamu sedang kamu cabik-cabik. Aku tidak menyangka hati kamu semudah itu goyah. Seharusnya sesama wanita bisa saling menjaga hati, bukan malah seperti ini. Seperti tidak ada laki-laki lain saja di dunia ini. Aku tetap memberikan kamu pilihan, pilih aku dan Zidane atau dia?''


Ternyata dari balik pintu Zidane mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya. Zidane tak kuasa menahan tangisnya, melihat dan mendengar pertengakaran orang tuanya. Zidane kemudian berlari menuju kamarnya.


Aruna kemudian pergi meninggalkan ruangan kerja Arya dan kembali ke kamarnya. Aruna terisak, hatinya terasa sangat perih dan teriris. Suami yang selama ini begitu ia banggakan, memperlakukan dirinya layaknya ratu tetapi diam-diam menyimpan sebuah penghianatan yang begitu menyakitkan.


Sementara itu Zidane di kamarnya sedang memandangi foto dirinya bersama kedua orang tuanya.


''Mami, Papi, kenapa kalian bertengkar? Apa kalian tidak sayang lagi dengan Zidane? Papi, Zidane tidak ingin Mami baru. Zidane hanya mau Mami Aruna. Kenapa Papi membuat Mami menangis dan sedih? Papi jahat!" isak tangis Zidane sambil memandangi foto mereka bertiga. Zidane kemudian mengambil sebuah spidol, ia lalu mencoret wajah Arya dengan penuh amarah.


''Papi jahat! Papi tega menyakiti Mami. Aku tidak akan membiarkan Papi menyakiti Mami. Dan aku juga benci Tante yang sudah merebut Papi dari Mami dan dari aku.''

__ADS_1


Malam itu bom waktu benar-benar meledak. Aruna tidak menyangka pernikahan yang selama ini tampak bahagia, ternyata penuh dengan duri yang tajam. Aruna teringat kembali bagaimana awal pertemuannya dengan Arya, hingga akhirnya mereka memutuskan menikah, bahkan sampai Zidane hadir di tengah-tengah mereka. Kehidupan pernikahan yang begitu sempurna, menjadi pernikahan impian semua orang. Suami yang tampan, mapan, penuh cinta dan kasih sayang, sungguh sangat sulit di dapatkan di jaman sekarang. Aruna yang selalu merasa beruntung, kini merasa semua itu hanyalah fatamorgana semata. Semuanya hancur karena orang ketiga. Bukan hanya sekedar selingkuh, tetapi diam-diam dirinya di madu. Cinta pertama, lebih tepatnya cinta masa lalu yang merenggut kebahagiannya. Sepertinya mimpi Aruna untuk menua bersama dengan Arya pupus sudah. Semua tinggal kenangan dan tidak mungkin untuk di lanjutkan lagi. Namun, Zidane lah yang menjadi pertimbangan Aruna. Zidane pasti akan sangat hancur dan terluka jika mengetahui kalau hubungan kedua orang tuanya di ambang perpisahan.


Bersambung.... Yukkkk di like, komen dan vote yang banyakk yaaaa, biar authornya makin semangat, makasih 🙏❤️


__ADS_2