Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna
BAB 22 Bom Waktu!


__ADS_3

''Senang sekali bisa makan siang bersama Papi.'' Kata Zidane dengan mulut penuh makanan.


''Papi juga senang sekali akhirnya bisa meluangkan waktu untuk makan siang bersama dengan Zidane dan juga Mami.'' Kata Arya sambil mengelus kepalanya.


''Oh ya Mas, setelah lahiran nanti bagaimana kalau kita pergi berlibur?'' sahut Aruna.


''Boleh saja. Kamu ingin kita pergi kemana, sayang?'' tanya Arya.


''Aku ingin kita pergi ke Maldives, Mas.'' Ucap Aruna penuh dengan penekanan. Mendengar kata Maldives, seketika membuat Arya tersedak. Uhuk! Uhuk! Uhuk! Uhuk!


''Mas, hati-hati kalau makan.'' Ucap Aruna seraya menyodorkan minuman untuk Arya. Arya lalu meminumnya.


''Kenapa Mas? Apa kamu terkejut mendengar aku menyebutkan Maldives? Dimana kamu dan selingkuhan kamu pergi?'' gumam Aruna dalam hati.


''Ah iya sayang. Kemanapun kamu mau, aku akan mewujudkannya.''


''Terima kasih ya, Mas.''


''Iya sama-sama.''


''Yeay! Kita akan pergi liburan!" seru Zidane dengan begitu bahagianya.


''Tapi nanti ya sayang, nunggu adik bayinya lahir.'' Ucap Aruna.


''Iya Mami!"


Setelah makan siang bersama, Arya pun kembali ke kantor. Dan malam harinya pun, Arya pulang tepat waktu. Malam itupun Aruna tidak mencium aroma parfum Shella di tubuhnya.


''Tumben Mas Arya hari ini pulang seperti biasanya. Sebelum dia memiliki wanita lain dalam hatinya. Bahkan aku tidak mencium aroma parfum wanita itu. Kemana selingkuhanmu pergi Mas? Sampai kamu ingat untuk pulang.'' Ucap Aruna dalam hati sembari menikmati makan malam bersama. Selesai makan malam, dari balik pintu Aruna mengintip Arya yang sedang membacakan cerita untuk Zidane.


''Mas, melihatmu begitu manis pada Zidane dan aku, rasanya mustahil kamu bisa menghianati cinta tulus kami. Aku merindukan kamu yang seperti ini. Bukan yang selalu banyak alasan untuk membagi waktumu dengan wanita lain. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Bertahan atau berpisah?'' ucap Aruna dalm hati. Tak terasa air mata membasahi wajahnya. Aruna kemudian menuju kamarnya. Aruna melihat ponsel Arya tergeletak di atas nakas.


Aruna kemudian berusaha membuka ponsel Arya, namun ternyata password ponsel Arya telah di ubah. Dulu password ponsel Arya, adalah tanggal pernikahan mereka namun saat mencobanya, Aruna tidak bisa membukanya.


''Apa? Password ponsel Mas Arya di ubah? Sudah lama sekali aku tidak pernah menyentuh ponsel Mas Arya. Dia dulu bilang kalau password ponselnya adalah hari pernikahan kami tapi kenapa sekarang tidak bisa?'' gumamnya dalam hati. Akhirnya Aruna mencoba mengotak-atik dengan memasukkan tanggal lahir Zidane, namun tidak bisa. Tanggal lahir dirinya dan juga Arya sendiri pun gagal. Mendengar langkah kaki Arya, Aruna segera meletakkan kembali ponsel Arya. Lalu Aruna pura-pura tidur.


''Huft, untung tidak ketahuan. Maafkan aku Mas, aku sudah lancang tapi aku hanya ingin tahu kebenaran ini,'' gumam Aruna dalam hati.

__ADS_1


''Sayang, kamu sudah tidur?'' ucap Arya sambil membelai kepala Aruna. Aruna tetap diam tak bergerak karena ia sedang pura-pura tidur. Arya tersenyum lalu mengecup kening Aruna.


''Nice dream, sayang.'' Ucapnya.


''Bukan nice dream, Mas. Tapi night mare,'' ucap Aruna dalam hati.


Setelah melihat Aruna tertidur pulas, Arya justru melipir keruang kerjanya dengan membawa ponselnya. Setelah merasa Arya tidak ada di kamar, Aruna perlahan membuka matanya. Aruna menghela nafas lega karena tidak sampai ketahuan.


Tiba-tiba ponsel Aruna berbunyi, notifikasi pesan masuk dari Dinda. Isi pesan itu adalah sebuah foto masa lalu Arya dan Shella yang mengenakan seregam SMA.


Dinda : Aruna, itu foto dari FB lama Shella. Gue dapetin foto-foto itu dari detektif gue. Mas Arya dan Shella dulunya adalah sepasang kekasih, sepertinya mereka adalah cinta pertama. Bisa jadi pertemuan kembali mereka adalah cinta lama yang bersemi kembali, Run. Seharian ini orang suruhan gue, mengikuti Mas Arya dan aman. Mas Arya pulang ke rumah tepat waktu. Tapi itu karena Shella sedang berada di Bali untuk sebuah pemotretan. Saat ini, Shella tinggal di kawasan apartemen elite global, Run. Tepatnya lantai 12, kamar nomor 111. Aruna, elo harus kuat!


Aruna : Iya Dinda, gue kuat kok. Elo tenang aja. Thanks banget buat bantuannya.


Dinda : Sama-sama sayang. Next info, gue pasti kasih kabar.


Aruna : Iya Din.


Sembari membalas pesan Dinda, air mata Aruna pun tak mampu ia bendung. Pesan dari Dinda beserta foto-foto itu sungguh menyakitkan bagi Aruna.


''Mas, kalau memang dia cinta pertamamu, kenapa kamu menikahiku?'' gumam Aruna sambil terisak.


''Sepertinya aku harus menyelesaikan malam ini juga. Aku tidak bisa menunggu dan berakting bahwa aku baik-baik saja.'' Aruna dengan membawa bukti yang ia bawa, menghampiri Arya di ruang kerjanya. Namun dari luar, Aruna mendengar Arya sedang asyik mengobrol. Perlahan, Aruna membuka sedikit pintu itu untuk mendengarkan obrolan itu. Tak lupa Aruna merekam obrolan mereka.


''Mas, aku sangat merindukanmu.''


''Aku juga sangat merindukanmu. Makanya kamu cepat pulang. Aku tidak tahan berpisah terlalu lama denganmu, sayang.''


''Iya Mas, aku juga maunya begitu. Atau kamu menyusulku ke Bali Mas? Kita honeymoon lagi disini.''


''Tapi kan aku baru masuk kerja dan kita sudah menghabiskan waktu satu minggu untuk honyemoon di Maldives, sayang. Nanti aku bisa di pecat kalau keseringan cuti. Kamu tahu kan, istri aku bukan hanya Aruna tapi kamu juga. Masa iya punya istri dua aku malah mau malas-malasan kerja.''


''Apa? Istri dua? Jadi, Mas Arya sudah menikah dengan Shella. Aku di madu secara diam-diam. Mereka ke Maldives untuk bulan madu?'' gumam Aruna dalam hati. Hati Aruna sangat hancur mendengar apa yang di katakan oleh Arya. Aruna memegangi dadanya yang rasanya sangat sesak.


''Mas!" suara Aruna sungguh mengagetkan Arya. Arya gelagapan dan seketika, ekspresi wajahnya berubah serius.


''Oh ya Pak, siap! Saya pastikan proposal itu akan jadi secepatnya. Selamat malam, Pak.'' Arya lalu buru-buru mengakhiri panggilan vidio callnya.

__ADS_1


''Siapa Mas?'' selidik Aruna.


''Mmmm Pak Dery, Sayang.'' Jawab Arya tergagap.


''Kenapa kok vidio callnya di sembunyiin?''


''Nggak di sembunyiin, tadi nyari sinyal sayang. Jadi aku arahin ke atas, ke bawah. Kalau lihat langsung kan enak ngobrolnya.'' Arya berusaha mencari seriby alasan untuk mengelabui Aruna.


''Oh begitu.''


''Kamu kok bangun?''


''Iya, aku kebangun soalnya mimpi buruk.''


''Mimpi buruk apa sayang? Mata kamu basah, apa habis nangis?''


''Iya Mas, aku nangis karena mimpi itu.''


Arya mendekat lalu memeluk Aruna. ''Cerita sayang, kamu mimpi apa?''


''Aku mimpi kamu selingkuh, Mas.''


''Ap-apa? Selingkuh?'' Arya tergagap.


''Iya Mas. Aku mimpi kamu selingkuh, mimpi itu sungguh menyakitkan sampai membuatku menangis.''


''Kamu ini mimpi apa sih? Pasti tidak berdoa ya tadi?''


''Aku sudah berdoa tadi Mas, bahkan selalu berdoa. Makanya aku heran kenapa bisa aku mimpi buruk seperti itu.''


''Ya sudah sayang, ayo kita tidur.''


''Kamu tidak ingin tahu, bagaimana mimpiku?''


''Mem-mangnta bagaimana sayang? Aku bahkan selalu setia sama kamu. Bagaimana kamu bisa mimpi seperti itu?'' Arya semakin gugup dengan mimpi yang di ceritakan oleh Aruna. Aruna kemudian melepaskan pelukan Arya. Ia lalu membuka galeri ponselnya, Aruna menunjukkan sebuah vidio rekaman CCTV dirinya keluar masuk hotel bersama Shella.


''Ini Mas, mimpiku.'' Ucap Aruna. Arya terkejut setengah mati, melihat rekaman CCTV itu. Matanya membulat dan hatinya mulai gelisah. Sementara Aruna begitu puas melihat ekspresi wajah Arya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2