Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna
BAB 20 Kenyataan Pahit


__ADS_3

Malam itu Aruna sudah tidak sabar menanti informasi dari Dinda. Aruna pun mencoba kembali menelepon Arya tapi masih tetap sama.


''Mas, kamu ini kemana? Kamu baik-baik saja kan, Mas?'' gumam Aruna sambil memandangi layar ponselnya. Aruna pun mulai lelah dan ia tetidur di sofa.


Dua hari kemudian, tepat satu minggu Arya pergi dengan alasan ke Singapura. Namun sampai detik ini pun Arya tidak ada kabar sama sekali. Kini Aruna bersama Dinda dan Gita sedang duduk bersama di teras samping rumah Aruna.


''Gimana Run? Masih belum ada kabar juga?'' tanya Gita


''Belum Git. Gue nggak tahu harus gimana? Gue khawatir dan takut Mas Arya kenapa-kenapa disana. Terus gimana pencarian kalian selama dua hari terakhir?''


Dinda dan Gita saling melempar pandangan. Mereka rasanya tidak sanggup untuk jujur pada Aruna.


''Please, kalian dapat kabar apa? Tolong jangan bohongin gue. Sepahit apapun gue akan terima kok. Kalian tahu kan kalau gue ini kuat.'' Ucap Aruna dengan tetap memberikan senyumnya pada Dinda dan Gita.


''Aruna, elo yakin mau tahu?'' Dinda berusaha meyakinkan.


''Iyalah, Din. Gila aja suami gue mendadak ngilang gitu aja. Gue tahan-tahan nggak lapor polisi dan tetap berpikir positif. Yang gue takutin Mas Arya kecelakaan, di culik atau di sekap atau apalah. Gue tiga hari nggak bisa tidur karena mikirin ini semua, Din.''


Gita dan Dinda kemudian kompak menggenggam tangan Aruna.


''Elo harus kuat dan sabar ya, Run. Sorry kalau gue dan Gita terkesan lancang. Tapi entah kenapa gue ngrasa elo harus tahu semua ini. Kita nggak pingin elo sakit. Ini hasil dari penyelidikan detektif suruhan kita dan juga bantuan dari suami pelanggan gue yang direktur maskapai penerbangan itu. Jujur, gue sempat kaget dan nggak percaya tapi bukti ini elo harus tahu.'' Jelas Dinda.


''Iya Din, udah jangan berbeli-belit. Sekarang gimana kabar Mas Arya?'' kata Aruna dengan mata berkaca. Antara firasat musibah dan firasat pengkhianatan menghantuinya. Dinda lalu mengeluarkan sejumlah bukti berupa boarding pass dan juga hasil vidio rekaman cctv hotel di Singapura. Juga perjalanan dari Singapura menuju Maldives. Dengan tangan gemetar, Aruna melihat rekaman CCTV di hotel tersebut, terlihat Arya bersama Shella masuk ke kamar hotel yang sama. Namun mereka check inu dengan nama masing-masing supaya tidak ketahuan.


''Din, ini kan pelanggan elo?''


''Iya Run. Gue juga kaget. Namanya Shella Adara. Jadi Mas Arya bersama wanita itu lalu mereka pergi ke Maldives. Mereka juga duduk bersama di dalam pesawat. Kemungkinan besar Mas Arya mendadak menghilang, dia sedang menikmati liburan bersama wanita itu.'' Jelas Dinda. Air mata yang sedari tadi Aruna tahan akhirnya pun lolos juga.

__ADS_1


''Mengenai hubungan keduanya, kita nggak tahu jelasnya apa. Yang jelas kita cuma minta untuk melacak keberadaan Mas Arya dimana dan sama siapa perginya. Kita nggak mau dianggap lancang dan kepo dengan urusan ini, Run. Sisanya terserah elo mau gimana,'' sambung Gita.


''Berarti dugaanku benar selama ini? Aroma parfum yang setiap malam aku dapati dari tubuh Mas Arya adalah milik wanita itu,'' gumam Aruna dalam hati. Aruna hanya bisa menangis dalam diamnya. Dinda dan Gita kemudian beranjak dari duduknya, mereka dengan kompak memeluk Aruna untuk menenangkannya. Disaat fakta itu terkuak, tiba-tiba ponsel Aruna berdering ada nama Papi Love di layar ponselnya.


''Mas Arya?'' gumam Aruna.


''Angkat aja, Run. Bersikaplah biasa saja.'' Ucap Gita. Aruna mengangguk, ia lalu berusaha untuk tidak menunjukkan tangisannya. Aruna kemudian menekan mode loud speaker supaya kedua sahabatnya bisa mendengar apa yang Arya ucapkan.


''Halo Mas. Kamu kemana saja? Kamu baik-baik saja kan?'' tanya Aruna dengan segala ketegarannya.


''Sayang maafkan aku ya. Ponselku hilang, sayang. Aku beberapa hari berusaha mencarinya dan mengurusnya. Akhirnya di temukan juga. Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju bandara.''


''Aku bersyukur kamu tidak apa-apa, Mas. Tapi kamu seharusnya bisa usaha memberi aku kabar. Kamu tahu kan kalau aku sangat khawatir sekali.''


''Sekali lagi maafkan aku, sayang. Aku terlalu khawatir karena di dalam ponsel aku ada file penting. Aku terlalu fokus sampai aku lupa memberi kamu kabar. Maafkan aku ya sayang, aku disini juga bingung. Pekerjaan harus sesuai deadline, sedangakan ponsel aku hilang.''


''Iya sayang, tunggu aku di rumah ya.''


''Iya Mas. Kamu hati-hati ya.''


''Iya sayang, i love you.''


''Iya, i love you too.'' Panggilan pun berakhir.


''Keterlaluan banget Mas Arya. Udah tahu bohong tapi masih bisa mencari alasan.'' Gita pun merasa sangat kesal. Sedangkan Aruna kembali menangis.


''Dinda, detektif yang elo suruh itu, tolong suruh dia buat cari tahu siapa wanita itu.'' Ucap Aruna dengan menahan rasa sedihnya.

__ADS_1


''Iya Run, gue akan bantu elo. Terus apa yang akan elo lakuin sekarang?'' tanya Dinda.


''Nunggu Mas Arya pulang. Gue mau menyelidiki ada hubungan apa antara mereka berdua. Yang pasti gue mau mastiin kalau dugaan gue selama ini benar.''


''Maksud elo apa Run?'' tanya Gita.


''Jadi hampir delapan bulan terakhir, Mas Arya sering pulang malam dengan berbagai alasan. Dan yang lebih parah, setiap dia pulang selalu tercium aroma parfum itu. Aroma parfum yang persis dengan wanita itu.''


''Darimana elo tahu?'' tanys Gita.


''Waktu di salon Dinda, gue ketemu wanita itu dan aromanya persis dengan aroma tubuh Mas Arya setiap kali dia pulang malam. Beberapa waktu lalu dia keluar kota tapi gue nemuin blouse yang ukurannya lebih besar dari ukuran gue. Entahlah yang jelas, gue punya prasangka buruk sama Mas Arya. Jujur, melihat sikapnya yang begitu romantis dan penyayang, bukti ini rasanya seperti mimpi buat gue.''


''Run, saat ini elo harus kuat untuk Zidane dan anak yang sedang elo kandung. Apapun fakta yang terungkap nanti, elo harus kuat dan tetap harga diri seorang Aruna itu lebih tinggi.'' Kata Gita.


''Git, apa pasien elo banyak yang ngalamin hal kayak gue?''


''Banyak Run tapi pada akhirnya mereka bisa melewati itu semua kok.''


''Lalu jalan yang mereka pilih apa? Tetap bersama atau berpisah?''


''E... ada yang memutuskan berpisah tapi ada juga yang memutuskan kembali bersama. Tentunya dengan pilihan si pria harus meninggalkan selingkuhannya. Udahlah kenapa malah tanya pasien gue. Kita akan selalu bersama elo apapun yang terjadi.''


''Iya Run. Apapun keputusan elo nanti, elo harus bahagia. Kita sayang elo, Run. Sabar ya.'' Sahut Dinda.


''Gue mohon, jangan kasih tahu siapapun masalah ini. Ini rahasia kita bertiga.'' Kata Aruna.


''Iya, elo percaya sama kita.'' Jawab Gita menenangkan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2