
Karena teriakan Min Ho tadi, Aria sadar. Dia berdiri dan melihat Min Ho yang meringkuk di bawah.
"Bangunlah." Ucap Aria datar.
Tapi karena Min Ho belum menyadari kalau Aria sudah tahu kalau dia berakting, dia masih saja tidak bergerak.
"Bangun atau aku pergi." Ucap Aria lagi, dan kali ini ucapannya mengandung ancaman.
Tidak boleh...
Aakhh mati saja kau Min Ho, sekarang kau akan dimarahi lagi.
Dengan wajah tertekuk, Min Ho berdiri dan membersihkan pakaian nya.
"Ke mobil."
.
Sekarang Aria dan Min Ho berada di dalam mobil, keduanya sama-sama tidak berbicara.
Aria yang sudah dari awal kesal di tambah lagi dengan tipuan Min Ho membuatnya semakin meradang, sementara Min Ho tidak tahu mau bilang apa karena dia memang salah.
Tapi karena tidak mau berlama-lama dalam suasana aneh, Min Ho pun bersuara.
"Aria...hiii." Hanya karena Min Ho memanggilnya Aria pun dengan cepat melihat ke arah Min Ho dengan tatapan tajam seakan sudah menanti agar Min Ho memanggilnya.
Seraam sekali...
__ADS_1
"Aaah aku minta maaf untuk yang barusan." Ucap Min Ho pelan dan menatap Aria dengan melas.
Aria cukup terkejut kalau Min Ho bisa menunjukkan wajah seperti ini pada nya, padahal biasanya wajah ini hanya datar pada orang lain dan tersenyum pada nya.
Ohh ternyata dia bisa berwajah seperti ini.
"Tapi aku sungguh terjatuh, tapi tidak sampai pingsan, haha." Min Ho tertawa paksa demi mencairkan suasana, tapi sayangnya usaha nya gagal.
"Lucu?." Tanya Aria dingin.
"...tidak." Min Ho menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak terlalu mempermasalahkan kau yang menipuku tadi, tapi yang aku permasalahkan itu saat di mall tadi."
"Apa maksud mu mengenalkan ku di depan banyak orang."
Aria sangat butuh penjelasan yang sejelas mungkin dari Min Ho.
"Sebelum aku jelaskan, apa kau mau berjanji sesuatu." Tanya Min Ho meminta kepastian.
"Memangnya sepenting itu sampai kau minta janji." Tanya Aria balik.
Dan Min Ho mengangguk layaknya seorang anak kecil.
Jika melihat bagaimana sekarang raut wajah Min Ho, sepertinya Aria tahu kalau Min Ho dalam posisi yang kesulitan juga. Oleh karena itulah, Aria memilih menyanggupi dan memberi janji pada Min Ho.
"Huuhh, baiklah. Janji apa itu." Tanya Aria.
__ADS_1
"Berjanjilah padaku, apapun yang aku katakan nanti kau tidak boleh melepaskanku ataupun menghindari ku, ya." Pinta Min Ho dengan nada memohon dan menangkupkan tangan Aria di kedua telapak tangan nya.
Aria semakin merasa aneh, rasa penasaran semakin bergelut di dalam hati dan pikirannya.
Ada masalah apa sebenarnya sampai dia meminta ku berjanji seperti itu, dan lagi janji nya tidak main-main, bukannya jika kerjasama kami berakhir hubungan ini juga akan berakhir.
Bagaimana ini...
"Tapi Min Ho jika kerja sama kita berakhir bukannya aku harus melepas mu." Tanya Aria bingung.
Mendengar pertanyaan Aria, Min Ho malah semakin mengeratkan pegangannya pada tangan Aria.
"Iya, aku tahu, tapi walaupun kontrak kita berakhir aku mau kau berjanji seperti itu aku mohon sangat dengan sangat."
Min Ho menarik tangan Aria dan menyentuh dahi nya.
Dan kali ini entah kenapa Aria langsung luluh karena berpikir Min Ho sangat butuh pertolongan.
Aria melepaskan salah satu tangan nya dan mengusap kepala Min Ho.
"Baiklah, aku janji." Ucap Aria dengan senyum yang saat itu juga membuat Min Ho sangat takut jika suatu hari senyum ini akan hilang, tapi dengan begini Min Ho akan melindungi Aria dari orang-orang yang hendak mencelakai nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!