
Semakin mendekat nya hari H para siswa pun makin sibuk berlatih, menyiapkan panggung, dekorasi, membersihkan debu-debu yang menempel di kursi, dan masih banyak hak lagi yang mereka lakukan.
Selama itu pula Aria belum melihat lagi sosok Min Ho. Selesai latihan Aria terus mencari keberadaan Min Ho, tapi nihil. Yah, mungkin dia juga sibuk, pikir Aria.
Dan saat ini tiba juga waktu nya dalam mencoba kostum.
"Anak-anak, ini kostum yang sudah dipesan
ukuran nya sudah disesuaikan dengan kalian semua." Ucap guru tari, dia menyibak tirai yang menutupi lemari dimana disitu terdapat beberapa kostum menawan yang terkait berjejer.
"Waahh." Serempak mereka kagum pada pakaian yang akan mereka kenakan saat tampil.
"Bagus sekali." Kagum Aria saat di tunjukkan beberapa gaun yang akan dia pakai nanti nya.
Meskipun sederhana, tapi ini terlihat elegan.
"Nah sekarang kita coba satu-satu pakaian nya." Mereka pun menurut dan satu per satu masuk ke ruang ganti, setelah semua di uji dan guru tari itu pun terlihat suka dan menyukai konsep mereka. Sekarang giliran Aria yang mencoba pakaian nya.
Aria masuk ke ruang ganti dan mengganti gaun pertama nya.
"Mm bagaimana." Aria tampak canggung karena ini pertama kali nya dia memakai gaun cantik seperti ini.
Semua orang terdiam melihat Aria. Dan mendadak mereka kegirangan.
"Wahh Aria bagus sekali."
"Cantik sekali."
"Cocok sekali."
Berbagai pujian diterima Aria, dia tidak menyangka mendapat respon seperti ini.
"Bagus, cobalah yang satu itu." Ucap guru tari dan menunjuk gaun yang berwarna hitam.
__ADS_1
"Baik." Aria menurut dan mengganti lagi gaun nya.
Saat Aria masih di dalam ruang ganti, Min Ho yang kebetulan sedang berjalan di lorong mendengar suara riuh di suatu ruangan.
Dan ruangan itu adalah tempat latihan Aria.
"Ada apa kalian ribut-ribut." Tanya Min Ho.
"Oh..ketua osis, bukan apa-apa, tapi...."
"Aku sudah selesai." Ucap Aria saat masih dalam ruang ganti.
"Nah, ini dia yang kami ributkan. Ketua lihat."
Min Ho masih bingung dan saat seseorang keluar dari ruang ganti kebingungan Min Ho pun lenyap.
"Eheem bagaimana dengan ini." Aria mengusir rasa gugup nya dengan berdehem, tapi dia masih belum menyadari kehadiran Min Ho di situ.
Aria berputar sambil tertawa riang layak nya anak kecil yang baru saja di beli baju baru.
Cantik sekali...eh apa?!
Semua orang bertepuk tangan dan wajah Aria terus sumringah.
Terima kasih Min Ho kau memberiku kesempatan untuk mencoba bagaimana rasa nya memakai pakaian seperti ini.
"Bagaimana menurut mu Min Ho." Tanya guru tari membuat Aria tersentak.
"Apa." Gumam Aria dan melihat ke sisi lain dimana Min Ho berdiri mematung.
Sekarang pandangan nya dengan Min Ho bersatu.
Aria masih memikirkan bagaimana reaksi Min Ho saat melihat nya jika mengenang kejadian itu.
__ADS_1
Tapi Aria dikejutkan dengan jawaban Min Ho mengenai tampilan Aria.
"Hmm...can ehh bagus, ya ini bagus." Min Ho kembali fokus.
"Kau dengar Aria bahkan ketua osis saja menyukai nya."
"A...aaah iya iya." Aria tertawa masam antara senang dan susah.
Aku harus minta maaf.
Semua orang yang ada disitu merasa takjub dengan pakaian mereka. Mungkin saja orang-orang ini sudah tidak sabar mengenai penampilan mereka.
"Baiklah, kalian lanjutkan latihan nya saya pergi dulu." Dengan sopan Min Ho meninggalkan ruangan.
"Mm mungkin hari ini kita istirahat saja, free tidak ada latihan."
Mendengar itu para siswa yang dilatih tak terkecuali Aria merasa senang.
"Waahh..itu bagus sekali terima kasih bu." Semua nya bersorak kegirangan karena mendapat hari kebebasan tanpa berlatih.
"Hmm terima kasih atas kerja keras nya, anak-anak." Ucap guru tari.
"Ya, terima kasih atas kerja keras nya, bu."
Semua orang mengemas kostum mereka dengan rapi dan terkunci rapat di lemari.
Aria tergesa-gesa mengemas pakaian nya karena dia hendak mengejar Min Ho.
"Selamat istirahat teman-teman." Ucap Aria sambil berlalu meninggalkan ruangan.
"Ya, Aria." Semua orang yang masih di ruangan menanggapi perkataan Aria. Dan mereka bubar satu per satu.
Aku harus mengejar nya.
Bersambung!!!
__ADS_1