Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
74


__ADS_3

Setelah turun dari bus, Aria, Min Ho, dan Jin Ho mengambil tas masing-masing di penyimpanan.


Aria langsung mengedarkan pandangan mencari Su Mi, yang ternyata masih dengan riang nya bersama Min Hyuk.


Ck dasar budak cinta.


Min Ho dan Jin Ho melihat apa yang Aria lihat.


"Sepertinya teman mu itu menyukai Min Hyuk." Ucap Min Ho.


" Aku terkejut kalau anak itu bisa memikat gadis." Remeh Jin Ho. Karena selama dia mengenal Min Hyuk, pria itu hanya bisa bermain dan mengeluh jika urusan perempuan.


Dan karena lagi membahas soal Min Hyuk, Aria pun teringat sesuatu.


"Heii apa Min Hyuk punya pacar." Tanya Aria tanpa mengalihkan pandangan nya melihat Su Mi dan Min Hyuk didepan.


"Hmmm setahuku tidak." Jawab Jin Ho tidak yakin.


Apa mungkin Min Hyuk tidak memberitahu temannya sendiri kalau dia sudah punya tunangan bahkan saat masih kecil.


"Kalau begitu baguslah, setidaknya dia tidak punya saingan cinta."


"Kau tidak keberatan?. Aku tidak bisa menjamin kalau Min Hyuk itu tidak punya sifat buruk, tapi jika dilihat selama 3 tahun ini dia yang aku kenal anak nya lumayan baik, dan juga menyebalkan." Keluh Jin Ho di akhir perkataan heroik nya.


Aria terkekeh dan dia yakin kalau Su Mi bisa menilai orang yang baik untuknya.

__ADS_1


"Yahh terserah dia saja, selagi dia bahagia aku juga ikut bahagia. Jika dia tidak keberatan, maka aku juga tidak."


Ucap Aria sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Aria, dua bersaudara itu serempak bertanya.


"Kalau kau kapan mencari kebahagian untuk dirimu sendiri."


Aria hanya mengangkat bahu.


"Aku cukup bahagia sekarang." Ucap Aria mulai melangkahkan kaki nya keluar sekolah.


"Apa kau tidak mau mencari seseorang yang bisa menjadi sandaran mu." Tanya Min Ho, yang membuat Jin Ho ikut penasaran.


Mungkin keduanya berharap sesuatu sehingga saat Aria menjawab dengan cepat dan jawabannya membuat keduanya lesu.


"Apa." Teriak kedua bersaudara sampai membuat Aria terkejut dan membuat semua orang menoleh pada mereka.


"Kenapa memangnya?. Apa salah kalau aku tidak punya seseorang sebagai sandaran?." Tanya Aria kesal.


"Tentu saja salah, kau hidup di zaman apa sampai tak perlu sandaran, bahkan dari zaman purba seseorang pasangan itu penting." Tukas Jin Ho.


"Ck...terserah saja, untuk saat ini aku tidak berminat. Memangnya di umur kita ini pacaran wajib?."


"Tentu saja." Ucap Min Ho dan Jin Ho.

__ADS_1


"Apa kau trauma." Selidik Jin Ho karena dia tahu bagaimana masa lalu Aria, tapi tidak bagi Min Ho dia otomatia bingung karena pertanyaan Jin Ho.


"Trauma?. Kau punya masa lalu kelam juga?." Kini Min Ho penasaran.


"Seseorang harus belajar dari masa lalu agar ke depannya tidak mudah kembali terjerumus. Benar begitu?." Aria berbalik dan melihat Min Ho dan Jin Ho bergantian. Walaupun dia tersenyum, tapi di senyum itu tersirat kesedihan mendalam.


Bukannya orang yang tidak bisa melupakan masa lalunya, tapi Aria berusaha menilai karakter orang lain agar dia tidak merasakan sakit yang sama. Dia harus selalu mengingat masa lalu kelamnya agar bisa menjadi orang yang lebih kuat dari sebelumnya.


Mengubah tatapan orang yang dulunya merendahkan menjadi tatapan penuh puji dan melihatnya sebagai kebanggaan.


Tapi jalan yang mulus tentu saja tidak mesti tidak terdapat kerikil kecil yang menyertai.


Karena Aria telah memilih jalan hidup berbeda dari sebelumnya, semoga kali ini dia bisa menjalani nya dengan kebahagiaan dan selalu di dampingi oleh orang-orang yang menyayangi nya.


Min Ho dan Jin Ho tersenyum melihat ketegaran Aria, terutama Jin Ho dia salut dengan perjuangan gadis itu sehingga bisa seperti sekarang.


"Tentu saja." Ucap serempak kedua bersaudara.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung!!!


__ADS_2