Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
108


__ADS_3

{Beberapa minggu yang lalu}


Setelah orang-orang pergi, Nyonya Ho masih berdiri ditempatnya. Geram, kesal, amarah yang tertahan lewat kepalan tangan. Setelah kejadian ini, Nyonya Ho semakin membenci Aria, saat memikirkan bagaimana cara menangani nya beliau di hampiri seseorang.


"Permisi."


Nyonya Ho melihat siapa yang memberi salam itu.


"Ya." Karena masih merasa kesal, dia dengan ketus menanggapi orang itu.


"Maaf mengganggu Nyonya, apa boleh saya menyita waktu anda sebentar di kafe." Ajak orang itu.


Nyonya Ho terdiam dengan ajakan orang itu.


Tapi jika melihat tatapan orang itu sepertinya dia bermaksud sesuatu.


"Baiklah."


Nyonya Ho pun menuruti kemauan orang itu dan menuju kafe yang terdapat di dalam mall.


Setelah menemukan kafe nya, orang itu dan Nyonya Ho langsung memesan minuman.


Tidak menunggu lama, minuman yang mereka pesan pun datang.


Nyonya menatap orang didepannya dengan dalam, seperti ingin mengetahui lebih dalam akan orang yang berani mengajak nya seperti ini.

__ADS_1


Sementara orang itu karena melihat kalau Nyonya Ho begitu tajam menatap nya dia pun tertawa kecil.


"Perkenalkan saya Mi Na." Ucap gadis itu sembari mengulurkan jabatan tangan.


Nyonya Ho menerima uluran tersebut, tapi dia tidak memperkenalkan diri karena kemungkinan gadis di depannya itu tahu siapa dia.


"Aku tidak perlu memperkenalkan diri bukan." Tanya Nyonya Ho.


"Iya." Jawab Mi Na dengan senyum manis nya.


"Langsung ke inti, kau siapa dan ada urusan apa dengan ku." Tanya Nyonya, dia tidak suka basa basi pada remaja.


"Saya adalah sekretaris osis di sekolah yang anda kelola dan saya ingin mengajak anda bekerja sama." Ucap Mi Na dengan penuh percaya diri, dia yakin sekali kalau Nyonya Ho bakal tertarik.


"Hmm... menarik, kau hanyalah siswa dari sekolah yang aku bina, bagaimana bisa kau dengan yakin mengajak ku bekerja sama. Memangnya kerja sama seperti apa." Tanya Nyonya Ho.


"Hahaha nak, kamu jangan segitu percaya dirinya. Memangnya dari mana kamu tahu kalau saya itu benci dengan Aria, lagi pula memangnya siapa Aria itu." Walaupun Nyonya Ho merasa tertarik dengan rencana gadis di depannya, tapi tentu saja dia tidak sembarang setuju. Karena remaja perasaannya labil, bisa saja kelak gadis di depannya itu malah berbalik menyerangnya.


"Mungkin kejadian liburan musim panas lalu telah anda lupakan, Nyonya. Orang yang telah membuat wajah Jin Ho terluka itu nama nya Aria, dan saya juga melihat kejadian barusan. Min Ho berontak kepada anda hanya karena gadis itu. Bukankah menyebalkan jika hanya karena seorang gadis telah membuat anda kehilangan kasih sayang dari anak."


Mi Na mencoba untuk memprovokasi Nyonya Ho agar memanas.


Tapi tetap saja Nyonya Ho tahu kalau anak ini tidak tahu segala nya.


Mungkin Jin Ho masih bisa dia kendalikan, tapi Min Ho... Memangnya sejak kapan anak itu patuh pada nya, menerima kedatangan nya saja tidak.

__ADS_1


Sebelum setuju, Nyonya Ho bertanya lagi.


"Terus kau ingin aku membantu apa, jujur saja permainan anak remaja seperti kalian terkadang payah, jadi saya tidak terlalu yakin."Ucap Nyonya Ho dengan nada meremehkan.


Mi Na menahan sekuat mungkin kekesalannya pada orang ini. Dia tidak pernah menyangka jika direktur sekolah mereka orang yang sangat menyebalkan.


Mi Na meletakkan dua foto seorang gadis dengan penampilan berbeda.


Nyonya Ho melihat kedua foto itu, foto pertama dia kenal sedangkan yang kedua tidak.


"Apa ini." Tanya Nyonya Ho.


"Yang pertama adalah foto Aria sekarang dan yang kedua foto Aria saat dia belum berubah."


Nyonya Ho begitu terkejut melihat perbandingan kedua foto.


"Pada saat festival, saya akan menempelkan kedua foto itu di papan pengumuman, pasti nya banyak orang akan melihat dan anda berperan saat mengira kalau Aria melakukan operasi plastik, anda harus menghukum nya entah apa itu terserah anda. Jika bisa maka keluarkan dia dari sekolah."


"Operasi plastik di bawah umur itu tidak lah baik dan merusak nama sekolah, anda bisa memakai alasan itu."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2