
Tapi karena ada sesuatu yang terus mengganjal pikiran Aria selama ini dia pun mengejar Min Ho yang masih belum jauh.
"Tunggu."
Aria tanpa sengaja mengenggam tangan Min Ho agar dia berhenti.
Karena terkejut Min Ho melihat tangan nya yang di pegang.
"Aaah maaf." Aria melepas pegangan nya saat melihat reaksi Min Ho.
"aku minta maaf." Aria membungkukan badan nya di depan Min Ho yang masih terpaku dengan tangan yang dipegang Aria tadi.
"Ini bukan apa-apa." Ucap Min Ho berganti melihat Aria yang masih membungkukan badan nya.
"Tidak, aku benar-benar minta atas kejadian waktu itu di ruang latihan."
Min Ho terdiam sejenak, mengenang kejadian yang terjadi sebulan lalu.
Dia melihat Aria tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
"Ngomong-ngomong sampai sekarang tamparan itu masih sering berdenyut." Min Ho mengusap pipi nya dan Aria melihat dengan khawatir.
"Sekali lagi aku minta maaf." Aria terus meminta maaf sampai-sampai Min Ho merasa bersalah karena sudah membohongi nya.
"Sudah lah tidak perlu khawatir." Tanpa sadar tangan Min Ho hampir menyentuh kepala Aria kalau saja Aria tidak tiba-tiba bangkit dan melihat jelas ke arah Min Ho.
"Dan juga apa kau ingat apa yang aku ucapkan saat pertama kali kita bertemu." Tanya Aria pada Min Ho yang kembali bingung.
"Pertama kali." Tanya Min Ho ulang.
Dan Aria menjawab nya dengan anggukan.
__ADS_1
Min Ho terlihat sedang memikirkan apa yang Aria katakan.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan entah kenapa di saat ini senyum nya kepada Aria seperti menyimpan makna yang mengerikan bagi Aria.
Kenapa dia.
"Ingat." Tanya Aria lagi.
Min Ho menyilangkan tangan di depan dada nya dengan wajah yang berubah angkuh.
"Tentu saja." Ucap Min Ho.
Semakin aneh, aku harus mengakhiri ini secepat mungkin.
"Aku juga minta maaf atas kejadian dulu, tanpa pikir panjang aku bersikap kurang ajar dan meminta mu agar menjadi pacar palsuku jika keadaan berubah darurat."
"Aku akan menerima apapun hukuman mu atas dua kesalahan ku itu, tapi aku mohon berikan hukuman yang aku sanggupi selagi kau tidak mengincar nyawa ku aww."
Aargh sakit..hiks..
Min Ho menyentil kening Aria saat perkataan nya sudah kelewat batas.
Dia juga bukan nya pembunuh yang hanya kesalahan kecil harus melenyapkan satu nyawa.
"Aku akan menghukum mu, tapi tidak sampai mengambil nyawa mu juga." Min Ho tampak kesal.
Sementara Aria merasa lega, tapi juga merasa heran kenapa Min Ho terlihat marah.
"Baiklah aku minta maaf."
"Sudah hentikan, kau terus meminta maaf dari tadi telinga ku sakit." Keluh Min Ho.
__ADS_1
"Aku min...." Ucapan Aria terpotong saat Min Ho menatap nya dengan tajam.
"Aaah iya baik baik."
"Untuk sementara aku belum memikirkan hukuman apa yang harus kau lakukan, anggap saja hukuman mu ini hutang yang harus kau lunas suatu hari."
"Kenapa tidak kau beri sekarang saja, kau boleh menjadikan ku sebagai budak mu, membawa buku, tas aku bisa semua.
Min Ho tersenyum simpul, tapi semua yang dikatakan Aria tidak akan pernah ia turuti.
"Ti~dak. Aku punya caraku sendiri untuk menghukum mu, untuk sekarang kau bebas."
"Aku pergi dulu." Min Ho pergi meninggalkan Aria.
Setelah merasa Min Ho sudah cukup jauh dari nya, Aria akhirnya bisa bernapas lega.
"Aaaah aku takut sekali. Kira-kira hukuman yang akan dia berikan seperti apa ya, hmm semoga saja bukan hal yang aneh."
"Euhh dingin sekali, aku harus ganti baju."
Aria meninggalkan taman yang lengang itu, tapi seperti nya ada orang lain disana.
"Apa-apaan mereka."
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!