
Aria meninggalkan sepeda nya dan menaiki mobil Min Ho.
Mereka berdua meninggalkan sekolah dengan dramatis dan mengakibatkan perhatian tertuju pada mereka tadi nya. Sementara Aria hanya bisa menghela napas dengan perilaku Min Ho barusan.
"Sekarang apa yang ingin kau sampaikan pada ku." Tanya Aria saat mereka sudah di jalan.
"Aku akan kembali." Jawab Min Ho singkat, karena sesingkat itu Aria belum terlalu paham apa maksud Min Ho.
"Apa maksud mu." Tanya Aria bingung.
"Aku akan kembali ke California."
"Kapan."
"Sore ini, waktuku tinggal satu jam dari sekarang." dengan santai nya Min Ho sambil melirik jam tangan nya.
"Apa? Sore ini, dan kenapa kau masih bersantai seperti ini." Tanya Aria beruntun.
"Yaah kalau ketinggalan pun aku tidak peduli, tapi ayah pasti akan mempermasalahkan nya." Ucap Min Ho menyadari kondisi nya saat ini.
Aria diam dan melihat bagaimana kalau Min Ho ini sangat patuh terhadap ayah nya.
Setelah menempuh perjalanan yang singkat, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, yaitu apartemen Aria.
"Kau tidak mau turun." Tanya Min Ho saat melihat Aria masih berdiam di tempat duduk nya.
"Kalau tidak mau, aku akan membawamu ke rumah ku." Lanjut Min Ho.
"Min Ho." Ucap Aria.
"Ya."
"Apa aku boleh bertanya sesuatu." Tanya Aria sambil meremas jari-jari tangan nya.
__ADS_1
"Hm?, kenapa kau mendadak meminta izin seperti ini." Heran Min Ho.
"Apa maksudmu, memangnya aku pernah bertanya tanpa izin." Ucap Aria mencoba mengelak kalau dia tidak pernah bertanya tanpa izin.
"Iiiyaap betul sekali." Jawab Min Ho singkat dan langsung membuat Aria terdiam.
"...baik, aku minta maaf. Tapi kali ini topik nya sedikit serius, dan karena waktumu tidak banyak lagi jadi kau bisa menjawab nya suatu hari saat kau pulang." Jelas Aria.
"Baik..lah, jadi apa pertanyaan mu." Tanya Min Ho sambil tersenyum.
Apa aku harus bertanya, tapi ini memalukan, bagaimana jika yang aku pikirkan selama ini salah, dan kebaikan nya selama ini karena memang aku ini sahabat nya.
"Mm.." Aria menghentak-hentak kan kaki nya karena gugup dan tangan nya masih meremas satu sama lain.
"Hanya pertanyaan biasa, kenapa kau bisa sebaik ini terhadap ku, sejak awal pertama pertemuan aku sudah membuat mu masuk ke dalam masalah ku, tapi kau tetap saja membantu ku sampai sekarang. Apa...kau punya alasan sendiri kenapa berbuat seperti itu."
"Tapi...tapi maaf kau jangan salah sangka kalau aku memiliki perasaan pribadi, hanya saja aku penasaran dengan apa yang kau pikirkan tentang ku."
Aria berusaha membawa suasana percakapan nya ini untuk tidak terlalu canggung dan tetap natural, tapi setelah dia menjelaskan semua itu Min Ho diam dan raut wajah nya langsung berubah.
"Min Ho." Panggil Aria saat Min Ho tidak memberikan respon apapun.
"Aria..."
"Ya."
"Sebenarnya aku...."
Drrttt..drrtt
Keduanya terkejut saat mendengar ada ponsel yang berdering dan ternyata itu ponsel Min Ho.
"Sebentar."
__ADS_1
"Kenapa kau menelpon mengganggu saja." Gerutu Min Ho pada penelpon yang tak lain adalah adiknya Jin Ho.
"Maaf kalau aku mengganggu, tapi kak sebentar lagi penerbangan kita dan kau belum kesini. Ayolah kak jangan seperti ini ayam kecil yang tidak mau berjauhan dengan induknya. Jika kau tidak sampai dalam waktu 20 menit dari sekarang aku akan memberitahu Jeff untuk memanggil mu anak ayam. Hahaha."
"Sejak kapan kau pandai bermain ancaman seperti ini." Ucap Min Ho dengan nada kesal.
"Tidak ada waktu lagi untuk ini kak, datang atau aku beritahukan. Baiklah aku tutup, oh ya sampaikan salam ku pada Ari..."
Beep..
{ Di bandara }
"Ck.. dia menutup telpon nya." Decak Jin Ho.
{ Di mobil }
"Maaf Aria mungkin aku harus pergi dan akan aku jawab pertanyaan mu saat aku kembali." Ucap Min Ho dengan berat hati akhirnya Aria turun.
"Baiklah, sampai jumpa dan hati-hati."
Ucap Aria sambil melambaikan tangan, Min Ho pun membalad lambaian tangan Aria dan melajukan mobil nya meninggalkan tempat itu.
Aria lama terdiam melihat sosok mobil dari jauh sampai tak terlihat.
"...haaa."
"Kenapa rasa nya sesak sekali, ya."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!