
{ Keesokan pagi nya }
Masih dini hari dan semua orang juga masih tertidur nyenyak. Angin berhembus membuat sejuk sekujur badan.
Karena kedinginan, Aria tidak bisa menahan untuk buang air kecil.
Aria berusaha membuka mata nya dan pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai, Aria ingin kembali ke kamar nya untuk melanjutkan mimpi nya yang terputus, tapi karena suasana masih sepi, dan hanya cicitan burung yang mulai terdengar, Aria juga mendengar suara lain dari luar penginapan.
Aria yang penasaran akan bunyi tersebut memilih mencari sumber suara. Dia tidak ada rasa takut karena sekarang hampir pagi.
Dengan perlahan Aria membuka sedikit pintu penginapan nya dan melihat siapa yang menciptakan bunyi aneh tadi.
"Ehmm." Aria melihat orang itu dari belakang, dan dia sulit untuk menebak siapa itu.
Apa aku hampiri saja ya.
Tapi bagaimana kalau dia orang aneh, bisa-bisa aku kena masalah lagi.
Aria memilih tidak peduli dengan orang itu sampai dia mendengar seseorang meneriaki nama nya.
"Ariaaa." Orang itu menyebut nama Aria setengah teriak, sehingga tidak mengejutkan orang-orang yang masih tidur.
Mendengar teriakan orang itu, Aria kembali mengintip lewat pintu dan fokus melihat apa yang di kerjakan orang yang duduk di tepi pantai itu.
"Dia mengenal ku." Gumam Aria.
Dan lagi-lagi orang itu meneriaki nama Aria, membuat Aria tertegun dan memberanikan diri untuk keluar menghampiri orang aneh tersebut.
"Ariaaaaa."
"Apa orang itu gila, bagaimana kalau orang-orang bangun, tapi kenapa suara nya familiar sekali ya."
"Lebih baik aku hampiri saja."
__ADS_1
Sebelum keluar, Aria pergi ke dapur dan membawa sesuatu yang pasti nya tidak tajam, untuk melindungi diri jika terjadi sesuatu.
Aria pergi kembali ke kamar dan mengambil kardigan nya, sebelum pergi Aria melihat kasur nya yanh seperti nya ikut menangis karena ditinggalkan.
Aaah rasa nya ingin sekali tidur lagi, hikss maafkan aku kasur.
Aria menutup pintu kamar, dan berjalan membuka pintu penginapan.
Dia berjalan dengan pelan agar orang aneh itu tidak menyadari kedatangan nya.
Tapi langkah Aria terhenti sejenak karena mendengar pernyataan tulus orang aneh itu.
"Aria Aria Aria Aria...aku...aku minta maaf. Semua nya karena aku, kau di tampar karena aku, jika aku tidak menjauhi mu maka kau akan berada dalam masalah. Aku harus bagaimana."
Ucap lirih orang itu sambil terus menggenggam pasir dan menghamburkan nya di depan nya.
Aria yang mendengar itu seketika tahu siapa orang ini.
"Hei, Jin Ho." Panggil Aria dari belakang Jin Ho.
"A, Aria." Ucap Jin Ho terbata-bata.
Aria menghampiri Jin Ho dan berdiri di hadapan nya sehingga mau tak mau Jin Ho harus menengadahkan kepala nya agar bisa melihat Aria.
"Apa maksud mu." Tanya Aria.
Jin Ho terdiam seribu bahasa, karena masih ingat bagaimana ucapan ibu nya kemarin malam, Jin Ho pun memilih untuk pergi.
"Bukan apa-apa, hmm aku pergi dulu."
Tapi keinginan Jin Ho untuk pergi langsung di tahan oleh Aria.
"Duduk." Hanya dengan satu kata perintah Aria, Jin Ho pun kembali duduk.
Aria duduk berjongkok di hadapan Jin Ho yang tertunduk.
__ADS_1
"Kau bicara apa tadi." Tanya Aria lagi dengan lembut sambil mengelus rambut Jin Ho yang acakan.
Jin Ho terdiam, tidak bisa berkata apa-apa , akhirnya Aria juga yang mengalah.
"Dengar, kau tidak salah apa-apa. Lihat, aku baik-baik saja."
Aria membentangkan tangan nya memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja tanpa luka sedikitpun.
Tapi siapa sangka, karena Aria membentangkan tangan nya Jin Ho malah menjatuhkan diri di pelukan Aria.
"Ehh."
Aria yang terkaku karena tidak tahu harus bagaimana hanya bisa mematung tanpa membalas pelukan erat dari Jin Ho.
Tapi mungkin karena merasa nyaman dan hangat nya tubuh Aria, Jin Ho mulai bicara.
"Maaf Aria kalau aku lancang, tapi aku mohon biarkan aku memeluk mu sebentar saja."
Mendengar permintaan Jin Ho, Aria pun menghela napas panjang dan pasrah.
"Hmm baiklah." Ucap Aria lembut.
Karena merasa Jin Ho yang seperti nya dalam masalah, Aria pun membalas pelukan Jin Ho dengan terus menepuk punggung dan mengusap bagian belakang kepala Jin Ho.
Aria kenapa kau terlalu baik hati, kenapa kau harus memaafkan orang seperti ku, dan...dan kenapa kau harus membalas pelukan ku.
Kalau terus seperti ini maka aku akan terlalu serakah pada mu Aria..
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!