
Bolanya melambung ke atas, melewati siapa saja di bawah nya, banyak tangan yang ingin menyentuh bola itu, tapi tidak tersentuh.
Dan akhirnya....
Pritttt....!!
"Yaaaaaa masuk, pemenangnya ialah sekolah X."
"Wahh di menit terakhir Ketua Osis kita Min Ho berhasil mencetak 3 poin. Niceee." Teriakan mc meledakkan suasana di lapangan indoor itu sekarang, bahkan sorakan dari kubu yang sama tak kalah nya dari suara mc.
Aria bertepuk tangan penuh semangat, berkat dukungan semua orang tim sekolah mereka berhasil menang di festival sekolah kali ini.
.
"Haaah. Akhirnya bisa menghirup udara segar." Ucap Aria yang sekarang berada di taman berdua dengan Min Ho.
"Aku tidak menyangka kalau kau bisa teriak seperti tadi." Canda Min Ho tertawa kecil.
"Aku juga tidak menyangka." Aria tergelak sendiri jika ingat dia yang teriak memecah suasana yang tegang.
"Oh ya, kata nya kau akan memberikan aku hadiah." Tanya Min Ho.
"Tidak tuh." Elak Aria sambil membuang muka.
Tentu saja Aria masih ingat dengan apa yang dia katakan tadi, hanya saja tidak tahu kenapa Aria ingin sekali menggoda Min Ho.
"Kau mengucapkannya saat teriak tadi." Min Ho menatap Aria dengan cemberut.
Tapi lagi-lagi Aria mengelaknya.
"Tapi kan tidak janji."
__ADS_1
Karena Aria membuang muka dari Min Ho jadi dia tidak tahu bagaimana ekspresi orang itu sekarang.
"Aria." Panggil Min Ho dengan nada datar.
Karena Min Ho memanggil nya Aria pun memalingkan kembali wajah nya melihat Min Ho, tapi...
Aria membelalakan mata nya saat wajah nya dan Min Ho berjarak beberapa centi lagi sehingga napas Min Ho saja terasa di wajah nya.
"Ap... apa." Tanya Aria gugup, dia ingin memundurkan kepala nya, tapi tangan Min Ho menahan.
"Kau sungguh ingin mengingkari perkataan mu." Tanya Min Ho dengan tatapan datar sambi terus mendorong wajah Aria mendekat pada nya.
Aria memejamkan mata karena merutuki ulah nya sendiri.
"Baik baik... aku penuhi permintaan mu janji sesuai perkataan ku." Ucap Aria cepat, dia ingin secepatnya lepas dari dorongan Min Ho, dan benar Min Ho melepaskan tangan nya.
"Jangan menarik kata-kata itu lagi. Mengerti."
"Kau ini mengagetkan ku saj...."
Cup...
Aria begitu terkejut matanya membulat karena Min Ho mendadak mencium pipi nya.
"Apa yang kau...." Aria dengan cepat duduk menjauh dari Min Ho dan menangkup pipi nya. Wajah nya memerah karena ini.
Tapi Min Ho malah tertawa senang.
"Itu hukuman mu." Ucap Min Ho dan beranjak dari kursi.
"Ayo kita harus menikmati festival ini." Ajak Min Ho mengulurkan tangan nya pada Aria.
__ADS_1
Aria mendengus kesal. Dia beranjak sendiri tanpa mengambil uluran tangan Min Ho.
"Huhh, kau lumayan banyak melanggar perjanjian dalam kontrak, Min Ho." Gerutu Aria melangkah pergi di susul Min Ho.
"Benarkah." Tanya Min Ho menggoda Aria.
Aria melihat Min Ho sekilas dan langsung memalingkan wajah.
Min Ho hanya tertawa melihat muka Aria yang cemberut, sepanjang perjalanan dia terus menggoda Aria tanpa peduli sekitarnya.
"Hei coba lihat itu dia kan."
"Hmm seperti nya iya."
Aria dan Min Ho atau lebih tepat nya Aria menjadi sasaran pembicaraan, tapi dia belum menyadari kalau dia sedang di bicarakan. Malah Min Ho yang cepat tanggap.
Kenapa semua orang melihat nya. Apa karena dia teriak tadi.
Tapi tatapan mereka...
"Hai gendut."
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1