
Di pagi hari yang cerah dimana para burung saling bersahut-sahutan, angin sejuk yang sepoi-sepoi bertiup merupakan saat dimana waktu santai dilakukan, tapi mungkin pagi ini tidak berpihak pada Nyonya Hp lantaran saat ini dia berhadapan dengan Sohyu.
Selepas menerima panggilan dari gadis ini kemarin, Nyonya Ho tidak bisa tidak berpikir apa yang membuat gadis itu meminta pulang karena menurut perjanjian mereka Sohyu tidak akan pulang kecuali dia berhasil mendapatkan Min Ho.
Dan sudah lewat beberapa menit, Nyonya Ho belum memulai pembicaraan dan hanya menatap gadis di depan nya dengan tatapan kesal.
Sedangkan Sohyu merasa sesak dia bahkan kesulitan bernapas di tengah kondisi sunyi begini.
"haaah.. kalau kau diam terus begini maka aku tidak bisa tahu apa alasan mu untuk kembali kesini." Keluh Nyonya Ho sambil menghela napas kasar.
Sohyu terlihat gugup dia tahu kalau Nyonya Ho sekarang dalam mood yang tidak bagus karena nya.
Tapi apa yang ingin dia katakan ini sudah bulat dan dia tidak ingin merusak dirinya dan membuat ibunya sedih.
"Maaf, Nyonya. Saya...ingin berhenti mengganggu anak anda Min Ho. Harga diri saya sudah hancur dan saya malu untuk kembali kesana lagi. Jadi Nyonya..."
__ADS_1
"Apa kau bilang?..." Perkataan Sohyu terpotong oleh Nyonya Ho begitu saja.
"Harga diri mu sudah hancur? Rupanya kau baru menyadari nya." Sambung Nyonya Ho dengan nada sarkas.
"Apa..?." Dan Sohyu terkejut dengan apa yang dikatakan dengan pedas oleh Nyonya Ho.
"Dengar ini anak kecil, kenapa kau mendadak seperti ini apa ada kejadian yang seru disana." Tanya Nyonya Ho.
Apa... seru? Haha wanita ini sudah gila, ya.
Setelah mendengar cerita dari Sohyu, Nyonya Ho terdiam sejenak dan kemudia tergelak sendiri membuat Sohyu kebingungan.
"Waah anak itu benar-benar... dan sejak kapan Jin Ho ikut-ikutan." Gumam Nyonya Ho, tapi masih bisa terdengar oleh Sohyu.
Sementara disisi lain, Nyonya Ho tidak menyadari kalau ponsel nya beberapa kali bergetar karena seseorang menelpon nya.
__ADS_1
"Tapi Sohyu, apa kau masih bisa menolak apa yang aku tawarkan sementara keadaan mu tidak mendukung. Kalau dilihat dari keadaan mu maka tidak rugi jika kau meneruskan apa yang aku minta. Jika kau takut harga diri mu hancur lagi memang nya apa masalah nya, biarkan hancur sekalian sampai kau mendapatkan Min Ho." Ambisi Nyonya Ho semakin membara terlihat dari mata nya bahwa sebesar apa dia ingin Min Ho tunduk di tangan nya.
"Akan aku kisahkan cerita menarik pada mu yang akan membuat semangat mu itu kembali."
Tapi sebaliknya, cerita dari Nyonya Ho membuat Sohyu merinding dan menyesal telah bekerja sama dengan orang didepan nya ini.
Namun tidak demikian bagi Nyonya Ho yang menceritakan nya dengan santai dan tanpa dosa sama sekali.
Dia menceritakan bagaimana dia memperlakukan Min Ho semasa kecil tanpa sepengetahuan ayah nya.
...aku...aku telah salah memilih orang. Wanita ini benar-benar gila. Pikir Sohyu.
"Nah bagaimana? Apa cerita itu membuat mu semangat, aku bahkan kehilangan harga diri saat mencoba mendekati anak itu, memang apa masalah nya jika sesuatu yang sudah mulai hancur di hancurkan sekalian." Jelas Nyonya Ho sambil tersenyum.
Dan apa yang dia lakukan saat ini tanpa sadar membuat posisi dan nyawa nya di rumah itu dalam bahaya.
__ADS_1
...Bersambung...