Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
156


__ADS_3

Setelah setengah hari berada di sekolah, akhirnya Aria dan teman-teman pun pulang.


"Sampai jumpa." Aria dan teman-teman nya saling memberi salam setelah itu barulah mereka pulang dengan kendaraan mereka sendiri.


Sebenarnya Bunny dan Gae bersaudara sudah mengajak Aria agar ikut kendaraan mereka, tapi Aria menolak karena dia tidak mau meninggalkan sepeda nya.


Aria mengengkol sepeda nya dengan santai karena dia tidak tahu apa yang sedang menunggu nya.


Saat dalam perjalanan, tiba-tiba saja Aria teringat akan toko kue nya Jin Ho, dan dia pun membelok ingin melihat toko itu.


Walaupun tahu kalau Jin Ho tidak akan berada di sana, tapi Aria hanya ingin melihat dan mengingat kenangan mereka bersama.


Beberapa menit kemudian, Aria pun sudah melihat kenampakan toko Jin Ho dari jauh.


Dia terus mengengkol sepeda nya sampai tiba di depan toko Jin Ho.


Toko yang lumayan besar karena sebelum dia pergi, Jin Ho sempat merenovasi toko nya agar bisa memuat banyak pelanggan.


Aria tersenyum tipis kalau mengingat awal pertemuan nya dengan Jin Ho dan Min Ho yang tanpa dia harapkan bisa berteman dekat dengan mereka.


"Aa sudah cukup nostalgia nya, sekarang aku harus pulang." Aria memutar balik sepeda nya dan hendak pulang, tapi tiba-tiba sebuah suara dari dalam toko memanggil nama nya.


"Aria." Panggil seseorang dari toko.


Aria pun berpaling melihat ke arah sumber suara dan betapa terkejut nya dia saat melihat siapa yang memanggil nya.

__ADS_1


"Jin Ho."


Aria melihat Jin Ho sekarang dengan rasa tidak percaya.


"Iya ini aku Jin Ho. Apa yang kau lakukan disana tanpa masuk." Ucap Jin Ho dengan wajah yang berseri senang.


Aria akhirnya kembali dan memakirkan sepeda nya.


"Aku hanya sekedar melihat-lihat saja." Elak Aria tidak ingin Jin Ho tahu apa maksud sebenarnya dia kesini.


"Kalau begitu masuk lah, aku merindukan mu, Aria." Ucap Jin Ho tanpa sadar dan membuat Aria tertawa dengan paksa.


"Haha... iya."


"Hmm? Kau tidak merindukan ku, Aria." Tanya Jin Ho dengan wajah yang murung.


Aria tidak mau pertemuam setelah sekian lama nya berubah sedih dan dia jujur merindukan Jin Ho beserta yang lain.


"Bagaimana kalau kau masuk dulu, kita berbincang-bincang sambil meminum segelas chocolat." Tawar Jin Ho tidak mau Aria pergi dulu.


"Mm, tapi.... " Aria sempat berpikir lebih dahulu sebelum mengiyakan tawaran Jin Ho.


Tidak ada tugas, tidak ada tamu... Karena kemarin aku hanya belajar, jadi aku terima saja sekalian merelaksasikan diri.


"Baiklah." Aria menerima tawaran Jin Ho dan masuk ke toko nya.

__ADS_1


Dia melihat sudah ada beberapa orang yang membantu Jin Ho dalam melayani pelanggan.


"Seperti nya kau cukup sukses, ya." Kagum Aria. "Benarkah." Tanya Jin Ho.


"Hmm...."


Jin Ho membawa Aria duduk di salah satu meja kosong dan meminta pegawai nya untuk membawakan minuman dan cake kesukaan Aria.


"Pfft... bagaimana bisa kau masih mengingat nya." Tanya Aria saat melihat menu sudah ada di depan mata nya.


"Jika itut menyangkut dirimu, aku tidak bisa melupakan nya." Ucap Jin Ho dengan perasaan senang.


Perbincangan kedua nya berlanjut dengan lancar, Aria bertanya kenapa Jin Ho bisa ada di Korea ini dan hal-hal lainnya sampai dia bertahan di toko itu hingga larut sore.




Disisi lain, seseorang yang masih dengan setia nya menunggu kedatangan Aria, biarpun badan nya sudah pegal karena terlalu lama di dalam mobil.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2