
{Perusahaan H'o Grup}
"Dimana dia." Ucap Tuan Ho di ruang kerja nya yang besar dengan warna dominan coklat putih.
Selama beberapa menit tadi Tuan Ho menghubungi istri nya, tapi tidak di angkat juga Beliau khawatir terjadi sesuatu kepada istri nya maka dari itu dia memutuskan pulang sebentar untuk mengecek keadaan.
Di dalam perjalanan beliau terus khawatir, karena tidak ada yang menerima panggilan nya, bahkan para pelayan juga sepertinya meninggalkan ponsel mereka sehingga membuat Tuan Ho kesal.
Beliau meminta si supir menambah kecepatan mobil. Dan setelah beberapa saat, Tuan Ho sampai di rumah nya dan langsung keluar dari mobil tanpa menunggu pintu mobil di bukakan.
Dan saat memasuki halaman rumah, beliau tidak melihat seorang pelayan pun di situ.
"Kemana semua orang." Keluh Tuan Ho dengan suara tegas nya.
Beliau memasuki rumah dengan tergesa-gesa memeriksa kamar, ruang tamu, dapur, dan ruang lain nya. Namun, tempat terakhir yang belum di cari yaitu taman dimana dia tahu istri nya selalu disana saat pagi hari.
Saat Tuan Ho ingin memanggil istri nya, tiba-tiba terdengar hal yang tidak mengenakan.
"Apa." Gumam Tuan Ho dengan ekspresi yang menakutkan.
Memangnya selama ini apa yang dia lakukan pada Min Ho. Aku..Ayah seperti apa aku ini yang tidak tahu penderitaan anak nya.
"Nah bagaimana? Apa cerita itu membuat mu semangat, aku bahkan kehilangan harga diri saat mencoba mendekati anak itu, memang apa masalah nya jika sesuatu yang sudah mulai hancur di hancurkan sekalian."
"Oh.. jadi begitu." Ucap Tuan Ho dan menampakkan diri di depan istri nya dan Sohyu.
__ADS_1
Sohyu melihat ayah dari Min Ho itu dengan pucat pasi dan dia sangat ingin melarikan diri sekarang juga, tapi saat melihat tatapan tajam dari Tuan Ho dia pun terdiam dan menunduk kuat.
Mati aku..mati....
"Ah, sayang. Kenapa kau pulang, apa ada yang ketinggalan. Kenapa kau tidak menghubungi ku." Tanya Nyonya Ho secara beruntun dan saat dia ingin menyentuh lengan suami nya, Tuan Ho dengan cepat menampik tangan itu.
"Akh." Rintih Nyonya Ho sambil memegang tangan nya yang memerah.
Melihat hal itu, Sohyu makin gemetaran dan tidak berani mengangkat wajah sampai lehernya sakit.
"Kau." Panggil Tuan Ho dengan suara dingin.
Walaupun enggan untuk merespon panggilan ayah dari Min Ho itu, mau tidak mau Sohyu merespon dengan menengadahkan kepala nya.
"Apa yang kau lakukan terhadap anak ku." Tanya Tuan Ho membuat Sohyu gelagapan. Dia beberapa kali mencoba melirik apa yang di lakukan Nyonya Ho sekarang, tapi yang dia lihat sepertinya wanita itu sebentar lagi akan pingsan karena wajah nya yang sudah pucat pasi.
Dan karena kaget Sohyu menceritakan semua nya dengan isakan yang tanpa henti.
Tuan Ho mendengar dengan seksama tanpa menginterupsi dan beberapa kali dia melihat ke arah istri nya dengan perasaan geram yang tertahan.
Lalu tidak berselang lama, Sohyu selesai bercerita.
"Kau...aku minta kau pergi sekarang. Cepat!." Perintah Tuan Ho pada Sohyu dan tanpa berkata lagi Sohyu menuruti karena yang dia lihat wajah Tuan Ho sudah memerah menahan amarah.
Setelah kepergian Sohyu, kini tinggal hanya Tuan Ho dan istri nya yang sudah terduduk tidak bisa menahan lemas karena ketakutan akan suami nya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau melakukan itu pada anak mu sendiri." Tanya Tuan Ho dengan nada pelan menahan amarah, dan tidak berbalik dari posisi nya.
"Aku tanya kenapa kau melakukan itu pada anak mu!!!!!." Teriak Tuan Ho.
"S..sa..sayang, itu....." Nyonya Ho tidak bisa mengontrol ketakutan nya akan suami nya sekarang.
"Apa..? Apa karena dia bukan anak kandung mu jadi kau bisa semena-mena dengan anak itu, Haaa!! Jawab!!." Tuan Ho berhasil mengintimidasi sehingga membuat Nyonya Ho tidak dapat berkata-kata lagi.
"Apa kau tahu, kau sudah menyakiti hati ku. Aku mencintaimu dan aku berharap kau bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita. Dan apa kau tahu, aku juga salah selama ini karena telah mengabaikan anak itu. Kita berdua memang orang tua yang tidak tahu malu..."
Tuan Ho terduduk di sofa nya sambil mengusap muka nya secara kasar.
"Tapi apa semua ini...kau bahkan melakukan hal yang sangat buruk bahkan untuk di terima anak sekecil itu, dia..dia tidak bilang apa-apa pada ku karena dia menganggap aku tidak akan peduli karena aku MENCINTAI MU DAN LEBIH PERCAYA PADA MU..."
Tangisan Nyonya Ho semakin menjadi karena mendengar suara bergetar suami nya, dan dia berpikir apa yang telah dia lakukan selama ini memang salah besar, dia telah menyia-nyiakan kepercayaan suami nya dan cinta yang diberikan suami nya dengan sepenuh hati.
"Sa..sayang, aku mohon berikan aku kesempatan sekali lagi, ya.." Mohon Nyonya sambil memegang lutut suami nya dengan tangan yang bergetar.
Tuan Ho langsung berdiri dan meninggalkan istrinya dengan isakan dan ratapan penuh penyesalan.
Namun, saat ingin keluar ruangan itu beliau berhenti sebentar.
"Besok...kau akan terima surat dari ku, tanda tangani itu dan segera pergi dari rumah ini. Aku..tidak ingin melihat mu lagi." Ucap Tuan Ho dan berlalu pergi meninggalkan tatapan kosong istrinya saat dia mengerti apa maksud surat dari suami nya itu.
"Tidak..tidak..tidak..tidaaaaakkkk." Histeris Nyonya Ho sambil mengacak-acak rambut nya dan kondisi nya saat ini sangat kacau.
__ADS_1
...Bersambung...