
Aria menarik foto itu dan melihat dengan seksama foto yang kata nya itu dia.
Pfftt ini aku...
Aria berusaha agar tidak tertawa, wajah nya yang tenang berhasil menyembunyikan nya.
Aria melihat Nyonya Ho dengan tajam.
Apa masalah wanita ini terhadap ku.
Aku tidak masalah jika menyangkut hal waktu itu sampai dia menamparku di depan orang-orang, tapi sekarang bukannya berlebihan dia bahkan sampai mengedit foto ini agar terlihat seperti ku.
Aria menghembuskan napas panjang dan meletakkan kembali foto itu ke meja.
"Sekarang saya sudah punya bukti kalau kau ini melakukan operas...."
"Direktur... sebenarnya apa masalah anda dengan saya."
Tanya Aria memotong perkataan Nyonya Ho.
"Apa." Nyonya mendelik mendengar apa yang Aria katakan.
Dia masih tidak menyangka jika Aria masih punya ide untuk menyangkal.
Para guru melihat kedua orang itu dengan tatapan gelisah. Karena khawatir mereka melihat Min Ho jika saja dia ikut resah dengan situasi saat ini.
Tapi nyata nya dia dudul bersandar di kursi dengan tangan yang disilang ke dada. Dari ekspresi nya bisa di ketahui kalau dia sama sekali tidak tertarik dengan masalah sekarang.
Memangnya apa yang dipermasalahkan disini, operasi plastik?. Bahkan direktur ini terus berbicara omong kosong.
__ADS_1
Dan para guru lebih terkejut lagi melihat senyum remeh Min Ho ditunjukkan pada ibunya.
Mereka tidak tahu saja kalau hubungan kedua orang itu tidak layak di sebut orang tua dan anak.
Heh... apa dia bermain-main.
Min Ho mengambil foto yang tadi Aria letakkan, dia melihat nya dengan fokus dan mendapati kejanggalan dalam foto itu.
Min Ho pun menyerahkan foto itu ke guru nya.
"Apa anda mau terus begini." Tanya Min Ho datar pada ibunya.
"Apa maksud mu, Min Ho." Nyonya Ho menggertakan gigi nya dengan amarah yang tertahan.
"Bagaimanapun semua ini terdapat kejanggalan, mulai dari foto Aria yang dulu bahkan sekarang, kedatangan anda kesini, dan foto yang barusan itu. Gerakan nya terlalu mudah di baca." Ucap Min Ho, dengan nada yakin dia berhasil menciutkan keberanian Nyonya Ho.
"Apa maksud mu, kedatangan ku kesini semata karena adanya festival. Bukannya ini acara yang harus direktur sekolah hadiri." Nyonya Ho masih berusaha untuk mengelak.
Rupanya manusia bisa berubah." Min Ho mengangguk-anggukan kepalanya.
Perselisihan seperti baru saja di mulai, para guru yang melihat perdebatan ibu dan anak itu tidak tahu harus bagaimana, sampai saat mereka melihat foto yang Min Ho serahkan, memang jika hanya di lihat sekilas saja tidak akan terlihat, tapi beda jika di lihat dengn fokus maka akan terlihat kejanggalan nya.
"Maaf direktur, jika saya lancang apa bolej saya bertanya bagaimana anda bisa mendapatkan foto ini." Tanya salah satu guru.
"Dan seperti nya foto ini bersumber dari orang yang sama dan juga... ini ada hubungan nya dengan direktur." Ucap guru tersebut dengan akhir kalimatnya hanya di gumamkan, tapi masih bisa didengar oleh orang didekatnya.
"Jika anda punya masalah dengan Aria, lebih baik katakan saja." Pinta Min Ho.
"Foto ini jelas di edit, dan anda jika ingin menipu orang maka carilah orang yang berbakat dalam mengedit." Lanjut Min Ho.
__ADS_1
Nyonya Ho terdiam seribu bahasa, sekarang dia tidak punya apa-apa untuk di bicarakan karena malunya dia langsung pergi begitu saja tanpa memberikan satu dua patah kata.
Setelah kepergian Nyonya Ho, para guru bernapas lega.
"Haaah, serasa mau mati. Kenapa tidak ada oksigen yang masuk tadi ya. Tapi saya masih bingung kenapa direktur sebenci itu dengan Aria."
Para guru pun melihat ke arah Min Ho dan Aria. Min Ho yang sedang sibuk mengambil kembali foto milik nya, sementara Aria menjatuhkann kepala nya untuk beristirahat.
"Aria." Panggil salah satu guru.
"Ya."
"Apa kau ada berbuat salah pada direktur."
Tanya guru ragu-ragu.
Karena merasa tidak ada, Aria menggelengkan kepala nya.
"Tidak."
Para guru pun hanya bisa mengangguk, akhirnya mereka menyuruh Aria dan Min Ho meninggalkan ruang konseling.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!