
"Hei..aku mau ke toilet sebentar, ya." Ucap Aria pada teman-teman baru nya itu.
"Baiklah cepat kembali ya."
Aria mengangguk dan saat sudah melangkah menjauh dari kantin Aria tersadar sesuatu.
Hahahaha... aku kan tidak tahu toilet nya dimana.. T_T
Aria melihat sekeliling tempat itu terlalu luas, karena dia belum di ajak berkeliling jadi nya tidak tahu letak semua ruangan yang ada di sekolah itu.
Dengan terpaksa Aria meneruskan jalan nya walaupun tidak tahu, dia tidak ingin kembali lahi karena rasanya kepala nya mau pecah gara-gara ocehan tiada henti.
Aria terus mendatangi segala pintu dan belokan yang di kira toilet.
Sampai beberapa menit berlalu Aria mencari, akhirnya dia benar-benar tersesat.
Arrrgh aku capek. Apa disini hutan kenapa jalan nya sama semua.. hikss
Sekarang aku harus kemana, berapa belokan tadi yang aku lewati.
Aria menelusuri kembali jejak yang telah ia lewati, beberapa belokan, lorong yang sama dan pintu yang sama, yang jadi pembeda ialah tanda nama ruang.
Kaki kuuu....
Aria beberapa kali memukul kaki nya dan kembali melangkah, sampai dia memilih berhenti.
"Akh sudah lah, kalau aku terus berjalan tanpa arah bisa-bisa nanti semakin jauh dari kelas". Aria duduk dengan menghela napas panjang, dia melihat keluar dari dinding kaca, di bawah nya ada taman kecil.
"Kirimkan seseorang untuk ku." Keluh Aria sambil mengetuk-ngetuk dinding kaca dengan jari nya.
Sesaat kemudian seperti harapan yang di kabuli, kedatangan seseorang membuyarkan kegelisahan Aria.
"Sedang apa kau disini." Tanya seseorang berada di belakang Aria.
"Ah, tolong ak... eh."
__ADS_1
Aria terkejut saat melihat ke belakang dan mengetahui siapa itu. Dan orang tersebut pun ikut terkejut.
"Waah siapa ini Aria." Ucap Kim Jaejun sambil tertawa kecil.
"Kau... kenapa kau bisa ada disini." Tanya Aria cepat dan beranjak dari duduk nya.
"Semestinya aku yang bertanya itu, kenapa kau bisa berada disini."
"Oh, aku sekolah disini." Ucap Aria.
"Kau pindah." Tanya Jaejun.
Dan Aria mengangguk.
"Bagaimana bisa pindah di tahun terakhir. Apa karena "orang" itu." Gumam Jaejun yang masih bisa di dengar Aria.
"Orang itu." Tanya Aria.
"Aah bukan apa-apa, tapi kenapa kau disini kenapa tidak masuk kelas." Tanya Jaejun mengalihkan topik dan sayang nya berhasil.
"Aku... tersesat." Ucap Aria menahan malu.
"Seona." Tanya Aria bingung.
"Siapa itu." Lanjut Aria.
"...bukan siapa-siapa. Ayo aku akan mengantar mu ke kelas. Kau kelas berapa." Jaejun lagi-lagi mengubah topik.
"3-A." Jawab Aria dengan nada rendah.
"Baiklah ayo." Jaejun melangkah mendahului Aria dan Aria mengikuti nya.
Apa itu tadi... Dua kali dia mengalihkan topik...
"Aku tidak menyangka kau bisa langsung masuk ke tingkatan utama." Ucap Jaejun di sela-sela langkah nya.
__ADS_1
"Tingkatan utama."
"Iya. Sekolah ini FuToDra adalah sekolah yang di khususkan untuk bidang drama atau akting, dalam sekolah ini terbagi dalam beberapa tingkatan D bagi siswa yang tidak tahu dasar-dasar dalam bidang akting, C bagi siswa yang hanya mengetahui dasar dari akting, B bagi siswa yang sudah mulai bisa memasukkan ekspresi dan emosi nya dalam setiap test uji, dan terakhir A berisi siswa yang benar-benar hampir setingkat dengan para artis di luar sana, pemasukan emosi, gerak-gerik, pengaturan napas, cara improvisasi yang luar biasa dan satu hal lagi kelas A ini di dominasi oleh anak konglomerat, memang ada anak kasta menengah tapi itu sangat jarang ada."
"Oh.. tidak terasa sudah sampai."
"Aria." Panggil Jaejun.
"Ah, iya terima kasih." Aria sangat fokus mendengar apa yang Jaejun sampaikan barusan.
"Lakukan lah yang terbaik, kau pantas mendapatkan kelas yang bagus karena inilah dirimu. Sampai jumpa." Sebelum jaejun pergi, dia tidak bisa menahan pergerakan tangan nya yang mengelus kepala Aria.
"Hm...."
"Daah."
Aria hanya terdiam saat melihat punggung Jaejun mulai menjauh dan lamunan nya buyar saat teman baru nya mengagetkan nya.
"Ariaaa. Kau dari mana saja kami cari di toilet tapi kau tidak ada disana."
"Uh.. itu aku tersesat haha."
"Hmm.. lain kali kami akan mengikuti mu kemanapun kau pergi. Oh ya, tadi itu siapa."
"...bukan siapa-siapa."
"Begitu, ya sudah ayo duduk di kursi mu sebentar lagi guru datang."
"Iya."
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!