
"Aku di bawa ke rumah sakit beserta yang lain, tapi...."
{ Flashback }
Para dokter ribut kesana kemari untuk mengobati Jaejun dan yang lain. Terutama ibu nya yang sekarang dalam kondisi kritis dan belum stabil, kehilangan banyak darah serta kuat nya benturan di kepala nya membuat beliau keadaan beliau susah untuk di atasi.
Sementara Jaejun dan tuan Chan Ho sekarang sudah tertangani dengan baik, tapi seperti nya tidak ada Seona disini.
Setelah beberapa saat kemudian, dengan kepala dan luka yang terus berdenyut Jaejun berusaha membuka mata nya.
"Ibu... Seona.... " Panggil lirih Jaejun.
Disana terdapat perawat yang sedang memeriksa infus Jaejun, dan melihat pasien nya bangun dia pun langsung memberitahukan nya pada dokter.
Tak berselang lama, dokter datang dan memeriksa kembali keadaan Jaejun, tapi seperti nya Jaejun tidak peduli dengan diri sendiri karena sedari bangun dia hanya terus memanggil ibu nya dan Seona.
"Ibu... ibuku dimana adik ku juga."
Karena Jaejun terus mendesak untuk melihat ibu nya, dokter pun meminta perawat untuk mengantar Jaejun ke tempat dimana ibu nya berada dengan menggunakan kursi roda.
Di dalam hati nya Jaejun berdoa agar semua nya baik-baik saja, tapi nyata nya....
"Siapa itu." Tanya Jaejun saat melihat seseorang yang sudah ditutupi kain putih dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Aku mau ibu ku kenapa kau membawa ku kesini." Gerutu Jaejun.
__ADS_1
Dokter nya masih berada di kamar itu pun dengan perlahan membuka kain yang menutup wajah orang itu dan betapa terkejut nya Jaejun saat tahu siapa itu.
"Apa... ini ibu ku." Tanya Jaejun melihat ke arah dokter.
"Maaf, nak. Kami sudah berusaha sekuat mungkin tapi cidera yang di alami ibu mu terlalu parah sehingga tidak ada kesempatan bagi kami untuk mengobati nya." Jelas dokter yang menangani ibu Jaejun.
Jaejun hanya terdiam mendengar penjelasan dokter, sampai beberapa saat....
"Hah... ahaahha anda bercanda, itu bukan ibu ku, bukan...itu bukan...." Jaejun mencengkeram kuat rambut nya sambil terus menitikkan air mata.
Jaejun memajukan kursi roda nya dan memegang tangan ibu nya yang sudah mulai dingin dan putih.
"Ibu... Ibu ini Jaejun, ibu bangun...ibu cuma bercanda kan, ibu tidak mungkin meninggalkan Seona dan aku, ibu bangun." Dengan terus berlinang air mata Jaejun berusaha keras membangunkan ibu nya dari tidur abadi nya itu, tapi sekeras apapun usaha nya ibu nya tidak akan bangun.
"Aku harus melihat Seona, dimana kamar Seona adik ku." Tanya Jaejun histeris.
Mendengar nama itu dokter dan perawat kebingungan.
"Apa yang kalian lakukan cepat tunjukkan dimana kamar adik ku."
Karena benar-benar bingung adik mana yang di maksud Jaejun dokter pun bertanya.
"Kau punya adik?, tapi yang di bawa tadi hanya kau, ibu mu dan seorang pria, tidak ada gadis kecil bersama kalian." Jelas dokter dengan wajah kebingungan.
Mendengar itu, Jantung Jaejun langsung berdetak kencang.
__ADS_1
"Apa maksud mu, adik ku juga korban kecelakaan, aku bahkan memegang tangan nya saat kami terjatuh." Sambil berteriak histeris, tapi juga gelisah.
Dokter kembali menghubungi polisi yang bertugas membawa keluarga kecelakaan mobil tadi ke rumah sakit, dan tak menunggu lama datanglah beberapa orang dari kepolisian.
"Maaf, saya hanya ingin bertanya saat kalian menyelamatkan korban kecelakaan tadi, apa kalian juga menyelamatkan gadis kecil." Tanya dokter pada anggota polisi.
"Tidak...tidak ada gadis kecil di mobil kecuali mereka bertiga, apa ada korban lain." Tanya polisi dan Jaejun dengan cepat menjawab.
"Adikku, adik ku Seona dia juga korban, tapi dia tidak ada disini, aku mohon kalian untuk mencari nya, aku mohon."
Mendengar permintaan Jaejun, polisi cepat bergerak dan menelusuri jejak dengan menyelam di sungai yang dalam dan dingin.
{ Flashback end }
"Tapi hasil nya nihil, mereka tidak menemukan Seona bahkan pakaian nya saja tidak mereka dapat, dan mulai sejak itu Seona di anggap sudah meninggal. Aku kehilangan dua orang yang aku sayangi sekaligus, dan mulai saat itu juga aku putus hubungan dengan tuan Chan Ho."
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1