Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
44


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah yang dominan nya berwarna abu-abu terdapat seseorang yang yang sedang duduk santai di taman pribadi nya.


Wanita yang menyembunyikan usia tua nya lewat wajah cantik nya. Dia adala ibunya Jin Ho sekaligus ibu tiri nya Min Ho.


"Nyonya." Seorang bawahan membawakan sepucuk surat dan mengantarkan nya pada beliau.


Beliau membaca nya dengan teliti apa-apa saja yang di jelaskan dalam surat itu.


"Apa ini ide dia lagi." Tanya Nyonya Ho.


"Iya." Jawab bawahan itu dengan cepat.


Nyonya Ho terdiam sejenak sambil melihat ke atas dimana hanya langit biru yang terlihat.


"Tumben sekali, biasanya dia tidak suka acara berkumpul seperti ini. Apa kau tidak melihat yang aneh-aneh pada nya atau orang yang berada di sekitar nya." Tanya Nyonya Ho bertubi-tubi.


Beliau telah mempekerjakan seseorang untuk melihat gerak-gerik Jin Ho dan Min Ho atau lebih tepat nya hanya fokus ke Min Ho, dengan siapa dia berinteraksi saat di sekolah ataupun luar sekolah, apa-apa saja yang dia lakukan, bahkan Nyonya Ho memaksa agar Min Ho menjadi ketua osis dia berdalih bahwa jika Min Ho menjadi ketua osis maka orang-orang akan menghormati dan memandang tinggi keluarga Ho padahal tujuan sebenarnya hanyalah supaya pengawasan nya lebih mudah karena Min Ho termasuk karakter yang menonjol di sekolah nya.


"Tidak ada yang aneh nyonya, hanya saja akhir-akhir ini tuan muda dekat dengan seorang gadis." Jelas bawahan tersebut.


Mendengar bawahan nya menyebutkan seorang gadis, telinga Nyonya Ho langsung berdiri.

__ADS_1


"Gadis." Tanya ulang Nyonya Ho.


"Iya."


"Selidiki gadis itu dan awasi juga pergerakan nya. Aku harus memilah orang-orang yang dekat dengan anak kesayangan ku. Bukan begitu." Ucap Nyonya Ho diselingi tawa kecil.


"Betul Nyonya." Bawahan tersebut mengangguk.


Bukannya dia tidak tahan jika berdekatan dengan perempuan, bagaimana bisa sekarang dia bahkan dekat dengan seorang gadis. Ini tidak boleh di biarkan.


Dengan jari-jari yang terkepal erat dan ekspresi wajah yang nampak kesal, Nyonya Ho sembunyikan dari bawahan nya.


Dan saat bawahan itu ingin kembali menyampaikan sesuatu, tiba-tiba saja ada orang yang memanggil majikan nya itu.


Nyonya Ho berbalik dan wajah kesal nya hilang seketika.


"Pergilah." Perintah Nyonya Ho sambil berbicara pelan.


Bawahan itu pun menunduk hormat pada dua majikan nya dan pergi.


"Kau menyuruh nya apa." Tanya Tuan Ho sambil memberikan kecupan hangat di pipi istri nya itu.

__ADS_1


"Bukan apa-apa." Ucap Nyonya Ho dengan senyum dan memeluk suami tercinta nya itu.


"Oh ya ini." Nyonya Ho menyerahkan sepucuk surat tadi pada Tuan Ho.


Tuan Ho menerima dan membaca dengan teliti surat itu.


"Setujui saja ya, semoga dia lama kelamaan bisa membaur dengan orang lain." Bujuk Nyonya Ho dengan senyum iblis nya berhasil memperdayai Tuan Ho.


"Baiklah jika itu maumu, kau memang baik." Tuan Ho menandatangani surat persetujuan untuk liburan musim panas yang akan sekolah adakan.


"Terima kasih sayang." Ucap Nyonya Ho sambil bergelayut manja.


"Haha sama-sama, tapi sikap manja mu ini tidak pernah berubah ya." Tuan Ho tertawa kecil dan memeluk erat istri nya itu.


"Hmm tidak akan."


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2