
Sementara~~~~
"Besok... besok malam... bagaimana ini, aku belum siap." Ucap Aria dengan kalap.
Dia terus gelisah jika memikirkan hal yang akan dia alami besok.
"Aah iya aku lupa memberitahu paman kalau aku akan undang beberapa teman."
Aria mengambil ponsel nya dan membuka aplikasi MiuTalk.
"Paman, mm maaf kalau Seona mengganggu waktu nya, untuk pesta nya besok apa aku boleh membawa beberapa teman."
Percakapan nya pertama di awali dengan pertanyaan meminta kalau dia ingin membawa teman-temannya, dan tanpa menunggu lama Aria mendapat balasannya.
"Tentu saja boleh, nak... Seona boleh membawa teman sebanyak-banyaknya paman tidak keberatan :)."
"Wow... respon cepat dan jawaban yang memuaskan, tentu saja aku kira paman orang yang kaku tapi dia bisa juga membuat emotion seperti ini." Ucap Aria sambil tertawa kecil melihat balasan paman nya barusan.
"Terima kasih, paman. Sangat, sangaat berterima kasih.
Sampai jumpa besok malam, paman."
Karena di izinkan membawa teman perasaan Aria pun menjadi tenang dan gelisah nya berkurang...
Sementara~~~
__ADS_1
"Oh... lihat ayah tersenyum." Ucap Jin Ho saat tak sengaja melihat ayah nya tersenyum kecil saat melihat layar di ponsel nya dan itupun hanya sebentar setelah itu beliau kembali menyelesaikan pekerjaannya.
"Tidak pernah aku lihat ayah tersenyum lembut seperti itu, bahkan pada ibu pun tidak." Lanjut Jin Ho.
Sementara Min Ho hanya diam, dia juga melihat apa yang adik nya itu lihat.
Orang seperti apa yang bisa membuat ayah seperti itu...
Siapa yang di hubungi ayah. Min Ho.
Di lain sisi...
Ting tong... ting tong...
Bel pintu apartemen Aria terus berbunyi sampai-sampai tetangga apartemen nya merasa kesal.
Beberapa orang itu hanya melihat dengan diam tanpa bicara, dan sesaat kemudian mereka kembali memencet bel dengan santai nya seperti tidak mendapat omelan.
"Astaga kalian...." Orang itu kembali kesal saat orang yang dia nasehati sama sekali tidak menghiraukan, jika Aria tidak segera membuka pintu entah apa yang akan terjadi.
Dan dari dalam, nampak Aria tergesa-gesa membukakan pintu nya.
Dengan wajah yang masih bercucuran air Aria terlihat kacau.
"Maaf maaaf, bu saya akan memarahi mereka karena sudah membuat kegaduhan." Ucap Aria sambil beberapa kali membungkuk hormat pada tetangga nya.
__ADS_1
"Hmpp, kalian selamat jika Aria belum muncul juga maka kalian.... " Tetangga itu memberikan sebuah kode berupa jari telunjuk yang di arahkan melintang pada leher.
Tetangga itu pun masuk dan sementara Aria dia melihat beberapa orang di depannya dengn tatapan penuh tanda tanya.
"Siapa kalian." Tanya Aria.
"Kami dari xx butik dan merupakan orang suruhan dari Tuan Seong Chan Ho untuk mengukur pakaian anda." Ucap salah satu dari orang xx butik, mungkin dia ketua dari orang-orang ini.
"Eeh maaf tadi anda bilang mengukur?." Tanya Aria bingung.
"Iya... dan jika anda tidak keberatan apa kami boleh masuk, kaki kami sudah pegal." Lanjut Ketua Xx Butik
"Aa maaf haha saya keterlaluan, kalau begitu silakan masuk dan maaf lagi jika tempat saya membuat anda semua tidak nyaman." Ucap Aria dengan segala keramah tamahan nya.
Dia mempersilakan orang-orang itu untuk duduk di sofa sementara dia sendiri langsung pergi ke dapur untuk menghidangakn minuman dan cemilan kecil.
Orang dari Xx Butik merasa aneh pada Aria, seperti pekerjaan pelayan padahal dia seorang Nona, tapi itu wajar bagi mereka karena selama bekerja di Xx Butik mereka hanya melayani kelas konglomerat ataupun bangsawan sehingga jarang melihat kejadian seperti ini.
"Nona yang baik." Gumam Ketua Xx Butik.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!