
Melihat kursi yang berjejeran Aria tahu kalau itu untuk mereka, dan tanpa di beritahu pun mereka duduk di kursi itu.
Sesaat setelah mereka duduk, penonton kembali berteriak saat melihat pemainnya masuk.
"Wahh apa itu Ketua Osis." Penonton riuh karena melihat sosok yang mereka ketahi berpenampilan asing.
"Iya itu Ketua... Waahhhh tampan sekali."
Mendengar nya, Aria pun ikut mencari sosok Min Ho.
Menggunakan pakaian basket dengan rambut yang di turunkan, dan...tidak pakai kacamata.
"Waahh."
Teman se tim Aria yang melihat bagaimana reaksi Aria pun tergelak.
"Tutup mulut mu itu, nanti lalat masuk." Canda teman se tim Aria.
Aria yang mendengar dan tersadar akan sikap bodoh nya pun merasa malu.
Dengan sigap dia pun merapikan diri.
Walaupun begitu pandangan Aria masih belum lepas dari Min Ho.
"Hooii jangan melihat begitu, Ketua bisa-bisa lari nanti." Gelak lagi. Benar saat ini orang yang enak sebagai bahan candaan memang Aria.
Setelah Min Ho masuk beserta tim nya, kini masuk lah tim lawan.
Sorak pendukung tim lawan bukan main-main, sehingga terasa sangat bising karena mereka di dalam ruangan.
"Kira-kira kita bisa lebih baik tidak dari mereka." Tanya Aria pada tim nya dan menunjuk ke arah tim pendukung lawan.
Mendengar pertanyaan Aria, mereka melihat jauh ke arah seberang.
"Hmmpp pasti, jangan gugup Aria kita juga sudah berlatih jauh-jauh hari." Ucap salah satu teman tim dengan semangat membara terlihat di wajah nya.
__ADS_1
Dan karena perkataan nya itu juga, teman-teman lainnya merasa semangat.
Saat mereka sudah kembali fokus dan tidak menggoda Aria lagi, tiba-tiba Min Ho yang mendekat ke arah mereka.
"?."
Aria menengadah melihat Min Ho yang berdiri di depan nya.
Mungkin saat ini dimanapun Min Ho berada itu seperti magnet yang menarik perhatian, sama hal nya saat ini. Teman tim Aria hanya bisa menahan tawa melihat kedua orang itu. Mungkin saat Min Ho pergi nanti mereka akan kembali menggoda nya.
"Pakaian mu." Ucap Min Ho melihat seragam Aria yang terbuka di bagian perut.
Mendengar perkataan Min Ho, Aria ikut melihat perut nya.
"Kau pikir ini mau, aku juga terpaksa karena ini seragam sekolah." Ucap Aria memberi penjelasan pada Min Ho.
Seperti tidak mendengarkan Min Ho mengambil handuk dari tas nya.
Mungkin saat ini orang-orang tidak bisa berkedip karena Min Ho yang menggunakan handuk nya untuk menutupi bagian tubuh Aria yang terbuka.
"Waaaaaaawwwww."
Suara mereka menggema menimbulkan kebisingan. Dan sumber kebisingan mereka ini adalah melihat sepasang kekasih yang saling perhatian tanpa tahu tempat.
Aria merasa kalap, dan segera dia meminta Min Ho agar pergi ke lapangan karena wasit sudah memanggil.
"Sudah tidak apa-apa, kau pergi sana." Pinta Aria.
Tanpa berbicara lagi Min Ho meninggalkan Aria yang pasti nya sekarang akan di terpa candaan lagi.
Aaah dia itu terlalu menghayati peran nya...
"Hooo... A~ria~." Panggil teman tim nya.
"Sst sudah, kita harus fokus." Ucap salah satu orang dalam tim.
__ADS_1
Kembali konsentrasi ke permainan, Min Ho yang sebagai kapten sekarang sedang berhadapan dengan kapten tim lawan.
"Apa itu tadi pacar mu." Tanya kapten tim lawan yang bernama Kim Jaejun.
Mendengar pertanyaan itu, Min Ho merasa orang ini punya maksud tidak baik.
"Kenapa." Tanya Min Ho datar.
Jaejun melihat ke arah dimana Aria berada.
Rambut yang di kuncir dua rendah dan wajah polos nya.
Lucu.
Min Ho melihat orang itu tersenyum saat melihat Aria.
"Jangan sembarangan tersenyum pada kekasih orang." Ucap Min Ho menepuk lengan Jaejun.
Jaejun merasa merinding, walaupun Min Ho tersenyum tapi itu bukan keramahan melainkan ancaman.
Sebelum Jaejun sempat menanggapi Min Ho lagi, wasit pun berbicara.
"Baiklah, sudah siap." Tanya wasit, dan Min Ho mengangguk.
"Begitu peluit di bunyikan maka permainan di mulai"
Priiiitt....
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung!!!