
Selama kurang lebih satu jam Min Ho dan Aria berada di toko dessert Jin Ho, akhirnya mereka keluar dari tempat itu dan pergi ke tempat lain.
"Terima kasih, Jin Ho atas traktiran nya." Ucap Aria sambil tersenyum.
"Iyaa...." Jin Ho melambaikan tangan saat Min Ho mulai mengayuh sepeda nya menjauh dari toko.
Dia kembali membuka toko karena masih siang, tapi pembicaraan mereka tadi sama sekali tidak berbobot.
"Haaa... ada-ada saja penyakit kakak." Jin Ho menghela napas panjang dan masuk ke toko nya.
{Flashback}
"Lalu, kenapa kau tidak bisa memakan makanan manis, apa kau tidak pernah memakan gula atau permen sejak kecil." Tanya Aria dengan wajah polos.
Dan untuk pertanyaan ini Min Ho mengangguk.
"Sesuatu yang terbuat dari mengandung itu menjijikan." Ucap Min Ho membuat Aria tersedak.
"Hah...."
"Menji... menjijikan?." Ucap Aria dengan nada tak percaya.
Gula itu manis, dari segi mana nya yang menjijikan.
"Karena gula menyebabkan diabetes. Gula juga menjadi penyebab orang obesitas." Ucap Min Ho dengan nada serius nya, dan tebak suasana saat ini.
Krikk krikk...
Waah orang ini. Dengan wajah serius seperti itu dia....
"Kau serius hanya itu alasan mu tidak mau makanan manis." Tanya Aria meyakinkan.
"Tentu saja, menurut mu alasan apa yang aku punya."
__ADS_1
Mendengar itu, Aria melihat ke arah Jin Ho yang merespon nya dengan angkatan bahu.
Aria menghela napas panjang dan membahas hal lain. Terserah apa yang ada di otak Min Ho tentang ini, Aria tidak peduli.
"Hmm sudah lah, Jin Ho kami pamit ya, maaf kalau kedatangan kami mengganggu mu." Ucap Aria yang beranjak dari kursi nya di susul oleh Min Ho.
"Sama sekali tidak mengganggu, jika bisa lain kali kau bisa kesini lagi, tanpa kakak." Dan dua kata terakhir Jin Ho bisikkan kepada Aria sehingga Min Ho tidak mendengar, tapi karena melihat itu Min Ho langsung menaikan sebelas alisnya.
{Flashback end}
.
"Kita mau kemana sekarang." Tanya Aria.
"...entahlah." Jawab Min Ho.
"Mmm... karena seminggu lagi kau akan mengadakan ujian, bagaimana jika kita bermain sepuasnya."
.
Saat ini Min Ho dan Aria berada di game center salah satu mall yang terdapat di pusat pertokoan Gangnam itu.
"Ayo kesini, kita lihat sampai mana tingkat fokus mu itu." Aria dengan semangat mengajak Min Ho bermain Dance Dance Revolution (DDR).
Sebelum menyetujui akan ikut bermain, Min Ho melihat permainan itu dengan tatapan seperti meneliti.
"Apa yang kau lakukan." Tanya Aria, saat melihat Min Ho yang mengelilingi pijakan permainan itu.
"Apa ini aman." Tanya Min Ho dengan wajah polos.
"Tentu saja aman." Ucap Aria. Tanpa menunggu basa basi Min Ho lagi, Aria memilih jenis lagu yang lumayan membutuhkan fokus.
"Kau duluan." Ucap Aria.
__ADS_1
"Hei kau mengerjai ku, ya lagu itu terlalu cepat, biarkan aku pemanasan dulu." Ucap Min Ho.
"Hmm baiklah." Aria mencari lagi lagu dengan tempo yang rendah.
"Bagaimana ini." Min Ho mendengarkan lagu yang Aria pilih.
Tempo nya tidak terlalu cepat ataupun lambat, ini pas.
"Bagus." Min Ho naik ke pijakan dalam hitungan ke tiga lagu tadi pun kembali berputar.
Aria melihat ke arah Min Ho yang bergerak sesuai arahan dan irama, dia bahkan hampir tidak berkedip karena baru pertama kali melihat Min Ho bisa bergerak selain jalan dan berlari.
Wahh...
Setelah beberapa menit lagu tersebut berakhir dan Min Ho pun berhenti.
"Baik sekarang baru seru. Yang kalah harus menuruti keinginan yang menang." Ucap Min Ho dengan napas yang sedikit terengah.
Aria tersenyum mendengar ajakan Min Ho.
"Hmm baiklah, siapa yang takut." Ucap Aria dengan penuh percaya diri.
Lagu kembali berputar dan Min Ho pun kembali menari.
.
.
.
.
Bersambung!!!
__ADS_1