
"Akhirnya kalian berdua sampai." Ucap tuan Chan Ho dengan wajah yang berseri-seri.
Aria merasa canggung karena orang di depan nya saat ini merupakan direktur sekolah lama nya.
"Ah, mungkin kita tidak perlu perkenalan lagi karena aku sering melihat mu di sekolah X dan kau juga tahu kan siapa aku." Ucap tuan Chan Ho.
"Haha... iya tentu saja saya tahu." Aria terpaksa tertawa sementara Jaejun hanya cengingiran melihat keadaan itu.
"Maaf sebelum nya jika kami melibatkan mu dalam masalah kami, tapi saya yakin kau adalah orang yang kami cari selama ini." Ucap tuan Chan Ho.
"Agar tidak berlama-lama, ayo masuk dokter sudah menyiapkan semua nya." Tuan Chan Ho meminta Aria dan Jaejun masuk ke ruang dokter yang khusus dalam bidang genetika.
Dokter tersebut meminta perawat nya untuk mengambil sedikit darah masing-masing dari Aria dan Jaejun.
Jaejun merasa tenang sementara Aria di dalam hati nya terus merasa gelisah karena jika dia bukan Seona maka kedua orang ini akan kehilangan harapan terdalam mereka.
Seusai pengambilan darah dan apa saja yang di perlukan dalam test DNA, Aria, Jaejun, dan Tuan Chan Ho keluar dari ruangan.
Aria hanya diam, dia tidak tahu mau bicara apa karena merasa canggung apakah dia harus bersikap formal atau biasa saja.
"Test nya mungkin akan memakan waktu lama, jadi mari kita keluar dulu." Usul Tuan Chan Ho.
Aria diam dan melihat ke arah Jaejun yang juga sedang melihat nya.
"Baiklah, ayo Aria." Ucap Jaejun dengan wajah yang tersenyum manis.
Jaejun, Aria, beserta Tuan Chan Ho pergi keluar dari rumah sakit setelah memberitahu dokter nya.
Entah mau pergi kemana Aria hanya mengikuti nya dengan diam.
__ADS_1
Rasa nya asing sekali... bagaimana jika aku bukan Seona dan mereka malah tidak menyukai ku karena aku memberikan harapan palsu pada mereka.
Tapi aku sama sekali tidak mengingat apa-apa. Apa aku ini benar Seona...
"Aria." Panggil Jaejun yang duduk di depan bersama tuan Chan Ho.
"Yaa?."
"Tenanglah, Seona atau tidak nya kau kami tidak akan sedih. Jadi jangan terlalu banyak pikiran. Mengerti." Ucap Jaejun berusaha menenangkan Aria yang gelisah dari tadi.
"Hmm.. haha kau menyadari nya ya. Mmm aku hanya kepikiran jika aku bukan Seona yang kalian cari aku takut itu melukai kalian, jadi...."
"Tidak apa-apa."
"Eehh...."
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu berpikir seperti itu, kami baik-baik saja, jika memang kamu bukan Seona maka kami akan menganggap nya benar-benar sudah meninggal." Jelas tuan Chan Ho yang berada di belakang setir.
Perjalanan di iringi dengan kesunyian sampai mereka tiba di salah satu restoran yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit.
Setelah mobil terparkir rapi, mereka bertiga langsung memasuki restoran tersebut.
Jaejun langsung membawa Aria menuju meja yang kosong, sementara Tuan Chan Ho masih berdiri di pintu karena mendapat panggilan di ponsel tiba-tiba.
Setelah selesai dengan panggilan nya, tuan Chan Ho pun menghampiri dimana Aria dan Jaejun berada.
"Apa kalian sudah pesan." Tanya tuan Chan Ho.
Dan Jaejun menggeleng.
__ADS_1
Tuan Chan Ho memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanan mereka, dan setelah menunggu beberapa menit pesanan mereka pun datang.
"Aria." Panggil Tuan Chan Ho.
"Yaa." Jawab Aria cepat karena dari tadi dia hanya diam.
"Haha... kenapa kamu diam saja, kita berbicara biasa saja, tidak perlu merasa terbebani begitu." Ucap Tuan Chan Ho sambil tertawa kecil.
"Bagaimana bisa Aria langsung bersikap biasa kalau paman melihat nya begitu dan tentu saja karena jabatan paman di sekolah lama nya." Sanggah Jaejun mengerti.
"Begitu, ya.. haha kalau begitu pelan-pelan saja."
Aria tidak tahu mau menanggapi bagaimana, dia hanya tertawa saja melihat sikap lain dari pemilik yayasan sekolah X.
"Ngomong-ngomong siapa yang menelpon paman tadi, seperti nya paman kesal." Tanya Jaejun.
"Kau tahu Min Ho, anak itu sekarang makin aneh saja permintaan nya, tadi saja dia memberitahu paman kalau dia ingin pulang karena ingin bertemu seseorang." Jelas Tuan Chan Ho.
Seolah tahu siapa yang ingin di temui Min Ho, Jaejun melihat ke arah Aria dan menyenggol siku nya.
"Apa." Tanya Aria seperti berbisik.
"Cih... pura-pura tidak tahu." Sindir Jaejun dengan wajah jahil nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung!!!