Dont TOUCH Me

Dont TOUCH Me
146


__ADS_3

Setelah cukup lama bercakap-cakap, Tuan Chan Ho lagi-lagi mendapat sebuah panggilan di ponsel nya, tapi kali ini bukan dari Min Ho melainkan dari dokter yang tadi di minta untuk test DNA.


"Halo. Apa sudah selesai... ah ya baik, terima kasih kami akan segera kesana." Tuan Chan Ho menutup panggilan dan melihat Aria dan Jaejun bergantian.


"Hasil nya sudah keluar, apa kalian sudah siap untuk melihat nya, terutama Jaejun." Tanya Tuan Chan Ho melihat Jaejun dengan wajah penuh antusias.


"Tentu saja, aku siap apapun hasil nya." Ucap Jaejun sambil tersenyum tipis melihat Aria, dia tidak mau Aria jadi kembali gelisah.


"Baiklah, ayo berangkat."


Tuan Chan Ho membayar terlebih dahulu apa yang telah dia pesan, sementara Aria dan Jaejun sudah duluan masuk ke mobil.


Beberapa saat kemudian, Tuan Chan Ho masuk ke mobil dan melajukan mobil nya kembali menuju rumah sakit.


Suasana nya sunyi, tapi di dalam hati dan pikiran mereka hanya terpikir oleh apa hasil test DNA nanti.


Jaejun meremas jari-jari nya sendiri, sementara Tuan Chan Ho terus mengetuk-ngetuk setir mobil, dan Aria hanya terus melihat keluar jendela.


Karena jarak yang tak terlalu jauh akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit dan memakirkan mobil nya dengan cepat.


Dengan penuh antusias mereka bertiga langsung pergi menuju ruang dokter ahli genetik.

__ADS_1


"Ini." Dokter tersebut langsung menyerahkan selembar kertas yang berisi data-data tentang apa yang tadi mereka uji.


Sementara Tuan Chan Ho dengan penuh rasa penasaran dan degup jantung yang tak karuan beliau mengambil dan melihat isi dari test itu.


Jaejun seperti berupaya membaca raut wajah paman nya itu, agar dia tahu apa hasil dari test DNA nya.


"Bagaimana paman." Tanya Jaejun.


Tuan Chan Ho diam dan menyerahkan selembar kertas itu pada Jaejun agar dia sendiri tahu.


Jaejun mengambil kertas itu dan membaca dengan teliti.


"Apa ini benar-benar hasil test nya." Tanya Jaejun pada dokternya.


Sementara Aria merasa aneh, apa hasil nya negatif atau tidak cocok.


"Mm Jaejun apa hasil nya tidak.... "


Perkataan Aria terputus saat Jaejun menarik nya ke dalam pelukan Jaejun yang erat.


"Kau adik ku, kau adik ku Seona... Aku... aku sangat bahagia, paman dia Seona." Ucap Jaejun histeris membuat Aria membisu.

__ADS_1


Tuan Chan Ho berusaha menahan haru nya, tapi tidak bisa saat dia melihat begitu senang nya Jaejun dan tentu saja Seona yang sudah dia anggap anak nya sendiri pun sekarang terbukti masih ada.


Walaupun kedua nya dalam suasana haru, Aria malah diam dia tidak tahu harus berbuat apa. Mendengar hasil nya cocok dan ternyata dia bersaudara dengan Jaejun tentu saja Aria senang, tapi bagaimana kehidupan nya di masa depan, apa dari bukti ini hidup nya kembali akan berubah.


"Hasil nya positif ya." Tanya Aria.


"Ya, hasil nya positif kau adik ku, Aria oh atau sekarang aku panggil kau Seona." Ucap Jaejun dengan perasaan riang.


"Begitu ya, syukur lah." Ucap Aria, walaupun dia berkata seperti itu, tapi dari raut wajah nya berkata lain. Mungkin dia kebingungan dengan apa yang akan terjadi kalau dia memang benar adik nya Jaejun.


Dan karena tidak mendapat respon memuaskan dari Aria, Jaejun dan Tuan Chan Ho saling bertukar pandang.


"Kalau begitu ayo kita pulang." Pinta Tuan Chan Ho.


Setelah membereskan semua urusan di rumah sakit, Aria, Jaejun, dan Tuan Chan Ho pun pergi dari sana dan menuju rumah Tuan Chan Ho.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung!!!


__ADS_2